Jumlah Penyintas Kanker Lansia di Indonesia Meningkat, Deteksi Dini Jadi Kunci

Senin, 23 Februari 2026 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penanganan kanker lansia di Primaya Hospital Semarang, fokus pada deteksi dini, terapi presisi, dan dukungan keluarga untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. (Posnews/Ist)

Penanganan kanker lansia di Primaya Hospital Semarang, fokus pada deteksi dini, terapi presisi, dan dukungan keluarga untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Jumlah penyintas kanker di Indonesia meningkat signifikan dalam satu dekade terakhir, termasuk pada kelompok usia lanjut.

Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) memprediksi beban kasus dan angka kematian akibat kanker di Indonesia pada 2025–2040 bisa naik hingga 63 persen jika strategi penanganan tidak diubah.

Banyak pasien kanker datang dalam kondisi stadium lanjut. Padahal sekitar 50 persen kasus kanker bisa dicegah dengan pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan rutin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dr. Daniel Rizky, meningkatnya angka harapan hidup penyintas kanker berkat kemajuan teknologi diagnostik, terapi presisi, dan akses luas ke program skrining kanker.

Primaya Hospital menyediakan paket skrining kanker umum dan khusus wanita sepanjang 2026 untuk mendukung deteksi dini.

Tantangan Penanganan Kanker pada Lansia

Penanganan kanker pada lansia berbeda karena faktor kerapuhan atau frailty index, yaitu kondisi kebugaran biologis yang tidak selalu sejalan dengan usia kronologis.

Baca Juga :  Ancol Gelar Program Liburan Sekolah Terbesar 2026, Ini Daftar Acara Lengkapnya

“Tidak semua pasien 70 tahun memiliki kondisi tubuh sama. Terapi harus disesuaikan berdasarkan penilaian khusus sebelum menentukan jenis dan dosis pengobatan,” jelas dr. Daniel.

Usia lanjut tidak membatasi terapi, tetapi membutuhkan pendekatan cermat. Penanganan tetap mengacu pada jenis dan stadium kanker, fungsi organ, penyakit penyerta, serta kondisi kebugaran pasien. Dalam banyak kasus, kolaborasi dengan dokter geriatri diperlukan agar terapi aman dan efektif.

Terapi Lansia Kini Lebih Aman

dr. Daniel menekankan, pengobatan kanker pada lansia kini lebih ramah, menyeimbangkan efektivitas terapi dan kualitas hidup. “Keberhasilan terapi diukur dari respon tumor dan kualitas hidup, bukan hanya angka survival rate,” ujarnya.

Baca Juga :  Gadis Bekasi Diduga Korban Begal Aplikasi Kencan: Dibonceng, Ditipu, Motor Dirampas

Dukungan keluarga juga sangat penting. Kesalahan umum adalah pembatasan makanan ekstrem akibat mitos, padahal pasien memerlukan nutrisi cukup untuk mendukung pemulihan.

“Kanker berdampak biologis, sosial, dan emosional. Support system yang kuat membantu pasien tetap semangat dan tidak merasa sendirian,” tambahnya.

Kontrol dan Pemantauan Setelah Terapi

Setelah pengobatan, lansia penyintas kanker tetap harus kontrol rutin untuk mendeteksi kemungkinan kekambuhan dan memantau efek samping terapi.

“Penanganan tepat bagi lansia adalah kombinasi terapi medis terukur dan dukungan keluarga optimal. Tujuannya bukan hanya memperpanjang usia, tetapi menjaga kualitas hidup tetap baik,” tutup dr. Daniel.

Peningkatan jumlah penyintas kanker lansia menegaskan pentingnya deteksi dini, terapi presisi, dan dukungan keluarga agar pasien tetap sehat dan berkualitas hidup optimal. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar
Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia
Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela
Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok
Raksasa Teknologi Dunia Serap Mineral Milisi M23

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 17:59 WIB

Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar

Senin, 15 Juni 2026 - 08:35 WIB

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:21 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:14 WIB

Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:03 WIB

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Berita Terbaru