Jepang Perkuat Intelijen: PM Takaichi Dorong Ekspor Senjata

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Transformasi militer Tokyo. PM Sanae Takaichi mendapatkan restu partai untuk merombak sistem intelijen dan aturan ekspor senjata guna menghadapi tantangan keamanan di Selat Taiwan. Dok: Istimewa.

Transformasi militer Tokyo. PM Sanae Takaichi mendapatkan restu partai untuk merombak sistem intelijen dan aturan ekspor senjata guna menghadapi tantangan keamanan di Selat Taiwan. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Jepang mengambil langkah drastis untuk merombak arsitektur keamanan nasionalnya. Partai Demokrat Liberal (LDP) resmi menyepakati rencana penguatan kapasitas intelijen guna menopang visi strategis PM Sanae Takaichi.

Langkah ini merupakan bagian dari janji kampanye Takaichi untuk membangun Jepang yang lebih tangguh dan makmur. Oleh karena itu, fokus utama pemerintah saat ini terletak pada modernisasi instrumen pertahanan serta kemampuan deteksi ancaman dari pihak asing secara proaktif.

Pendaftaran Agen Asing dan Larangan Ponsel

Proposal yang Markas Strategi Intelijen LDP setujui mencakup pembentukan biro intelijen yang telah ditingkatkan statusnya. Tim ahli akan fokus pada penguatan kemampuan pengumpulan informasi di luar negeri.

Selanjutnya, kebijakan baru ini mewajibkan pendaftaran bagi seluruh agen asing. Aturan ini menyasar individu maupun korporasi yang melakukan lobi di Jepang atas nama pemerintah negara lain. “Membangun organisasi di atas kertas saja tidak ada artinya. Tantangannya adalah mengubahnya menjadi badan yang benar-benar berfungsi,” tegas kepala kebijakan LDP, Takayuki Kobayashi. Selain itu, pemerintah berencana melarang penggunaan telepon seluler di gedung-gedung vital negara guna mencegah penyadapan.

Baca Juga :  Armada Y-20 China Gelar Latihan Formasi Jarak Jauh

Legalitas Ekspor Senjata Mematikan

Sektor industri pertahanan Jepang juga akan mengalami perubahan radikal. LDP mengusulkan revisi aturan ketat mengenai ekspor peralatan militer. Jika usulan ini meluncur secara resmi, Jepang akan diperbolehkan mengekspor senjata mematikan ke negara mitra.

Langkah ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem industri militer domestik yang selama ini terbatas pada alat non-tempur. Meskipun begitu, PM Takaichi tetap berkomitmen untuk merevisi tiga dokumen kebijakan keamanan nasional tahun ini. Revisi tersebut bertujuan untuk menyesuaikan postur militer Jepang dengan lingkungan keamanan global yang semakin tidak menentu.

Baca Juga :  Sound Horeg: Budaya Karnaval Jalanan yang Menggetarkan

Ketegangan Taiwan dan Wacana Nuklir

Ambisi militer Takaichi terus memicu reaksi keras dari Tiongkok. Sebelumnya, Takaichi sempat memberikan sinyal bahwa Jepang dapat melakukan intervensi militer jika Beijing menggunakan kekuatan fisik terhadap Taiwan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai respon, Beijing menuduh Tokyo sedang berupaya menghidupkan kembali militerisme masa lalu. Ketegangan semakin memuncak setelah jet tempur J-15 Tiongkok dilaporkan melakukan penguncian radar terhadap pesawat Jepang di dekat Okinawa pada Desember lalu. Bahkan, laporan media lokal menyebutkan Takaichi sedang mempertimbangkan revisi prinsip non-nuklir guna mengizinkan penempatan senjata nuklir Amerika Serikat di wilayah Jepang. Meskipun Takaichi secara resmi membantah perubahan aturan tersebut di parlemen, isu ini tetap menjadi variabel sensitif dalam stabilitas kawasan Asia-Pasifik.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konfrontasi Militer Terbuka: Israel dan AS Bombardir Iran
Tolak Ajakan Pelaku, Siswi 14 Tahun di Sikka Dibunuh dan Jasad Dibuang ke Kali
Bendahara Bandar Narkoba Koh Erwin Diciduk di Mataram, Polisi Buru Sosok Boy
Skandal Berkas Epstein: Bill Clinton Jalani Pemeriksaan
Trump Tolak Nuklir Iran Saat Risiko Perang Meningkat
Bandar Ko Erwin Setor “Uang Keamanan” ke Eks Kapolres, Bareskrim Bongkar Fakta Mengejutkan
Viral Penganiayaan Anak Usai Lomba Lari di Cimanggis Depok, Polisi Tempuh Restorative Justice
Masinis di Cilacap Tewas Diserang Tawon Vespa Saat Bersihkan Toren, Sempat Kritis 5 Jam

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 17:27 WIB

Konfrontasi Militer Terbuka: Israel dan AS Bombardir Iran

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:18 WIB

Tolak Ajakan Pelaku, Siswi 14 Tahun di Sikka Dibunuh dan Jasad Dibuang ke Kali

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:15 WIB

Jepang Perkuat Intelijen: PM Takaichi Dorong Ekspor Senjata

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:03 WIB

Bendahara Bandar Narkoba Koh Erwin Diciduk di Mataram, Polisi Buru Sosok Boy

Sabtu, 28 Februari 2026 - 15:07 WIB

Skandal Berkas Epstein: Bill Clinton Jalani Pemeriksaan

Berita Terbaru

Ilustrasi, Timur Tengah membara. Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Iran guna melumpuhkan ancaman nuklir, sementara militer AS dilaporkan turut serta dalam operasi yang meningkatkan risiko perang regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Konfrontasi Militer Terbuka: Israel dan AS Bombardir Iran

Sabtu, 28 Feb 2026 - 17:27 WIB

Transformasi militer Tokyo. PM Sanae Takaichi mendapatkan restu partai untuk merombak sistem intelijen dan aturan ekspor senjata guna menghadapi tantangan keamanan di Selat Taiwan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jepang Perkuat Intelijen: PM Takaichi Dorong Ekspor Senjata

Sabtu, 28 Feb 2026 - 16:15 WIB

Pembelaan dari Chappaqua. Mantan Presiden AS Bill Clinton memberikan kesaksian resmi di hadapan Kongres, menegaskan ketidaktahuannya atas kejahatan Jeffrey Epstein sembari menuding adanya motif politik di balik penyelidikan tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Skandal Berkas Epstein: Bill Clinton Jalani Pemeriksaan

Sabtu, 28 Feb 2026 - 15:07 WIB