Serangan Udara Militer Nigeria Hantam Pasar, Ratusan Warga Diduga Tewas

Senin, 13 April 2026 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bencana di jam sibuk. Operasi anti-teror militer Nigeria berubah menjadi tragedi kemanusiaan setelah serangan udara menghantam pasar mingguan di desa Jilli, memicu kekhawatiran jatuhnya 200 korban jiwa warga sipil. Dok: Istimewa.

Bencana di jam sibuk. Operasi anti-teror militer Nigeria berubah menjadi tragedi kemanusiaan setelah serangan udara menghantam pasar mingguan di desa Jilli, memicu kekhawatiran jatuhnya 200 korban jiwa warga sipil. Dok: Istimewa.

JILLI, POSNEWS.CO.ID – Kabar duka menyelimuti wilayah timur laut Nigeria setelah sebuah operasi militer mengakibatkan jatuhnya banyak korban sipil. Sebuah serangan udara menghantam pasar mingguan di desa Jilli pada Sabtu malam waktu setempat.

Dalam konteks ini, desa tersebut terletak di sepanjang perbatasan sensitif antara negara bagian Borno dan Yobe. Akibatnya, tragedi ini memicu kekhawatiran mendalam mengenai keselamatan warga di zona konflik selama jam operasional ekonomi warga.

Korban Jiwa di Puncak Jam Dagang

Media lokal melaporkan skala kehancuran yang sangat besar di lokasi kejadian. Sebanyak 30 hingga 200 orang diduga tewas seketika saat proyektil militer meledak di tengah kerumunan pasar. Secara khusus, mayoritas korban merupakan pedagang dan pembeli yang sedang melakukan transaksi di jam sibuk perdagangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saksi mata di lapangan memberikan keterangan yang memilukan. Militer diduga sedang menargetkan kelompok teroris yang sering mendatangi pasar untuk menarik upeti atau pajak ilegal dari para pedagang. Namun, serangan udara tersebut justru menghantam area terbuka pasar saat kondisi sedang sangat padat oleh warga sipil.

Baca Juga :  Guru MI Dihajar Wali Murid di Sampang, Babak Belur di Warung - Polisi Turun Tangan

Penjelasan Militer: Operasi Berdasarkan Intelijen

Pihak militer Nigeria merilis pernyataan resmi guna menanggapi laporan jatuhnya korban sipil tersebut pada hari Minggu. Militer mengonfirmasi telah melakukan pemboman udara di area Jilli. Meskipun demikian, mereka bersikeras bahwa serangan tersebut telah menewaskan “puluhan teroris” dan menghancurkan tempat persembunyian mereka.

Juru bicara Angkatan Udara Nigeria, Ehimen Ejodame, menjelaskan bahwa serangan ini merupakan bagian dari operasi kontra-terorisme yang berkelanjutan. Operasi ini menyasar militan yang sedang melarikan diri atau mencoba menyusun kekuatan kembali. “Serangan susulan dilakukan berdasarkan intelijen kredibel guna memastikan teroris kehilangan ruang gerak,” tegas Ejodame.

Koordinasi Pasukan Darat dan Udara

Militer mengeklaim bahwa koordinasi antara unit udara dengan pasukan darat berjalan sangat erat selama misi berlangsung. Tujuannya adalah untuk mencegah serangan teroris lanjutan yang direncanakan oleh kelompok militan di kawasan tersebut. Oleh karena itu, otoritas memandang penghancuran basis logistik lawan sebagai prioritas keamanan nasional di tahun 2026.

Baca Juga :  Howard Lutnick Dicecar Kongres Soal Kunjungan ke Pulau Jeffrey Epstein

Terlebih lagi, Ejodame menekankan bahwa misi tersebut bertujuan melindungi masyarakat dari ancaman pemerasan yang dilakukan kelompok bersenjata. Sebagai hasilnya, militer berupaya memperlemah posisi tempur lawan yang sebelumnya sempat memberikan perlawanan di wilayah tersebut. Pihak berwenang berjanji akan menyelidiki lebih lanjut mengenai laporan jatuhnya korban sipil guna menjaga transparansi publik.

Menanti Kepastian Data Korban

Masa depan stabilitas keamanan di Nigeria utara kini bergantung pada akurasi intelijen dalam setiap operasi militer. Pada akhirnya, jatuhnya korban sipil dalam jumlah besar di pasar Jilli berisiko merusak kepercayaan publik terhadap aparat keamanan.

Dengan demikian, masyarakat internasional mendesak dilakukannya penyelidikan independen atas insiden berdarah ini. Di tahun 2026 yang penuh dengan ketidakpastian keamanan regional, perlindungan terhadap warga sipil di zona merah tetap harus menjadi prioritas di atas kepentingan militer semata. Dunia kini menanti klarifikasi lebih lanjut mengenai jumlah pasti korban tewas dari tragedi pasar mingguan ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Takaichi dan Anwar Ibrahim Sepakati Kemitraan Energi Baru
Tabung Oksigen Terpental Saat Pengisian di Cilincing, Hantam Rumah dan Warung Warga
Cuaca Jabodetabek Hari Ini Cerah Berawan, Suhu Udara Capai 34 Derajat Celsius
Tim Penyelamat Terus Cari Korban Tertimbun di General Santos
Isu Demo Besar Juni-Juli 2026, Kapolri Pastikan Polri Kawal Aksi Secara Humanis
Kapolri Siapkan Nobar Piala Dunia 2026 Gratis di Mabes, Polda hingga Polsek
Roberto Sánchez Unggul Tipis Atas Keiko Fujimori
Tak Mau Bayar Makan, 2 Pria Keroyok Pedagang Sate di Rawasari Diciduk Polisi

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:12 WIB

Takaichi dan Anwar Ibrahim Sepakati Kemitraan Energi Baru

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:07 WIB

Tabung Oksigen Terpental Saat Pengisian di Cilincing, Hantam Rumah dan Warung Warga

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:35 WIB

Cuaca Jabodetabek Hari Ini Cerah Berawan, Suhu Udara Capai 34 Derajat Celsius

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:43 WIB

Tim Penyelamat Terus Cari Korban Tertimbun di General Santos

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:00 WIB

Isu Demo Besar Juni-Juli 2026, Kapolri Pastikan Polri Kawal Aksi Secara Humanis

Berita Terbaru

Mengamankan jalur energi regional. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan PM Malaysia Anwar Ibrahim memperkuat kemitraan maritim serta jaminan pasokan LNG di tengah krisis Timur Tengah. (David Mareuil/Pool Photo via AP)

INTERNASIONAL

Takaichi dan Anwar Ibrahim Sepakati Kemitraan Energi Baru

Kamis, 11 Jun 2026 - 06:12 WIB

Duka di Mindanao. Tim penyelamat menyisir puing-puing bangunan komersial di General Santos pasca-gempa bumi dahsyat magnitudo 7,8 yang menewaskan puluhan warga. Dok: REUTERS/Noel Celis

INTERNASIONAL

Tim Penyelamat Terus Cari Korban Tertimbun di General Santos

Rabu, 10 Jun 2026 - 18:43 WIB