Modus Ikan Ekspor, Ibu Rumah Tangga Tipu Korban Rp1 Miliar di Muara Angke

Selasa, 14 April 2026 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi Bongkar Penipuan Bisnis Ikan Ekspor di Jakarta Utara, Kerugian Fantastis. (Posnews/MR)

Polisi Bongkar Penipuan Bisnis Ikan Ekspor di Jakarta Utara, Kerugian Fantastis. (Posnews/MR)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kasus penipuan dan penggelapan uang pembelian ikan siap ekspor di kawasan Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, akhirnya terbongkar.

Polisi menetapkan seorang ibu rumah tangga berinisial Kusumasari alias Meymey sebagai tersangka setelah diduga merugikan korban hingga lebih dari Rp1 miliar.

Kasus ini diungkap oleh Unit Reskrim Polsek Kawasan Sunda Kelapa setelah menerima laporan korban bernama Brenda Lim Cia Yhing.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Awalnya, tersangka menawarkan bisnis pengadaan ikan layur dan ikan ayam-ayam siap ekspor kepada korban. Bahkan, pelaku mengklaim mampu menjadi pemasok tunggal dengan harga kompetitif.

Namun, setelah korban mentransfer uang secara bertahap melalui m-banking, barang yang dikirim tidak sesuai dengan nilai pembayaran.

Akibatnya, korban mengalami kerugian fantastis mencapai Rp1.073.380.000.

Transaksi Berjalan Sejak 2024, Mulai Bermasalah di 2025

Kasus ini bermula sejak Agustus 2024 ketika korban dikenalkan dengan tersangka melalui suaminya. Pada awal transaksi, pengiriman ikan berjalan lancar sehingga korban semakin percaya.

Baca Juga :  Ribuan Warga Terkesima! Pasukan Berkuda Turangga Polri Jadi Sorotan di HUT RI ke-80

Namun, memasuki akhir tahun 2024, tersangka mulai menunggak pengiriman dengan nilai sekitar Rp350 juta.

Situasi semakin parah pada periode Januari hingga April 2025. Meski korban terus mentransfer uang lebih dari Rp1 miliar, pengiriman ikan justru tidak sesuai bahkan sebagian tidak dikirim sama sekali.

Saat korban menagih kekurangan barang pada April 2025, tersangka justru memberikan jawaban yang tidak masuk akal.

“Tidak tahu uangnya ke mana, barangnya tidak ada,” menjadi pengakuan yang memicu kecurigaan korban hingga akhirnya melapor ke polisi.

Polisi Amankan Tersangka, Tapi Belum Ditahan

Setelah dilakukan penyelidikan intensif, polisi akhirnya mengamankan tersangka pada Kamis, 9 April 2026 sekitar pukul 15.00 WIB di Polsek Kawasan Sunda Kelapa.

Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa, AKP Hitler Napitupulu, membenarkan penangkapan tersebut.

Namun, tersangka tidak langsung ditahan karena alasan kesehatan, yakni baru menjalani pemasangan ring jantung.

Baca Juga :  Rudianto Lallo Sentil Polri: “Kalau MK Sudah Putuskan, Ya Wajib Patuh”

Barang Bukti Lengkap, Polisi Dalami Aliran Dana

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti penting, antara lain:

  • Rekening koran transaksi dari bank
  • Invoice jual beli ikan
  • Bukti transfer pengembalian sebagian dana
  • Screenshot percakapan WhatsApp transaksi

Seluruh barang bukti kini dianalisis untuk menelusuri aliran dana dan memperkuat berkas perkara.

Tersangka Terancam Pasal Penipuan dan Penggelapan

Atas perbuatannya, Kusumasari dijerat dengan pasal penipuan dan/atau penggelapan sebagaimana diatur dalam Pasal 486 dan/atau 492 KUHP.

Polisi menegaskan penyelidikan masih terus dikembangkan, termasuk kemungkinan adanya korban lain dalam kasus serupa.

Di sisi lain, aparat mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha, untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran bisnis yang menjanjikan keuntungan besar tanpa jaminan jelas.

Kasus ini menjadi bukti bahwa modus penipuan berkedok bisnis ekspor masih marak terjadi dan menyasar korban dengan nilai fantastis. (MR)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keiko Fujimori Unggul Tipis Atas Roberto Sánchez
Dubes Eropa Temui Wamenlu Rusia demi Upaya Damai
Donald Trump Nominasikan Jay Clayton Jadi Direktur Intelijen Nasional
Teror Penembakan Konsulat AS: Perwira Polisi Toronto Gugur
Donald Trump Klaim AS dan Iran Sepakati Draf Damai
Bocah 6 Tahun Diduga Dibully Teman Bermain, CCTV Jadi Kunci Pengungkapan Kasus
Donald Trump Mengaku Sangat Menyukai Inflasi AS
Sengketa Bill Pulte Membawa Program Intelijen

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:09 WIB

Keiko Fujimori Unggul Tipis Atas Roberto Sánchez

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:42 WIB

Dubes Eropa Temui Wamenlu Rusia demi Upaya Damai

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:57 WIB

Donald Trump Nominasikan Jay Clayton Jadi Direktur Intelijen Nasional

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:51 WIB

Teror Penembakan Konsulat AS: Perwira Polisi Toronto Gugur

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:50 WIB

Donald Trump Klaim AS dan Iran Sepakati Draf Damai

Berita Terbaru

Persaingan ketat di Andes. Roberto Sánchez memimpin sangat tipis atas Keiko Fujimori dalam penghitungan suara pemilihan presiden Peru yang berjalan lambat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Keiko Fujimori Unggul Tipis Atas Roberto Sánchez

Jumat, 12 Jun 2026 - 17:09 WIB

Membuka kembali jalur komunikasi tertutup. Duta besar Prancis, Jerman, dan Inggris menemui Wakil Menteri Luar Negeri Rusia di Moskow untuk memprotes eskalasi militer terbaru di Ukraina. Dok: REUTERS/Shamil Zhumatov

INTERNASIONAL

Dubes Eropa Temui Wamenlu Rusia demi Upaya Damai

Jumat, 12 Jun 2026 - 15:42 WIB

Langkah taktis di tengah kebuntuan politik. Presiden Donald Trump menominasikan Jay Clayton sebagai Direktur Intelijen Nasional guna meloloskan perpanjangan undang-undang pengawasan intelijen asing. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Nominasikan Jay Clayton Jadi Direktur Intelijen Nasional

Jumat, 12 Jun 2026 - 13:57 WIB

Gugur dalam tugas kemanusiaan. Seorang perwira polisi Toronto tewas tertembak saat menyelidiki teror penembakan Konsulat Amerika Serikat oleh jaringan bersenjata. Dok: (Arlyn McAdorey/The Canadian Press via AP)

INTERNASIONAL

Teror Penembakan Konsulat AS: Perwira Polisi Toronto Gugur

Jumat, 12 Jun 2026 - 13:51 WIB

Terobosan besar di jalur diplomasi Teluk. Presiden Donald Trump mengeklaim Amerika Serikat dan Iran bersiap menandatangani kesepakatan damai akhir pekan ini untuk membuka kembali Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Klaim AS dan Iran Sepakati Draf Damai

Jumat, 12 Jun 2026 - 13:50 WIB