Gus Yahya Tegas di Musyawarah Kubro NU, Siap Ditabayun – Tunggu Rais Aam

Minggu, 21 Desember 2025 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PBNU Gus Yahya memberikan keterangan kepada media terkait kasus dugaan korupsi kuota haji yang menjerat Gus Yaqut. (Posnews/UGM)

Ketua Umum PBNU Gus Yahya memberikan keterangan kepada media terkait kasus dugaan korupsi kuota haji yang menjerat Gus Yaqut. (Posnews/UGM)

KEDIRI, POSNEWS.CO.ID – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) tampil tegas dan blak-blakan di Forum Musyawarah Kubro NU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Minggu (21/12/2025).

Ia menyatakan siap menjalankan seluruh keputusan para mustasyar dan rais, tanpa syarat.

Dari atas mimbar, Gus Yahya langsung pasang badan. Ia meminta izin menyampaikan dua sikap penting terkait hasil musyawarah yang tengah memanas perhatian warga NU se-Indonesia.

Pertama, Gus Yahya membuka diri untuk diperiksa dan ditabayun atas semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia menantang proses dilakukan secara terbuka dengan bukti dan saksi yang jelas.

Baca Juga :  KPK Sesuaikan Aturan Usai KUHP dan KUHAP Baru Berlaku, Penanganan Korupsi Dipastikan Aman

“Saya siap diperiksa dan ditabayun atas apa pun yang dituduhkan kepada saya, dengan menghadirkan bukti dan saksi,” tegas Gus Yahya.

Kedua, Gus Yahya menegaskan garis keras soal islah. Ia mengaku sejak awal menginginkan perdamaian, namun menolak islah yang berdiri di atas kebatilan.

“Saya ingin islah, tapi islah di atas kebenaran, bukan kebatilan,” katanya lantang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak berhenti di situ, Gus Yahya menyatakan taslim dan patuh penuh pada keputusan PWNU, PCNU, serta tafsir para mustasyar yang menjadi rujukan Musyawarah Kubro.

Sikap ini menegaskan posisinya tunduk pada mekanisme jam’iyah.

Namun, Gus Yahya juga membongkar fakta lain. Ia mengaku sudah menghubungi Rais Aam PBNU untuk meminta waktu pertemuan guna menindaklanjuti hasil forum, tetapi belum mendapat respons.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Berpotensi Hujan Lebat hingga 21 Januari 2026

“Saya sudah kirim pesan, tapi sampai sekarang belum ada jawaban,” ungkapnya.

Meski begitu, Gus Yahya memilih menunggu. Ia memberi tenggat 3 x 24 jam sebelum melaporkan kembali perkembangan tersebut kepada forum.

“Saya tunggu tiga kali dua puluh empat jam. Setelah itu akan saya laporkan,” tandasnya.

Pernyataan keras namun terbuka itu langsung disambut takbir dan tepuk tangan membahana dari ratusan peserta Musyawarah Kubro. Suasana forum memanas sekaligus sarat harapan, agar jalan islah benar-benar menjadi solusi akhir konflik internal NU.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig
Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek

Berita Terbaru

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB