Sengketa Bill Pulte Membawa Program Intelijen

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kebuntuan intelijen di Capitol Hill. Perpanjangan wewenang pengawasan asing Seksi 702 FISA terancam gagal akibat penolakan keras bipartisan atas penunjukan kontroversial Bill Pulte. Dok: Istimewa.

Kebuntuan intelijen di Capitol Hill. Perpanjangan wewenang pengawasan asing Seksi 702 FISA terancam gagal akibat penolakan keras bipartisan atas penunjukan kontroversial Bill Pulte. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Para politisi Republik dan Demokrat di Capitol Hill mendesak Presiden Donald Trump untuk segera menunjuk direktur intelijen nasional yang permanen. Langkah taktis ini bertujuan untuk mempermudah Kongres memperpanjang wewenang pengawasan penting sebelum masa berlakunya habis. Namun, Trump hingga saat ini tetap bersikeras menolak usulan tersebut.

Trump justru mempertahankan pilihan sementaranya untuk memimpin berbagai badan intelijen tersebut. Sebab, ia memilih regulator keuangan perumahan federal Bill Pulte meskipun tidak memiliki pengalaman militer atau keamanan nasional.

Akibatnya, kubu Demokrat menolak memberikan dukungan suara untuk memperpanjang aturan Seksi 702 Undang-Undang Pengawasan Intelijen Asing (FISA). Aturan penting ini akan kedaluwarsa pada tanggal 12 Juni ini. Oleh karena itu, Trump meminta perpanjangan jangka pendek untuk memberikan waktu dalam memilih kepala badan yang permanen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ancaman Celah Kosong Pengawasan Asing

Kebuntuan politik ini dapat membatasi kemampuan pemerintah Amerika Serikat dalam mengumpulkan data intelijen asing secara instan. Padahal, turnamen akbar Piala Dunia dan perayaan hari jadi negara ke-250 akan segera bergulir dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Resep Damai: Mengapa Demokrasi Tak Saling Serang

Pemimpin Mayoritas Senat John Thune menegaskan bahwa para pemimpin Republik telah menyampaikan pandangan mereka secara terbuka kepada pihak Gedung Putih. Dengan demikian, mereka berharap presiden segera memahami langkah yang diperlukan demi meloloskan undang-undang tersebut.

Trump mengeklaim sedang mewawancarai lima kandidat mumpuni yang memiliki latar belakang keamanan nasional yang kuat. Ketua DPR Mike Johnson juga mendukung langkah tersebut setelah bertemu langsung dengan Trump untuk membahas kebuntuan ini.

Kontroversi Penunjukan Bill Pulte

Seksi 702 FISA memberikan wewenang hukum bagi CIA, NSA, dan FBI untuk menyadap komunikasi target asing tanpa surat perintah. Meskipun begitu, beberapa politisi skeptis karena khawatir aturan ini menyadap komunikasi warga Amerika Serikat secara tidak sengaja.

Kesepakatan bipartisan sebenarnya sudah hampir rampung setelah kedua kubu merumuskan rancangan undang-undang kompromi. Namun, kubu Demokrat kini menahan dukungan suara karena penunjukan kontroversial Pulte sebagai penjabat direktur.

Baca Juga :  Kebijakan Satu Pintu Danantara Berisiko Ganggu Pasokan Global

Senator Demokrat Mark Warner menyamakan keputusan presiden tersebut dengan melempar granat tangan ke tengah proses legislasi. Akibatnya, tujuh senator Republik bergabung dengan kubu Demokrat untuk memblokir perpanjangan jangka panjang tersebut pekan lalu. Sementara itu, Warner hanya akan mendukung perpanjangan jangka pendek jika Aaron Lukas yang bertindak sebagai penjabat direktur intelijen nasional.

Peringatan Keras Senat dan Tuntutan Mundur

Ketua Komite Intelijen Senat Tom Cotton bersama Ketua Komite Yudisial Senat Chuck Grassley langsung membunyikan alarm bahaya. Oleh sebab itu, mereka mengirim surat resmi untuk memperingatkan potensi terjadinya celah kosong intelijen asing yang kritis.

Para senator juga menyoroti rekam jejak Pulte yang tidak memiliki pengalaman di bidang intelijen atau keamanan nasional. Selain itu, mereka mempersoalkan keterlibatan Pulte dalam penyelidikan kasus dugaan penipuan hipotek di masa lalu.

Pihak oposisi menuduh penyelidikan tersebut murni bertujuan untuk menghukum lawan-lawan politik Donald Trump di tingkat federal. Pada akhirnya, Mike Johnson menilai penunjukan Pulte hanya bersifat sementara sebagai langkah renovasi untuk merampingkan birokrasi lembaga.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay
Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu
Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus
Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle
Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang
Vietnam Siapkan Aturan Ketat Larang Anak di Bawah 16 Tahun
Warga al-Obeid Hadapi Serangan Drone dan Pemerkosaan
Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:30 WIB

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:00 WIB

Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:30 WIB

Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:00 WIB

Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:51 WIB

Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang

Berita Terbaru