Menlu Sugiono Siapkan Evakuasi WNI dari Iran, 15 Orang Dievakuasi via Baku

Rabu, 4 Maret 2026 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri Sugiono. (Posnews/@sugiono_56)

Menteri Luar Negeri Sugiono. (Posnews/@sugiono_56)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah bergerak cepat merespons eskalasi konflik Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Sugiono langsung menyiapkan skema evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran menyusul situasi keamanan yang kian memanas.

Sugiono menegaskan, dirinya sudah menginstruksikan Duta Besar RI di Teheran untuk segera mengambil langkah konkret. Fokusnya jelas: mengamankan WNI yang ingin keluar dari wilayah terdampak konflik.

“Di tengah eskalasi yang meningkat, saya sudah memerintahkan Dubes RI di Teheran untuk segera menyiapkan langkah evakuasi bagi WNI yang ingin dipulangkan,” ujar Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

15 WNI Siap Dievakuasi, Jalur Darat ke Baku

Sebagai tahap awal, KBRI Teheran mendata sedikitnya 15 WNI yang menyatakan siap dievakuasi. Namun prosesnya tidak langsung ke Indonesia.

Baca Juga :  Alberta Memilih Tetap Bersatu Dengan Kanada Dalam Referendum

Pemerintah menyiapkan jalur darat menuju Kota Baku, Azerbaijan, sebagai titik transit.

Sugiono menjelaskan, perjalanan dari Teheran ke Baku memakan waktu sekitar 10 jam melalui jalur darat. Setelah tiba di Azerbaijan, para WNI akan diterbangkan pulang ke Tanah Air sesuai prosedur keamanan dan ketersediaan transportasi.

“Evakuasi dilakukan dari Teheran menuju Baku. Perjalanan daratnya sekitar 10 jam,” jelasnya.

Tidak Semua WNI Memilih Pulang

Meski situasi memanas, tidak seluruh WNI di Iran memilih untuk dievakuasi. Pemerintah tetap menghormati keputusan masing-masing warga, sembari memastikan perlindungan maksimal bagi yang ingin kembali ke Indonesia.

Sugiono memastikan, proses evakuasi akan berjalan bertahap dengan mempertimbangkan dinamika keamanan di lapangan.

Pemerintah terus memantau perkembangan terbaru agar langkah yang diambil tetap aman dan terukur.

Baca Juga :  Prabowo: Dunia Sedang Berbahaya, Indonesia Harus Perkuat Persatuan dan Jaga Perdamaian

“Ada beberapa WNI yang bersedia dievakuasi, dan saya perintahkan prosesnya dilakukan bertahap,” tegasnya.

Arahan Prabowo: Siap Hadapi Segala Kemungkinan

Di sisi lain, Sugiono menegaskan arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh jajaran pemerintah bersiaga penuh. Situasi global dinilai sangat dinamis dan berpotensi berubah sewaktu-waktu.

Menurutnya, pemerintah harus menyiapkan berbagai skenario menghadapi kemungkinan terburuk, termasuk jika konflik meluas dan berdampak lebih luas pada stabilitas kawasan.

“Sesuai arahan Presiden, apa pun yang terjadi kita harus siap menghadapi segala kemungkinan,” pungkas Sugiono.

Dengan langkah cepat ini, pemerintah menegaskan komitmennya melindungi WNI di luar negeri, terutama di tengah konflik Iran yang terus berkembang dan belum menunjukkan tanda mereda. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan
Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global
Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran
Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah
Taiwan Keluarkan Peringatan Darat Menyusul Ancaman Topan
Intelijen AS Buka Suara Soal Kampanye Disinformasi Rusia
Kapal Bawa 1,16 Ton Ketamin, Kapolri Ingatkan Modus Narkotika Cair lewat Vape
Izin Tambang Emas PT KEL di Nabire Dicabut, Satgas Temukan Pelanggaran

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Taiwan Keluarkan Peringatan Darat Menyusul Ancaman Topan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:17 WIB

Intelijen AS Buka Suara Soal Kampanye Disinformasi Rusia

Berita Terbaru