Selebriti Lawan Deepfake AI dengan Hukum Trademark

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Taylor Swift hingga Matthew McConaughey kini menggunakan hukum merek dagang untuk melindungi wajah dan suara mereka dari kloning kecerdasan buatan. Dok: Istimewa.

Taylor Swift hingga Matthew McConaughey kini menggunakan hukum merek dagang untuk melindungi wajah dan suara mereka dari kloning kecerdasan buatan. Dok: Istimewa.

NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Selebriti global kini menghadapi ancaman nyata dari kecerdasan buatan (generative AI). Taylor Swift, Matthew McConaughey, dan Jeremy Clarkson mulai mengambil langkah hukum baru. Mereka mendaftarkan merek dagang (trademark) untuk melindungi elemen identitas yang melekat pada merek mereka.

Langkah ini menjadi taktik hukum baru yang belum teruji sepenuhnya di pengadilan. Oleh karena itu, para selebriti menggunakannya untuk mengisi celah yang tidak bisa ditangani oleh hukum hak cipta konvensional.

Mengapa Selebriti Beralih ke Merek Dagang?

AI generatif menimbulkan ancaman serius bagi identitas setiap orang. Sebab, siapa pun bisa menjadi korban deepfake atau tiruan suara. Bagi selebriti, taruhannya jauh lebih tinggi karena wajah dan suara merupakan aset utama merek mereka. Selain itu, penggunaan komersial yang tidak sah dapat menimbulkan kerusakan reputasi yang sangat fatal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Amerika Serikat, hak publisitas membantu melindungi penggunaan identitas untuk tujuan komersial. Namun, cakupan hak ini bervariasi karena bergantung pada peraturan negara bagian. Oleh sebab itu, pendaftaran merek dagang federal memberikan alternatif perlindungan yang jauh lebih kuat dan mencakup wilayah yang lebih luas.

Baca Juga :  Izin Lokasi dan HGU: Dua Dokumen Sakral Sebelum Pohon Sawit

Perbedaan Mendasar: Merek Dagang vs Hak Cipta

Untuk memahami strategi ini, kita perlu membedakan antara merek dagang dan hak cipta. Merek dagang berfungsi membedakan identitas sebuah merek melalui logo, kata, slogan, atau warna. Sebaliknya, hak cipta melindungi karya kreatif seperti buku, lagu, dan video.

Selanjutnya, perlindungan hak cipta terjadi secara otomatis jika kriteria terpenuhi. Namun, cara kerja AI sering kali mempersulit hal ini. AI biasanya mensintesis materi pelatihan menjadi konten baru. Untuk membuktikan pelanggaran hak cipta, penggugat harus membuktikan bahwa konten yang dihasilkan “secara substansial mirip” dengan karya asli. Karena AI sering menggabungkan banyak potongan data, membuktikan kemiripan tersebut menjadi tantangan besar.

Strategi “Kemungkinan Kebingungan”

Penting untuk dicatat bahwa selebriti tidak mendaftarkan merek dagang atas suara atau wajah mereka secara umum. Namun, mereka mengaitkan aspek identitas tertentu dengan merek dagang tersebut. Mereka menggunakan frasa kunci, gambar, atau elemen pertunjukan sebagai bagian integral dari citra merek mereka.

Baca Juga :  Menjaga Mata dan Mental dari Paparan Blue Light yang Mengintai

Hukum merek dagang menggunakan konsep “kemungkinan kebingungan” (likelihood of confusion). Pengadilan akan menguji apakah tiruan AI tersebut membingungkan konsumen hingga mereka mengira konten itu terkait atau didukung oleh merek selebriti tersebut. Oleh karena itu, Taylor Swift bisa berargumen bahwa deepfake suara yang mirip dengan dirinya akan mengecoh konsumen karena dianggap sebagai produk resmi.

Menanti Putusan Pengadilan

Taktik ini memang masih sangat baru. Kita belum mengetahui sejauh mana frasa atau elemen pertunjukan dapat menunjukkan identitas merek secara hukum. Selain itu, pemilik merek dagang juga memiliki kewajiban untuk terus menggunakan merek mereka, yang menjadi tantangan tersendiri untuk frasa yang bersifat spontan.

Singkatnya, merek dagang bukanlah solusi instan bagi ancaman deepfake atau kloning AI. Meskipun demikian, langkah para selebriti ini membuktikan bagaimana AI terus menantang manusia untuk beradaptasi dengan hukum yang ada. Di tahun 2026 ini, kreativitas dalam beradaptasi dengan regulasi menjadi kunci utama untuk melindungi privasi di tengah arus teknologi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tom Holland Tahu Jadwal Debut Miles Morales di MCU
Disney+ Merilis Lini Konten Agustus 2026 Mulai Pokemon
Adaptasi Game Raksasa: A24 Selesaikan Syuting Film Elden Ring
Spider-Man Brand New Day Siap Sapu Bersih Bioskop
Babak Baru Semesta Family Guy: Serial Spin-off
Ambisi Ryan Reynolds: Deadpool Keempat Siap Disajikan
Inde Navarrette Terima Kado Langka Modern Warfare 2
Novel Baru Dragonlance War Wizard Rilis Agustus

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Tom Holland Tahu Jadwal Debut Miles Morales di MCU

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Disney+ Merilis Lini Konten Agustus 2026 Mulai Pokemon

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Adaptasi Game Raksasa: A24 Selesaikan Syuting Film Elden Ring

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:22 WIB

Spider-Man Brand New Day Siap Sapu Bersih Bioskop

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:30 WIB

Babak Baru Semesta Family Guy: Serial Spin-off

Berita Terbaru

Hakim federal New York membatalkan kebijakan Trump yang menghentikan pemrosesan visa dari 75 negara, menyebutnya melanggar hukum imigrasi AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim Federal AS Batalkan Kebijakan Larangan Visa

Minggu, 23 Agu 2026 - 18:00 WIB

Serangan drone Ukraina menewaskan sedikitnya 10 orang di Rusia dan wilayah pendudukan Rusia, termasuk gudang milik peritel daring Ozon dan fasilitas industri. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Drone Ukraina Tewaskan 10 Orang di Rusia

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:30 WIB

Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengumumkan tarif balasan terhadap produk baja dan elektronik Amerika Serikat setelah negosiasi perdagangan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kanada Balas Tarif AS dengan Pajak Impor Baja dan Elektronik

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:00 WIB

Iran mengecam rencana Amerika Serikat menjatuhkan sanksi ekonomi baru yang memicu kelumpuhan lalu lintas minyak di Selat Hormuz dan memperparah krisis kawasan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Kecam Rencana Sanksi Baru Amerika Serikat

Minggu, 23 Agu 2026 - 16:33 WIB

Israel menyampaikan kekhawatiran keamanan serius kepada Gedung Putih terkait draf kesepakatan pelucutan senjata Hamas, menolak penarikan pasukan dari Gaza sebelum proses demiliterisasi penuh terjadi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Israel Sampaikan Kekhawatiran Keamanan Terkait Hamas

Minggu, 23 Agu 2026 - 16:00 WIB