Musim Semi: Takaichi dan Trump Rancang Pertemuan

Sabtu, 3 Januari 2026 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PM Sanae Takaichi membantah revisi UU Rumah Kekaisaran menghalangi suksesi perempuan, menegaskan tujuannya menjaga jumlah anggota. Dok: Istimewa.

PM Sanae Takaichi membantah revisi UU Rumah Kekaisaran menghalangi suksesi perempuan, menegaskan tujuannya menjaga jumlah anggota. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, membawa kabar diplomatik penting pada Jumat lalu. Ia mengumumkan kesepakatannya dengan Presiden AS Donald Trump untuk bertemu di Amerika Serikat pada musim semi mendatang. Langkah ini bertujuan memperkokoh aliansi kedua negara di tengah dinamika kawasan yang kian cair.

Rencana kunjungan ini akan menjadi lawatan perdana Takaichi ke AS sejak ia menjabat pada Oktober lalu. Kesepakatan tersebut lahir dari pembicaraan telepon selama 25 menit, di mana kedua pemimpin menegaskan kembali komitmen kemitraan strategis mereka.

“Di awal tahun baru ini, saya menganggap sangat signifikan bahwa saya bisa bertukar kata secara langsung dengan Presiden Trump dan mengonfirmasi kemitraan kuat aliansi Jepang-AS,” ujar Takaichi kepada wartawan di Tokyo.

Agenda Indo-Pasifik dan Kemitraan Trilateral

Dalam percakapan tersebut, Takaichi dan Trump sepakat untuk mempromosikan konsep “Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka”. Selain itu, mereka juga berkomitmen memperkuat kerja sama dengan negara-negara sepemikiran, termasuk kemitraan trilateral strategis yang melibatkan Korea Selatan.

Meski diskusi berfokus pada isu kawasan, Takaichi tidak merinci apakah mereka membahas China secara spesifik. Namun, konteks geopolitik tak bisa bohong. Pertemuan ini dirancang saat hubungan Jepang dan China sedang tegang, terutama setelah Takaichi sebelumnya menyebut serangan terhadap Taiwan sebagai ancaman eksistensial bagi Jepang—sebuah pernyataan yang memicu kemarahan Beijing.

Diplomasi Sakura dan Peringatan 250 Tahun AS

Para pejabat Jepang mengusulkan akhir Maret sebagai waktu kunjungan, momen yang bertepatan dengan festival bunga sakura tahunan di Washington. Festival ini memperingati hadiah pohon sakura dari Tokyo pada tahun 1912, simbol persahabatan abadi kedua negara.

Tahun 2026 juga menandai peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat. Takaichi menyampaikan ucapan selamat kepada Trump dan menegaskan niat Jepang untuk memberikan hadiah tambahan berupa 250 pohon sakura. Kedua pemimpin sepakat menjadikan tahun ini sebagai pembuka “babak baru dalam sejarah aliansi Jepang-AS”.

Baca Juga :  Deregulasi Terbesar AS: Trump Cabut Landasan Hukum Aturan Emisi Era Obama

Menyeimbangkan Xi dan Takaichi

Jadwal pertemuan ini sangat strategis karena mendahului kemungkinan kunjungan Trump ke Beijing pada bulan April untuk bertemu Presiden Xi Jinping. Trump, yang mengklaim memiliki hubungan baik dengan kedua pemimpin Asia tersebut, menghadapi tantangan diplomatik yang unik.

Berbeda dengan pendahulunya, Trump lebih memprioritaskan negosiasi ekonomi dengan Xi dan cenderung hemat bicara soal isu sensitif seperti Taiwan. Dalam percakapan telepon sebelumnya pada November, sumber pemerintah Jepang menyebut Trump menyarankan Takaichi untuk “mengelola” hubungan Jepang dengan China secara hati-hati.

Kini, mata dunia tertuju pada Washington di musim semi nanti. Apakah pertemuan Takaichi-Trump akan menghasilkan sikap tegas terhadap Beijing, atau sekadar penegasan aliansi di atas kertas?

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Kyodo

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasukan Rusia Bom Sekolah Di Zaporizhzhia, 24 Tewas
Pemerintah Inggris Gandakan Waktu Tunggu Izin Tinggal
Donald Trump Fokus Renovasi Kolam Menjelang Pemilu
Mahkamah Agung AS Menolak Gugatan Pemerintah Trump
Korea Utara Bantah Tuduhan Amerika Serikat Terkait Pencurian
Presiden Pengadilan Internasional Merespons Sanksi
Ribuan Warga India Protes Kebijakan Penghapusan Daftar Pemilih
PM Kanada Dan Presiden AS Bahas Kesepakatan Perdagangan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 06:08 WIB

Pasukan Rusia Bom Sekolah Di Zaporizhzhia, 24 Tewas

Kamis, 5 November 2026 - 15:00 WIB

Pemerintah Inggris Gandakan Waktu Tunggu Izin Tinggal

Kamis, 5 November 2026 - 14:52 WIB

Donald Trump Fokus Renovasi Kolam Menjelang Pemilu

Kamis, 5 November 2026 - 13:49 WIB

Mahkamah Agung AS Menolak Gugatan Pemerintah Trump

Kamis, 5 November 2026 - 13:41 WIB

Korea Utara Bantah Tuduhan Amerika Serikat Terkait Pencurian

Berita Terbaru

Personel Korsabhara Baharkam Polri bersama anjing pelacak K-9 dalam apel kesiapsiagaan menghadapi bencana alam 2026. Dok: Ist

NASIONAL

Polri Siapkan K-9 hingga Kuda Turangga untuk Hadapi Bencana

Jumat, 6 Nov 2026 - 06:11 WIB

Pasukan Rusia membom sekolah di Zaporizhzhia Ukraina dan menewaskan dua puluh empat warga. Simak ulasan kronologi dan respons Volodymyr Zelenskyy. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pasukan Rusia Bom Sekolah Di Zaporizhzhia, 24 Tewas

Jumat, 6 Nov 2026 - 06:08 WIB

Mahfud MD mengungkap cerita pencalonan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri pada 2021.
(Posnews/Ist)

NASIONAL

Mahfud MD Bongkar Proses Pencalonan Listyo Sigit

Jumat, 6 Nov 2026 - 05:54 WIB

Prakiraan cuaca Jabodetabek Jumat 6 November 2026, Jakarta berawan dan sejumlah wilayah berpotensi hujan.
2026. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Wilayah Mana yang Berpotensi Hujan?

Jumat, 6 Nov 2026 - 05:38 WIB

Kapolda Metro Jaya Dadang Hartanto menandatangani kerja sama dengan dua perusahaan untuk membuka peluang kerja melalui program POLIRAN. (Posnews/Humas PMJ)

JABODETABEK

POLIRAN Buka Jalan Kerja bagi Warga Jakarta

Kamis, 5 Nov 2026 - 22:00 WIB