Pria Disiram Air Keras Usai Salat Subuh di Bekasi, Pelaku Misterius Diburu Polisi

Rabu, 1 April 2026 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Disiram air keras. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Disiram air keras. (Posnews/Ist)

BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Aksi teror kepada masyarakat kembali terjadi.

Seorang pria berinisial TW (54) menjadi korban penyiraman air keras saat pulang salat subuh di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin (30/3/2026).

Insiden terjadi di kawasan Perumahan Bumi Sani. Korban tiba-tiba diserang oleh orang tak dikenal saat berpapasan di jalan.

Akibatnya, korban mengalami luka serius akibat cairan berbahaya yang disiramkan pelaku.

Baca Juga :  Empat Pelaku Curanmor di Jakarta Utara Ditangkap, Viral di Media Sosial

Polda Metro Jaya langsung bergerak cepat. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, memastikan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan intensif.

Polisi kini memburu pelaku yang melarikan diri usai melakukan aksi sadis tersebut.

Motif Masih Misterius

Selanjutnya, polisi belum bisa memastikan motif penyerangan. Ada dugaan aksi ini berkaitan dengan kejahatan lain.

Baca Juga :  Target Berikutnya: Trump Beri Sinyal Ambil Alih Kuba di Tengah Kolapsnya Listrik Nasional

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Apakah murni penyiraman atau terkait pencurian dengan kekerasan, masih kami dalami,” tegas Budi.

Sementara itu, korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Kondisinya dilaporkan mengalami luka akibat cairan kimia berbahaya.

Polisi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas dini hari.

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Epicureanisme: Menemukan Ketenangan Jiwa Melalui Kesenangan
Pancaroba Mengancam, BNPB Imbau Warga Siaga Cuaca Ekstrem dan Evakuasi Mandiri
Etika Nikomakea: Mencapai Eudaimonia Melalui Jalan Tengah
Polisi Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi, Pasutri hingga Ibu Kandung Terlibat
Kasus TPKS Ricuh di Polda Metro Jaya, Baku Hantam Pecah – 3 Pelaku Ditangkap
Kasus Richard Lee Memanas, Polisi Perpanjang Penahanan hingga Mei 2026
Hakim Putuskan Bebas Murni, Amsal Christy Sitepu Lepas dari Jerat Hukum
ASN DKI Hanya 25–50 Persen WFH, Pramono Larang Layanan Publik WFH, Siap Beri Sanksi

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 17:52 WIB

Epicureanisme: Menemukan Ketenangan Jiwa Melalui Kesenangan

Rabu, 1 April 2026 - 17:27 WIB

Pancaroba Mengancam, BNPB Imbau Warga Siaga Cuaca Ekstrem dan Evakuasi Mandiri

Rabu, 1 April 2026 - 16:49 WIB

Etika Nikomakea: Mencapai Eudaimonia Melalui Jalan Tengah

Rabu, 1 April 2026 - 16:24 WIB

Polisi Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi, Pasutri hingga Ibu Kandung Terlibat

Rabu, 1 April 2026 - 16:03 WIB

Kasus TPKS Ricuh di Polda Metro Jaya, Baku Hantam Pecah – 3 Pelaku Ditangkap

Berita Terbaru

Ilustrasi, Melampaui hedonisme dangkal. Epicureanisme menawarkan seni hidup bahagia dengan meminimalkan penderitaan fisik dan kecemasan mental melalui persahabatan serta pemahaman logis tentang alam semesta. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Epicureanisme: Menemukan Ketenangan Jiwa Melalui Kesenangan

Rabu, 1 Apr 2026 - 17:52 WIB

Seni berpikir benar. Aristoteles meletakkan fondasi logika formal melalui sistem silogisme, mengubah cara manusia memproses informasi dari observasi alam menjadi kesimpulan yang tak terbantahkan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Etika Nikomakea: Mencapai Eudaimonia Melalui Jalan Tengah

Rabu, 1 Apr 2026 - 16:49 WIB