Pesan Tahun Baru Kim Jong-un untuk Pasukan di Rusia

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, Kembali unjuk kekuatan. Korea Utara menembakkan sejumlah rudal ke perairan lepas pantai barat pada Selasa, menandai aktivitas militer pertama sejak bulan April dan menegaskan ambisi nuklir Pyongyang di tahun 2026. Dok: Istimewa.

Foto, Kembali unjuk kekuatan. Korea Utara menembakkan sejumlah rudal ke perairan lepas pantai barat pada Selasa, menandai aktivitas militer pertama sejak bulan April dan menegaskan ambisi nuklir Pyongyang di tahun 2026. Dok: Istimewa.

PYONGYANG, POSNEWS.CO.ID – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, membuka lembaran tahun baru dengan pidato berapi-api yang ia tujukan khusus bagi ribuan tentaranya di garis depan Eropa. Media pemerintah, KCNA, melaporkan pada hari Kamis bahwa Kim memuji pasukannya karena berhasil menempa apa yang ia sebut sebagai “aliansi tak terkalahkan” dengan Rusia.

Ribuan serdadu Pyongyang kini menjadi tulang punggung tambahan bagi invasi Rusia ke Ukraina yang telah memasuki tahun keempat. Badan intelijen Korea Selatan dan Barat telah mengonfirmasi pengerahan ini, meskipun biaya kemanusiaan yang harus ditanggung sangatlah besar. Seoul memperkirakan sedikitnya 600 tentara Korut tewas, sementara ribuan lainnya menderita luka-luka di medan tempur.

Sapaan untuk “Pahlawan” di Tanah Asing

Dalam pesan tersebut, Kim menyapa langsung pasukannya yang tengah bertaruh nyawa di “negeri asing” (alien land). Ia memberikan selamat atas perjuangan “heroik” mereka dalam menjaga kehormatan bangsa dan menginstruksikan agar semangat tempur mereka tidak surut.

“Saat seluruh negeri berselimut suasana perayaan menyambut tahun baru, saya semakin merindukan kalian, yang bertempur dengan gagah berani di medan perang di negeri asing bahkan pada detik ini,” ujar Kim, mengutip laporan KCNA.

Lebih jauh, Kim menegaskan posisi strategis mereka dalam peta geopolitik. “Di belakang kalian ada Pyongyang dan Moskow,” serunya. Ia menyerukan pasukannya untuk bertempur habis-habisan demi “rakyat Rusia yang bersaudara”, sebuah retorika yang kian mempererat poros persatuan dua negara otoriter tersebut.

Barter Ekonomi dan Ambisi Militer

Para pengamat melihat manuver ini melampaui sekadar solidaritas ideologis. Sebagai imbalan atas pengiriman pasukan, Korea Utara menikmati aliran bantuan finansial, teknologi militer canggih, serta pasokan pangan dan energi dari Rusia. Aliansi yang kian mesra ini menawarkan tali penyelamat ekonomi vital bagi rezim Kim, sekaligus memberinya kepercayaan diri untuk menepis tawaran dialog dari Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Sinyal ekspansi militer pun kian menguat. Kim mengisyaratkan bakal adanya lebih banyak aksi luar negeri tahun ini dengan menyoroti “prestasi luar biasa yang akan kalian torehkan di medan perang luar negeri.”

Baca Juga :  Pemerintah Buka Magang Nasional Batch 2, Gaji Setara UMK - Kuota 80.000 Peserta

Pesta di Pyongyang, Tangis di Garis Depan

Kontras tajam menyeruak antara situasi medan perang dengan suasana di ibu kota. Kim menandai pergantian tahun dengan perayaan mewah di Stadion May Day Pyongyang. Foto-foto rilisan KCNA menampilkan Kim duduk didampingi istrinya, Ri Sol Ju, dan putrinya, Ju Ae, yang publik yakini sebagai calon suksesor dinasti Kim.

Namun, realitas lapangan menuturkan kisah yang jauh berbeda. Laporan intelijen melukiskan gambaran suram bagi pasukan Korea Utara yang terjebak dalam perang paling berdarah di Eropa dalam beberapa dekade terakhir. Dinas Intelijen Korea Selatan mengungkap adanya perintah brutal dari Pyongyang: tentara harus mengakhiri hidup mereka sendiri daripada jatuh ke tangan musuh.

Fakta di lapangan pun meruntuhkan narasi heroik tersebut. Kyiv melaporkan penahanan dua tentara Korut yang terluka sejak Januari 2025. Kedua tawanan perang tersebut justru menyatakan keinginan kuat untuk membelot ke Korea Selatan, menandakan retaknya moral pasukan di balik propaganda “aliansi tak terkalahkan”.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama
AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa
Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang
Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan
Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak
AS Persiapkan Pasukan Tempur Luar Angkasa
DPR AS Sahkan RUU Sanksi dan Tarif Rusia
Bank of Japan Bersiap Naikkan Suku Bunga Utama

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 14:59 WIB

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama

Jumat, 18 September 2026 - 13:30 WIB

AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa

Jumat, 18 September 2026 - 12:23 WIB

Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang

Jumat, 18 September 2026 - 11:16 WIB

Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan

Jumat, 18 September 2026 - 10:12 WIB

Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB