Trump Ancam Tarif 5% Jika Meksiko Tak Segera Buka Keran ke Texas

Rabu, 10 Desember 2025 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Meksiko kembali tegang. Kali ini bukan soal tembok perbatasan atau imigrasi, melainkan masalah air yang vital. Presiden Donald Trump mengeluarkan ancaman serius pada Senin (09/12/2025).

Trump bersumpah akan menjatuhkan tarif tambahan sebesar 5 persen terhadap Meksiko. Syaratnya, tarif itu akan berlaku “SEGERA” jika Meksiko tidak menyuplai tambahan air untuk membantu petani AS yang kekeringan.

Ia menuduh negara tetangganya itu telah melanggar perjanjian pembagian air yang bersejarah. Seketika, isu pengelolaan sumber daya alam di perbatasan menjadi bola panas politik tingkat tinggi.

Melanggar Traktat 1944?

Sengketa ini berakar pada perjanjian tua, yakni Traktat Air 1944. Berdasarkan aturan, Meksiko wajib mengirimkan 1,75 juta acre-feet air dari Sungai Rio Grande ke AS setiap lima tahun.

Sebaliknya, AS juga memiliki kewajiban mengalirkan air dari Sungai Colorado ke Meksiko. Namun, Trump mengklaim Meksiko telah gagal memenuhi janji.

Baca Juga :  Minneapolis Membara, Agen Federal Tembak Mati Warga Sipil

“Meksiko berutang 800.000 acre-feet air karena pelanggaran selama lima tahun terakhir,” tulis Trump di platform Truth Social.

Ia menuntut Meksiko melepaskan 200.000 acre-feet sebelum 31 Desember nanti. Jika tidak, tarif impor akan menjadi hukuman nyata. Trump menilai situasi ini sangat tidak adil bagi petani Texas yang tanaman dan ternaknya menderita akibat kekurangan air.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meksiko Berdalih Kekeringan

Pihak Meksiko belum memberikan respons resmi atas ancaman terbaru ini. Akan tetapi, mereka sebelumnya berargumen bahwa negara mereka juga sedang dilanda kekeringan parah.

Krisis iklim memang memainkan peran besar. Faktanya, studi terbaru World Wildlife Fund (WWF) menemukan bahwa Sungai Rio Grande sedang sekarat. Sekitar 52 persen konsumsi air dari sungai tersebut dinilai tidak berkelanjutan.

Akibatnya, waduk dan akuifer mengering dengan cepat. Bahkan, kekurangan air telah menyebabkan hilangnya 36 persen lahan pertanian di sepanjang Rio Grande di New Mexico.

Baca Juga :  Mayat Pria di TPU Bekasi Dijerat Ikat Pinggang, Polisi Pastikan Dugaan Pembunuhan

Bantuan $12 Miliar untuk Petani

Dampak ekonomi dari krisis air ini sangat nyata di Texas. Salah satunya, pabrik pengolahan gula terakhir di negara bagian itu terpaksa gulung tikar.

Sadar akan penderitaan konstituennya, Trump tidak hanya menebar ancaman. Ia juga meluncurkan paket bantuan ekonomi senilai $12 miliar. Rencananya, dana ini akan cair pada Februari 2026 melalui program Farmer Bridge Assistance (FBA).

Bantuan ini menyasar produsen jagung, kapas, kedelai, dan gandum yang terdampak perang dagang dan tarif. “Bantuan ini akan memberikan kepastian yang sangat dibutuhkan petani,” janji Trump dalam diskusi meja bundar pertanian.

Pada akhirnya, air kini menjadi komoditas politik yang mahal. Ketegangan di perbatasan selatan bukan lagi sekadar soal siapa yang melintas, tetapi juga soal siapa yang berhak meminum air dari sungai yang sama.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: The Guardian

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ITW Soroti Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Jadi Komjen, Prestasi Dipertanyakan
Senator Filipina Desak Marcos Jr. Tolak Perintah Tangkap ICC
Sam Altman Sebut Elon Musk Terobsesi Kuasai OpenAI
Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar
Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik
Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih
Kemlu RI Update Tragedi Kapal WNI di Malaysia: 23 Selamat, Pencarian Masih Berlanjut
KemenHAM–BNNP DKI Kolaborasi Tangani Narkoba di Manggarai, Perkuat Program Kampung REDAM

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:22 WIB

ITW Soroti Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Jadi Komjen, Prestasi Dipertanyakan

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:49 WIB

Senator Filipina Desak Marcos Jr. Tolak Perintah Tangkap ICC

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:45 WIB

Sam Altman Sebut Elon Musk Terobsesi Kuasai OpenAI

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:41 WIB

Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:38 WIB

Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik

Berita Terbaru

Konfrontasi hukum internasional. Senator Ronald

INTERNASIONAL

Senator Filipina Desak Marcos Jr. Tolak Perintah Tangkap ICC

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:49 WIB

Konfrontasi para titan. CEO OpenAI Sam Altman memberikan kesaksian panas di pengadilan, mengungkap ambisi kontrol absolut Elon Musk yang menjadi pemicu keretakan hubungan di raksasa kecerdasan buatan tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Sam Altman Sebut Elon Musk Terobsesi Kuasai OpenAI

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:45 WIB

Sidang darurat anggaran. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menghadapi tekanan dari kedua partai terkait pembengkakan biaya perang di Iran dan dampaknya terhadap kesiapan militer AS dalam menghadapi potensi konflik global lainnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:41 WIB

Guncangan otoritas kesehatan. Kepala FDA Marty Makary mengundurkan diri setelah setahun menjabat, meninggalkan lembaga tersebut dalam ketidakpastian di tengah perselisihan mengenai kebijakan rokok elektrik dan tinjauan obat-obatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:38 WIB