MELBOURNE, POSNEWS.CO.ID – Tidak ada drama kram, tidak ada kelelahan akibat panas, dan tidak ada keberuntungan semata. Pada hari Senin (26/1), Jannik Sinner membuktikan kelasnya sebagai juara bertahan dua kali di Melbourne Park.
Satu-satunya hal yang benar-benar “panas” dari petenis Italia ini adalah rekor kemenangannya. Sinner kini mencatatkan 18 kemenangan berturut-turut di Australia Terbuka.
Ia mengamankan tiket ke perempat final setelah menundukkan rekan senegaranya, Luciano Darderi, dengan skor meyakinkan 6-1, 6-3, 7-6 (2). Ini menandai pencapaian konsistensi luar biasa: perempat final Grand Slam kesembilan secara beruntun bagi Sinner.
Pulih dari “Neraka” Panas
Performa ini sangat kontras dengan laga dua hari sebelumnya. Saat itu, Sinner berjuang keras melawan cuaca panas ekstrem dan kram saat melawan Eliot Spizzirri. Ia baru bisa mengambil kendali permainan setelah atap stadion ditutup.
Namun, dalam pertandingan malam yang lebih sejuk melawan Darderi, Sinner tampil prima.
“Saya merasa cukup baik secara fisik di luar sana. Semuanya baik-baik saja hari ini,” ujar petenis peringkat dua dunia itu.
Meski sempat kehilangan match point pada gim ke-10 set ketiga akibat perlawanan sengit Darderi, Sinner meningkatkan level permainannya di babak tiebreaker untuk mengunci kemenangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tantangan Sinner berikutnya tidak main-main. Ia akan menghadapi unggulan ke-8, Ben Shelton. Petenis muda Amerika berusia 23 tahun itu baru saja menyingkirkan Casper Ruud (unggulan 12) dalam pertarungan empat set.
Statistik berpihak pada sang juara bertahan: Sinner telah memenangkan delapan pertemuan terakhirnya melawan Shelton, termasuk di semifinal turnamen ini tahun lalu.
Swiatek Tanpa Ampun
Sementara itu di sektor putri, Iga Swiatek tampil tanpa belas kasih. Petenis nomor dua dunia asal Polandia ini secara brutal mengakhiri harapan tuan rumah dengan mengalahkan petenis kualifikasi Australia, Maddison Inglis, 6-0, 6-3.
Inglis (Peringkat 168 dunia) adalah wanita Australia terakhir yang tersisa di undian tunggal putri. Ia mencapai babak keempat setelah lawannya di putaran ketiga, Naomi Osaka, mundur karena cedera perut. Namun, dongeng Inglis berakhir di tangan Swiatek.
Swiatek melepaskan 22 winners dan merebut set pembuka tanpa kehilangan satu gim pun (whitewash).
“Saya merasa cukup percaya diri sejak awal… Saya perlu menyesuaikan diri dengan kaki saya dan benar-benar tepat dengan gerak kaki,” kata Swiatek.
Kemenangan dalam waktu 1 jam 13 menit ini membawa Swiatek selangkah lebih dekat ke ambisi besarnya: meraih gelar Australia Terbuka pertamanya untuk melengkapi Career Grand Slam (memenangkan keempat turnamen mayor).
Di perempat final, ujian berat menanti. Swiatek akan berhadapan dengan juara Wimbledon 2022, Elena Rybakina dari Kazakhstan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia
Sumber Berita: Reuters





















