Mengapa Pakar Sering Gagal Memprediksi Masa Depan?

Rabu, 14 Januari 2026 - 06:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Menjadi ahli bukan sekadar bakat, melainkan komitmen waktu dan energi kreatif. Namun, penelitian selama 70 tahun mengungkap fakta mengejutkan: model statistik sederhana sering kali mengalahkan prediksi para pakar. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Menjadi ahli bukan sekadar bakat, melainkan komitmen waktu dan energi kreatif. Namun, penelitian selama 70 tahun mengungkap fakta mengejutkan: model statistik sederhana sering kali mengalahkan prediksi para pakar. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Banyak orang sering menyalahartikan keahlian sebagai bakat bawaan. Padahal, pada intinya, keahlian adalah perpaduan antara komitmen dan kreativitas. Ini adalah investasi waktu, energi, dan sumber daya yang masif pada satu bidang studi yang spesifik, ditambah energi kreatif untuk menghasilkan pengetahuan baru.

Tidak ada jalan pintas. Seseorang membutuhkan waktu yang cukup lama dan paparan rutin terhadap ribuan kasus sebelum dunia mengakuinya sebagai seorang ahli. Namun, bagaimana sebenarnya proses transformasi ini terjadi?

Evolusi dari Pemula ke Master

Seseorang memulai perjalanan sebagai pemula (novice). Pada tahap ini, mereka perlu mempelajari prinsip-prinsip dasar dan aturan main agar bisa melakukan tugas. Layaknya seseorang yang baru belajar catur, pemula membutuhkan mentor untuk mengajarkan tujuan permainan, fungsi bidak, dan aturan kemenangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seiring berjalannya waktu dan latihan yang intensif, pemula mulai mengenali pola perilaku dalam kasus-kasus tertentu dan naik tingkat menjadi “journeyman” atau praktisi madya. Mereka tidak hanya melihat pola dalam satu kasus, tetapi juga hubungan antar-kasus. Dalam analogi catur, mereka mulai memahami strategi pembukaan dan pola kemenangan, meski masih membutuhkan bimbingan mentor untuk masalah kompleks.

Baca Juga :  Pesta Rakyat HUT Jakarta 499, Sudirman-Thamrin Ditutup, Ini Jalur Pengalihan

Transisi terakhir terjadi ketika praktisi mulai membuat dan menguji hipotesis perilaku masa depan berdasarkan pengalaman masa lalu. Saat mereka mampu menghasilkan pengetahuan secara kreatif—bukan sekadar mencocokkan pola—mereka menjadi ahli. Mereka tidak lagi bergantung pada mentor, melainkan bertanggung jawab atas pengetahuan mereka sendiri, menciptakan kasus baru alih-alih sekadar mempelajarinya.

Kekuatan Super Kognitif

Seorang ahli memiliki “penglihatan” yang berbeda. Di mana pemula melihat titik data yang acak dan terputus, seorang ahli melihat pola yang bermakna dan terhubung. Kemampuan ini bukan sihir, melainkan hasil dari pengorganisasian pengetahuan setelah mereka menghadapi ribuan kasus.

Para ahli memahami makna data dan menimbang variabel dengan kriteria yang lebih tajam. Mereka mampu mengidentifikasi variabel mana yang memiliki pengaruh terbesar pada masalah tertentu dan memusatkan perhatian di sana. Selain itu, mereka memiliki memori jangka pendek dan jangka panjang yang lebih baik dalam domain spesifik mereka.

Menariknya, ahli memecahkan masalah dengan cara berbeda. Mereka menghabiskan lebih banyak waktu di awal untuk benar-benar memahami masalah sebelum mencari solusi, berbeda dengan pemula yang cenderung terburu-buru. Mereka juga memiliki pemantauan diri (self-monitoring) yang lebih baik, lebih cepat menyadari kesalahan, dan tahu batas pengetahuan mereka sendiri.

Baca Juga :  Transjakarta Gandeng KNKT Usai Tiga Kecelakaan Maut September 2025

Paradoks Prediksi

Namun, kekuatan keahlian ini menyimpan kelemahan fatal. Meski ahli sangat andal dalam analisis, mereka ternyata bukan peramal yang baik. Sejak tahun 1930-an, peneliti telah menguji kemampuan para ahli dalam membuat prediksi masa depan dibandingkan dengan tabel aktuaria atau model statistik sederhana.

Hasil dari 70 tahun penelitian dengan lebih dari dua ratus eksperimen sangat mengejutkan: Jawabannya adalah tidak. Jika menerima data yang sama, model statistik sering kali setara atau bahkan lebih baik daripada ahli dalam memprediksi masa depan. Bahkan saat memperoleh informasi kasus yang lebih spesifik, para ahli jarang bisa mengungguli model statistik.

Teorikus berpendapat bahwa ahli, seperti manusia pada umumnya, tidak konsisten saat menggunakan model mental untuk prediksi. Peneliti menuding berbagai bias kognitif manusia sebagai penyebab ketidakandalan ini. Meskipun para ilmuwan telah mempelajarinya selama 30 tahun terakhir, literatur ilmiah belum mencapai konsensus mengenai penyebab pasti atau manifestasi dari bias manusia ini, menyisakan misteri dalam dunia keahlian profesional.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar
TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:55 WIB

Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:09 WIB

Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Berita Terbaru

Dell resmi merilis trio laptop gaming Alienware terbaru yang mengusung chipset Intel Core Ultra 9 dan kartu grafis hingga Nvidia GeForce RTX 5090. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Dell Rilis Trio Alienware 16X Aurora, Area-51 16, dan Area-51

Minggu, 2 Agu 2026 - 15:12 WIB

Langkah taktis raksasa teknologi. Apple menunjuk Samsung Display sebagai pemasok tunggal panel OLED touchscreen untuk MacBook OLED dan iPhone Ultra. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Apple Tunjuk Samsung Display Garap Panel MacBook OLED

Minggu, 2 Agu 2026 - 14:06 WIB

Inovasi gawai modular dua fungsi. HoverAir merilis konsep Versa yang menggabungkan kamera gimbal genggam dan drone terbang pintar dalam satu perangkat. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

HoverAir Memperkenalkan Perangkat Modular Versa

Minggu, 2 Agu 2026 - 13:00 WIB

Peta baru industri hiburan interaktif. Krisis memori RAM global, kebijakan tarif impor, serta inflasi mengakhiri era konsol gaming murah 500 dolar AS secara permanen. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Krisis Memori dan Tarif Global Dorong Harga Gawai Gaming

Minggu, 2 Agu 2026 - 12:00 WIB