Tensi Asia Timur Mendidih: China Kerahkan 100 Kapal, Taiwan dan Jepang Siaga Satu

Sabtu, 6 Desember 2025 - 09:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Laut Asia Timur memanas! China gelar pamer kekuatan maritim terbesar dengan 100 kapal. Taiwan dan Jepang bunyikan alarm bahaya bagi Indo-Pasifik. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Laut Asia Timur memanas! China gelar pamer kekuatan maritim terbesar dengan 100 kapal. Taiwan dan Jepang bunyikan alarm bahaya bagi Indo-Pasifik. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – – Perairan Asia Timur sedang memanas. China melakukan manuver militer besar-besaran yang membuat tetangganya waspada penuh. Tercatat, Beijing mengerahkan armada raksasa yang terdiri dari kapal angkatan laut dan penjaga pantai di seluruh kawasan tersebut minggu ini.

Laporan eksklusif Reuters pada Kamis lalu mengungkap skala operasi ini. Pada satu titik, jumlah kapal yang beroperasi mencapai lebih dari 100 unit. Seketika, Taiwan dan Jepang membunyikan alarm tanda bahaya.

Aktivitas ini bukan latihan biasa. Sumber intelijen menyebut operasi ini melampaui penyebaran angkatan laut massal pada Desember tahun lalu. Kala itu, manuver serupa telah memaksa Taiwan menaikkan tingkat kewaspadaannya.

Taiwan: Ancaman Bagi Indo-Pasifik

Istana Kepresidenan Taiwan bereaksi cepat. Juru bicara Karen Kuo menegaskan bahwa aktivitas China tidak terbatas di Selat Taiwan saja. Sebaliknya, armada tersebut menyebar luas mulai dari Laut Kuning, Laut China Timur, hingga Laut China Selatan dan Pasifik Barat.

“Ini sungguh menimbulkan ancaman dan dampak bagi Indo-Pasifik dan seluruh kawasan,” ujar Kuo kepada wartawan di Taipei.

Baca Juga :  AS-Iran di Ambang Perang: Teheran Tuntut Perubahan

Oleh karena itu, Taiwan mendesak China untuk bertindak sebagai kekuatan besar yang bertanggung jawab. Presiden Lai Ching-te telah menginstruksikan pasukan keamanan untuk menjaga kesadaran situasional penuh.

Selanjutnya, Taiwan berjanji akan menjaga kontak erat dengan “mitra sahabat”. Tujuannya, mereka ingin menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan secara kolektif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jepang Pantau dengan “Perhatian Besar”

Di Tokyo, Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi turut angkat bicara. Ia mengakui bahwa Jepang mengetahui laporan tersebut. Pihaknya kini mengawasi pergerakan militer China dengan “perhatian besar”.

“China telah memperluas dan meningkatkan aktivitas militernya di wilayah sekitar Jepang,” kata Koizumi.

Meskipun menolak mengomentari detail penyebaran spesifik, Koizumi menegaskan komitmen pemerintah. Jepang akan terus memantau perkembangan dengan keprihatinan mendalam. Bahkan, mereka akan mengerahkan segala upaya untuk pengumpulan informasi dan pengawasan menyeluruh.

China: Jangan Bereaksi Berlebihan

Di sisi lain, Beijing menanggapi kekhawatiran tersebut dengan dingin. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, membela tindakan negaranya.

Baca Juga :  Prahara di Levent: Turki Tangkap 198 Simpatisan IS Pasca-Serangan Konsulat Israel

Menurutnya, aktivitas angkatan laut dan penjaga pantai di “wilayah maritim terkait” sepenuhnya mematuhi hukum domestik dan internasional.

“Tidak perlu bagi pihak mana pun untuk bereaksi berlebihan, menafsirkan secara berlebihan, atau terlibat dalam spekulasi tidak berdasar,” tegas Lin di Beijing.

Konteks Krisis Diplomatik

Eskalasi ini terjadi di tengah hubungan diplomatik yang rapuh. Pasalnya, China dan Jepang sedang terlibat krisis diplomatik serius.

Pemicunya adalah pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi bulan lalu. Saat itu, Takaichi menyebut bahwa serangan hipotetis China terhadap Taiwan dapat memicu respons militer dari Tokyo.

Selain itu, Beijing juga marah besar terhadap Taiwan. Presiden Lai Ching-te baru saja mengumumkan tambahan anggaran pertahanan sebesar $40 miliar. Langkah ini diambil untuk menangkal klaim kedaulatan China atas pulau demokratis tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Reuters

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ITW Soroti Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Jadi Komjen, Prestasi Dipertanyakan
Senator Filipina Desak Marcos Jr. Tolak Perintah Tangkap ICC
Sam Altman Sebut Elon Musk Terobsesi Kuasai OpenAI
Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar
Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik
Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih
Kemlu RI Update Tragedi Kapal WNI di Malaysia: 23 Selamat, Pencarian Masih Berlanjut
KemenHAM–BNNP DKI Kolaborasi Tangani Narkoba di Manggarai, Perkuat Program Kampung REDAM

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:22 WIB

ITW Soroti Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Jadi Komjen, Prestasi Dipertanyakan

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:49 WIB

Senator Filipina Desak Marcos Jr. Tolak Perintah Tangkap ICC

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:45 WIB

Sam Altman Sebut Elon Musk Terobsesi Kuasai OpenAI

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:41 WIB

Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:38 WIB

Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik

Berita Terbaru

Konfrontasi hukum internasional. Senator Ronald

INTERNASIONAL

Senator Filipina Desak Marcos Jr. Tolak Perintah Tangkap ICC

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:49 WIB

Konfrontasi para titan. CEO OpenAI Sam Altman memberikan kesaksian panas di pengadilan, mengungkap ambisi kontrol absolut Elon Musk yang menjadi pemicu keretakan hubungan di raksasa kecerdasan buatan tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Sam Altman Sebut Elon Musk Terobsesi Kuasai OpenAI

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:45 WIB

Sidang darurat anggaran. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menghadapi tekanan dari kedua partai terkait pembengkakan biaya perang di Iran dan dampaknya terhadap kesiapan militer AS dalam menghadapi potensi konflik global lainnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:41 WIB

Guncangan otoritas kesehatan. Kepala FDA Marty Makary mengundurkan diri setelah setahun menjabat, meninggalkan lembaga tersebut dalam ketidakpastian di tengah perselisihan mengenai kebijakan rokok elektrik dan tinjauan obat-obatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:38 WIB