WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan perkembangan sangat penting mengenai masa depan konflik Timur Tengah. Sebab, ia mengeklaim Washington dan Tehran dapat menandatangani kesepakatan damai pada akhir pekan ini.
Langkah taktis ini akan segera membuka kembali jalur pelayaran kapal dagang di Selat Hormuz secara resmi. Akibatnya, kabar positif ini langsung menurunkan harga minyak mentah dunia serta mendongkrak pasar saham Amerika Serikat.
Peluang Emas Diplomatik di Teluk
Kantor berita Iran Fars melaporkan bahwa pemerintah Tehran sedang mengkaji draf kesepakatan damai sementara tersebut secara intensif. Meskipun begitu, pihak Iran belum memberikan jawaban atau keputusan formal hingga hari Kamis ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Trump menjelaskan bahwa kedua negara telah mencapai pemahaman politik yang sangat besar untuk mengakhiri pertempuran. Oleh karena itu, ia berencana mengirim Wakil Presiden JD Vance untuk menandatangani dokumen perjanjian tersebut di Eropa.
Langkah perdamaian ini bergulir setelah Trump membatalkan rencana serangan militer baru ke wilayah kedaulatan Iran. Sebab, ia melihat adanya kemajuan yang sangat pesat dalam proses negosiasi tertutup selama beberapa hari terakhir.
Penyelesaian Aset dan Jalur Pelayaran
Sumber diplomatik mengungkapkan bahwa draf awal akan mengakhiri blokade pelabuhan Iran oleh militer Amerika Serikat. Sementara itu, Iran juga harus melonggarkan pengawasan ketat mereka di sepanjang perairan Selat Hormuz.
Namun, para negosiator masih harus mendiskusikan mekanisme pencairan aset minyak Iran senilai puluhan miliar dolar AS. Sebab, dana raksasa tersebut saat ini masih membeku di berbagai lembaga keuangan luar negeri.
Kedua belah pihak juga sepakat untuk menunda pembahasan program pengembangan nuklir Iran pada perundingan masa depan. Dengan demikian, fokus utama kesepakatan darurat ini adalah pemulihan stabilitas ekonomi dan energi global secepatnya.
Bayang-bayang Penolakan Sayap Kanan
Kesepakatan sementara ini berisiko menghadapi penolakan keras dari kelompok elitis sayap kanan di dalam Kongres AS. Sebab, mereka menuntut penghentian total program pengayaan uranium Iran sebagai syarat mutlak perdamaian.
Trump sendiri mengklaim bahwa para pemimpin negara sekutu regional telah memberikan dukungan penuh terhadap draf ini. Sebagai contoh, Arab Saudi, Israel, Qatar, dan Uni Emirat Arab menyambut baik inisiatif damai tersebut. Pada akhirnya, dunia kini menanti realisasi penandatanganan kesepakatan bersejarah ini demi meredakan badai perang energi global.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa











