Pemberontakan ISIS Mozambik Paksa 300.000 Warga Mengungsi, Militer Gagal Lindungi Sipil

Jumat, 26 Desember 2025 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Dunia sibuk lihat Gaza dan Ukraina, Mozambik membara dalam sepi. 300.000 orang terusir sejak Juli akibat teror ISIS. Simak krisis kemanusiaan yang terabaikan ini. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Dunia sibuk lihat Gaza dan Ukraina, Mozambik membara dalam sepi. 300.000 orang terusir sejak Juli akibat teror ISIS. Simak krisis kemanusiaan yang terabaikan ini. Dok: Istimewa.

MAPUTO, POSNEWS.CO.ID – Saat mata dunia tertuju pada Ukraina, Gaza, dan Sudan, sebuah tragedi kemanusiaan besar sedang berlangsung dalam senyap di Afrika bagian selatan. Mozambik tengah menghadapi gelombang pengungsian massal akibat pemberontakan brutal.

Data terbaru menunjukkan fakta yang mengejutkan. Lebih dari 300.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka sejak Juli lalu. Penyebabnya, kelompok militan ISIS-Mozambique mengamuk tanpa kendali.

Konflik yang telah berjalan sejak Oktober 2017 ini seolah terlupakan oleh komunitas internasional. Padahal, total pengungsi kini telah menembus angka 1 juta jiwa. Mirisnya, banyak dari mereka harus mengungsi dua, tiga, bahkan empat kali demi menghindari kejaran maut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Militer Gagal, ISIS Makin Berani

Upaya militer sejauh ini tampaknya menemui jalan buntu. Baik tentara nasional Mozambik maupun pasukan intervensi dari Rwanda gagal memadamkan pemberontakan.

Baca Juga :  Samoa dan Tonga Minta Bantuan Darurat Selandia Baru

Rwanda telah mengerahkan sekitar 4.000 hingga 5.000 personel militer terlatih. Awalnya, mereka berhasil memukul mundur militan. Namun, situasi berbalik tahun ini.

Tomás Queface, peneliti pemantau konflik Acled, menyebut para pemberontak semakin “audacious” atau berani. Pasukan Rwanda tidak lagi seefektif dulu karena mengurangi patroli.

Akibatnya, kekerasan terhadap warga sipil meningkat tajam. Pada November saja, lebih dari 100.000 orang mengungsi setelah ISIS merangsek ke selatan hingga provinsi Nampula.

Lindungi Gas, Abaikan Nyawa?

Kritik tajam mengarah pada prioritas operasi militer. Borges Nhamirre, peneliti dari Institute for Security Studies, menyoroti ketimpangan tujuan.

“Jika tujuannya adalah menjamin keamanan manusia, maka mereka telah gagal,” tegas Nhamirre.

Sebaliknya, militer tampak lebih fokus mengamankan aset ekonomi. Pasukan terkonsentrasi di sekitar proyek Gas Alam Cair (LNG) milik Total senilai $20 miliar. Faktanya, proyek raksasa tersebut kini jauh lebih aman daripada tahun 2021, sementara desa-desa di sekitarnya terbakar.

Baca Juga :  Dari Kotak Besi Abad Pertengahan hingga Algoritma RSA

Penculikan Anak dan Minimnya Bantuan

Dampak sosial dari konflik ini sangat mengerikan. ISIS gencar melakukan penculikan anak untuk dijadikan tentara paksa atau budak seks.

Sheila Nhancale dari Human Rights Watch (HRW) membeberkan data pilu. Dari 100.000 pengungsi baru pada November, sekitar 70.000 di antaranya adalah anak-anak. Risiko kekerasan seksual dan eksploitasi mengintai mereka setiap saat.

Di tengah penderitaan ini, bantuan asing justru menyusut. Donor internasional hanya memberikan $195 juta tahun ini, jauh di bawah kebutuhan estimasi.

“Mereka hanya ingin ini berakhir. Mereka ingin kembali ke rumah, bertani, dan hidup normal,” ujar Sebastián Traficante dari MĂ©decins Sans Frontières, menggambarkan keputusasaan para pengungsi yang hidup dalam kondisi sangat buruk.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Inisiatif Label Karya Manusia Pada Buku Bebas AI Semakin Marak
Jepang Menegaskan Dukungan Mahkamah Pidana Internasional
Polisi India Menangkap 2.000 Pengunjuk Rasa Gerakan Pemuda
Serangan Rudal Rusia Menewaskan 20 Warga Zaporizhzhia
Kelompok Houthi Menyerang Bandara Internasional Riyadh
Donald Trump Kecam Komite Nobel dan Norwegia
Gencatan Senjata Gaza: Serangan Israel Masih Berlangsung
Presiden Taiwan Lai Ching-te Tegaskan Komitmen Perdamaian

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Inisiatif Label Karya Manusia Pada Buku Bebas AI Semakin Marak

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Jepang Menegaskan Dukungan Mahkamah Pidana Internasional

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Polisi India Menangkap 2.000 Pengunjuk Rasa Gerakan Pemuda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Serangan Rudal Rusia Menewaskan 20 Warga Zaporizhzhia

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Kelompok Houthi Menyerang Bandara Internasional Riyadh

Berita Terbaru

Industri penerbitan global gencar menghadirkan label sertifikasi buku karya manusia guna mengantisipasi maraknya penggunaan kecerdasan buatan (AI). Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Inisiatif Label Karya Manusia Pada Buku Bebas AI Semakin Marak

Minggu, 11 Okt 2026 - 15:23 WIB

Ilustrasi, Jepang menegaskan dukungan kepada ICC dan prihatin atas sanksi Amerika Serikat demi menjaga supremasi hukum internasional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jepang Menegaskan Dukungan Mahkamah Pidana Internasional

Minggu, 11 Okt 2026 - 14:21 WIB

Samsung merilis Galaxy A27 5G Gaming Package berbonus jersey Free Fire, voucher Diamond, dan adaptor 25W seharga Rp7 jutaan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Samsung Meluncurkan Galaxy A27 5G Gaming Package

Minggu, 11 Okt 2026 - 11:04 WIB