Tuntut Pengembalian Aset yang Dirampas Inggris Saat Geger Sapehi 1812, Trah Sultan Hamengkubuwono II Siapkan Bukti Hingga Gugatan Internasional

Selasa, 25 November 2025 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Manuskrip dan aset Sultan Hamengkubuwono II yang dirampas Inggris saat Geger Sepehi

Ilustrasi - Manuskrip dan aset Sultan Hamengkubuwono II yang dirampas Inggris saat Geger Sepehi

POSNEWS – Trah Sultan Hamengkubuwono II melalui Yayasan Vasatii Socaning Lokika mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto untuk bekerjasama dengan Inggris dalam hal Kemitraaan Strategis di antaranya kerjasama di bidang Pendidikan, Ekonomi dan Maritim.

Namun, Trah Sultan Hamengkubuwono II berharap Presiden Prabowo Subianto juga dapat meminta pihak Inggris untuk bertanggungjawab serta mengembalikan manuskrip naskah asli (bukan digital) dan aset milik Sultan Hamengkubuwono II yang dirampas Inggris saat peristiwa Geger Sepehi 1812.

Hal itu disampaiKan Ketua Yayasan Vasatii Socaning Lokika, yang juga merupakan Trah SultĂ n Hamengkubuwono II, Fajar Bagoes Poertranto, Selasa (25/11/2025).

Bagoes mengatakan, pihaknya meminta Inggris segera mengembalikan 7.500 manuskrip dalam bentuk naskah asli dan aset-aset milik Sultan Hamengkubuwono II.

“Kami mengapresiasi penyerahan 75 pusaka dan 120 manuskrip dalam bentuk digital oleh Inggris ke keraton Yogyakarta, tapi kami meminta fisik aslinya serta hak kepemilikannya,” tambahnya.

Baca Juga :  Skandal Dokumen Epstein: Keir Starmer Desak Andrew Mountbatten-Windsor Beri Kesaksian

Bagoes juga menegaskan, pihaknya meminta Inggris untuk meminta maaf secara resmi kepada anak dan keturunann Sultan Hamengkubuwono II atas peristiwa Geger Sepehi 1812.

Ia juga meminta proses pengembalian manuskrip dan aset-aset harus melibatkan Trah Sultan Hamengkubuwono II, untuk memastikan dengan kesesuaian bukti-bukti yang dimiliki, serta dilakukan dengan penghormatan tertinggi terhadap sejarah dan keabsahan kultural.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagoes menegaskan bahwa peristiwa Geger Sepehi merupakan masalah yang menyentuh ranah keluarga kerajaan dan warisan leluhur Keraton Yogyakarta.

“Jika serangkaian tuntutan pertanggungjawaban Geger Sepehi 1812 ini tidak diindahkan oleh Inggris, maka langkah hukum yang lebih tegas siap kami ambil,” kata Bagoes.
​
Lebih lanjut, Bagoes mengungkapkan, pihaknya akan segera melakukan gugatan ke Mahkamah Internasional terkait masalah tersebut.

Baca Juga :  Melampaui Positivisme: Mengenal Post-Positivisme dan Kritik Teori Kritis

Ultimatum ini menandakan keseriusan pihak Trah Sultan Hamengkubuwono II untuk menempuh segala jalur, termasuk jalur hukum tertinggi, demi mengembalikan warisan intelektual bangsa.

Gugatan ini akan didasarkan pada prinsip-prinsip hukum internasional mengenai penjarahan benda budaya pada masa konflik dan hak suatu bangsa atas warisan budayanya.
​
“Tuntutan ini menjadi penekanan bahwa era negosiasi berkepanjangan harus berakhir. Inggris dihadapkan pada pilihan mendesak, beritikad baik untuk bertanggung jawab atas peristiwa Geger Sepehi 1812 atau menghadapi konsekuensi hukum dan diplomatik di panggung dunia,” pungkasnya. (*)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green
AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz
Jerome Powell Bertahan di Dewan Setelah Jabatan Berakhir guna Melawan Tekanan Trump
AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik
Diplomasi Beijing-Brussel: China Ajak Belgia Redam Ketegangan Dagang
Amerika Serikat Kini Jadi Pemasok Utama Naphtha Korea Selatan
Sayap Tradisi di Langit Delhi: Menjaga Kabootarbaazi
Sedikitnya 358 Orang Dieksekusi di Bawah Rezim Kim Jong Un

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:44 WIB

Jerome Powell Bertahan di Dewan Setelah Jabatan Berakhir guna Melawan Tekanan Trump

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:38 WIB

AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:11 WIB

Diplomasi Beijing-Brussel: China Ajak Belgia Redam Ketegangan Dagang

Berita Terbaru

Inggris dalam siaga tinggi. PM Keir Starmer menjanjikan tindakan tegas terhadap ekstremisme dan pendanaan keamanan tambahan sebesar ÂŁ25 juta setelah serangan penikaman brutal yang menargetkan komunitas Yahudi di London Utara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Ketegangan di jalur nadi dunia. Amerika Serikat menggalang kekuatan internasional melalui Maritime Freedom Construct (MFC) untuk membuka kembali Selat Hormuz yang tersumbat, sementara harga minyak Brent melonjak hingga USD 126 per barel. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB

Pusat gravitasi perdagangan dunia memanas. Amerika Serikat menuduh China melakukan intimidasi maritim di Panama, memicu perang urat saraf terkait sejarah kolonialisme dan kendali atas Terusan Panama yang strategis. Dok: AP Photo/Matias Delacroix

INTERNASIONAL

AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:38 WIB