Mengapa Raja Eropa Rela Bangkrut Demi Porselen China?

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Lebih berharga dari emas, lebih kuat dari kaca. Obsesi terhadap porselen pernah membuat kerajaan Eropa nyaris kolaps sebelum resep rahasianya terpecahkan. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Lebih berharga dari emas, lebih kuat dari kaca. Obsesi terhadap porselen pernah membuat kerajaan Eropa nyaris kolaps sebelum resep rahasianya terpecahkan. Dok: Istimewa.

JINGDEZHEN/MEISSEN, POSNEWS.CO.ID – Saat Anda menyantap hidangan di atas piring keramik yang halus, mungkin Anda tidak menyadari bahwa benda tersebut menyimpan sejarah obsesi global dan rahasia kimiawi yang rumit.

Porselen adalah keajaiban material. Ia menggabungkan kualitas terbaik dari kaca dan tanah liat: halus dan tembus cahaya seperti kaca, namun mempertahankan bentuk kokoh seperti tanah liat. Berkat tambahan mineral khusus, porselen bahkan lebih kuat dari keduanya.

Keindahannya tak ternilai. Sebuah mangkuk dari Dinasti Ming China (1368-1644 M) bisa terjual hingga satu juta dolar di pasar seni internasional saat ini. Namun, jauh sebelum lelang modern, porselen telah memicu “demam” yang nyaris meruntuhkan ekonomi kerajaan-kerajaan Eropa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Obsesi yang Membangkrutkan

China pertama kali membuat porselen pada masa Dinasti Tang, namun kualitas tinggi baru tersebar luas pada masa Dinasti Yuan. Ketika pedagang membawa “emas putih” ini ke Eropa pada Abad Pertengahan, kaum bangsawan dan kerajaan langsung terihir.

Baca Juga :  Harga Kaki Lima, Rasa Bintang Lima

Mereka mencoba mati-matian memecahkan kode rahasia komposisinya.

Asal kata “porselen” sendiri menyimpan kesalahpahaman unik. Kata ini berasal dari bahasa Portugis untuk kerang laut, nautilus, yang memiliki cangkang oranye spiral yang berkilau (vitreous). Orang Eropa saat itu mengira porselen terbuat dari cangkang tersebut!

Eksperimen awal gagal total. Mereka mencoba mencampur kaca giling dengan tanah liat, menghasilkan “soft-paste” yang lemah.

Kegilaan untuk memiliki atau menciptakan porselen begitu besar hingga membahayakan keuangan negara. Beberapa pangeran Eropa menghabiskan anggaran sebanyak biaya angkatan perang mereka hanya demi mengejar rahasia porselen. Frederick II dari Prusia adalah salah satu fanatik tersebut.

Memecahkan Teka-Teki Kimia

Keberuntungan akhirnya berpihak pada Prusia. Dua ilmuwan, Johann Böttger dan Ehrenfried von Tschirnhaus, berhasil memecahkan teka-teki itu pada tahun 1707. Kuncinya? Mencampur tanah liat dengan feldspar giling (mineral yang mengandung aluminium silikat).

Sementara itu, Inggris menemukan resep unik mereka sendiri: mencampur tanah liat dengan abu tulang sapi. Inovasi ini melahirkan “Bone China”. Meskipun bukan porselen murni, jenis ini tetap populer di AS dan Inggris karena kekerasannya.

Baca Juga :  Era Soloism: Merayakan Kemerdekaan di Ruang Publik

Neraka 1.454 Derajat Celcius

Membuat porselen bukan sekadar mencampur tanah. Ini adalah proses teknik presisi tinggi.

Bahan baku seperti tanah liat putih, feldspar, dan silika harus melalui proses penghancuran bertahap hingga menjadi partikel berdiameter kurang dari 0,25 cm.

Langkah krusial berikutnya adalah pemurnian. Produsen menggunakan filtrasi magnetik untuk menyedot zat besi dari tanah liat. Jika besi tertinggal, porselen tidak akan terbentuk dengan sempurna.

Tahap akhir adalah pembakaran di dalam kiln (oven raksasa). Suhu adalah segalanya. Oven harus cukup panas untuk menyatukan elemen, namun cukup rendah agar tidak menguapkan material. Suhu tipikal mencapai angka neraka: 1.454° Celsius.

Pada suhu ekstrem ini, reaksi kimiawi mengubah mineral menjadi kaca cair. Saat mendingin, ia memadat menjadi benda seni yang kita kagumi di meja makan.

Jadi, saat Anda makan malam nanti, luangkan sejenak untuk merenung. Piring di hadapan Anda adalah hasil dari sejarah panjang, obsesi raja-raja, dan kejeniusan sains yang mengubah tanah menjadi permata.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar
TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:55 WIB

Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:09 WIB

Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Berita Terbaru

Siasat baru pertahanan udara Ukraina. Zelenskyy mendesak Trump memediasi izin penggunaan jaringan Starlink untuk menggempur target di dalam wilayah Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Desak Trump Izinkan Akses Panduan Rudal

Minggu, 2 Agu 2026 - 10:00 WIB

Eskalasi gempuran udara di ibu kota. Rusia menembakkan gelombang rudal balistik dan drone ke Kyiv, menewaskan tiga warga serta memicu ketidakpastian lisensi Patriot dari AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tiga Warga Meninggal dan Trump Tinjau Ulang Lisensi Patriot

Minggu, 2 Agu 2026 - 09:00 WIB

Krisis imigrasi terbesar Afrika-Eropa. Spanyol berhasil memulangkan puluhan ribu migran dari Ceuta di tengah ketegangan diplomatik Uni Eropa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen

Minggu, 2 Agu 2026 - 08:00 WIB