Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Perilisan laporan resmi mengenai dugaan diskriminasi terhadap umat Kristen memperuncing polarisasi politik di Amerika Serikat. Satuan Tugas bentukan Presiden Donald Trump menuduh pemerintahan sebelumnya secara sengaja menargetkan penganut Kristen yang memegang nilai-nilai konservatif.

Laporan setebal 200 halaman tersebut meninjau berbagai kebijakan era Joe Biden. Satgas menyimpulkan bahwa hak beragama sering kali terabaikan saat berbenturan dengan pandangan moral pemerintah saat itu. “Pemerintahan Biden membatasi kemampuan umat Kristen untuk bertindak sesuai iman mereka,” tulis laporan tersebut.

Target Penegakan Hukum dan Isu Aborsi

Laporan ini menyoroti poin krusial mengenai penanganan aktivis anti-aborsi. Satgas menuduh Departemen Kehakiman era Biden menuntut hukuman berat bagi aktivis pengadang klinik aborsi. Di sisi lain, laporan tersebut mengeklaim pemerintah kurang menanggapi ancaman terhadap pusat sumber daya kehamilan milik organisasi Kristen.

Sebagai langkah nyata, Presiden Trump memberikan pengampunan (pardon) pada tahun 2025 kepada sekelompok orang yang menerima vonis penjara akibat penyerbuan klinik aborsi di Washington. Laporan ini mempertegas narasi bahwa penegakan hukum sebelumnya memiliki bias ideologis terhadap kelompok pro-kehidupan.

Tekanan Finansial pada Pendidikan dan Vaksin

Laporan tersebut juga memberikan sorotan tajam pada sektor pendidikan. Satgas mengkritik langkah Departemen Pendidikan era Biden yang menjatuhkan denda besar kepada dua institusi Kristen besar, Grand Canyon University dan Liberty University. Pemerintahan Trump baru-baru ini membebaskan Grand Canyon University dari tuduhan tersebut dan membatalkan dendanya.

Baca Juga :  Dinilai Bungkam Kritik, Pasal Penghinaan Presiden Digugat 13 Mahasiswa Hukum ke MK

Selain itu, laporan tersebut mencatat bagaimana pemerintah menolak secara sistematis pengecualian mandat vaksin COVID-19 bagi umat Kristen. Terdapat pula insiden saat regulator federal memerintahkan sebuah rumah sakit Katolik di Oklahoma untuk mematikan lilin kapel. Regulator menganggap lilin tersebut sebagai bahaya keselamatan karena risiko kebakaran. Satgas menilai tindakan-tindakan ini mengganggu praktik keagamaan yang sah.

Perdebatan Simbolis: Bendera Kebanggaan dan Paskah

Konflik nilai juga merambah ke ranah simbolis. Laporan tersebut mengecam kebijakan pengibaran bendera Pride di kedutaan-kedutaan AS, termasuk di Vatikan. Selain itu, laporan ini menyoroti momen saat Hari Visibilitas Transgender bertepatan dengan Minggu Paskah pada tahun 2024.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Satgas menuduh Biden kurang mempertimbangkan iman Kristen secara mendalam. Namun, para pendukung Biden membela sang presiden sebagai seorang Katolik yang taat. Mereka mencatat bahwa Biden rutin bertemu dengan para pemimpin lintas iman untuk bekerja sama dalam berbagai isu kemanusiaan dan keamanan tempat ibadah.

Baca Juga :  Program Makan Bergizi Gratis Kacau, FWK Sebut Bom Waktu Bagi Pendidikan Indonesia

Kritik: “Advokasi Berkedok Penyelidikan”

Di sisi lain, kelompok progresif dan pakar keagamaan memberikan reaksi negatif. Jim Simpson dari Universitas Georgetown menyebut laporan ini sebagai “advokasi berkedok penyelidikan.” Menurutnya, laporan tersebut secara keliru memposisikan umat Kristen sebagai minoritas teraniaya, padahal mereka merupakan kelompok agama terbesar dan paling berpengaruh di Amerika.

Amanda Tyler dari Baptist Joint Committee juga mengkritik penggunaan anekdot pilihan (cherry-picked). Ia berpendapat bahwa pengadilan seharusnya menyelesaikan perselisihan hukum, bukan laporan politik yang partisan. Kritik ini menunjukkan bahwa laporan Satgas justru berisiko memperdalam jurang perbedaan di masyarakat Amerika pada tahun 2026.

Menuju Laporan Komisi Kebebasan Beragama

Pemerintah merilis laporan ini bersamaan dengan persiapan laporan lain dari Komisi Kebebasan Beragama bentukan Trump. Pemerintah berharap serangkaian dokumen ini menjadi landasan kebijakan baru untuk memperkuat perlindungan bagi kelompok berbasis agama.

Dunia kini memantau bagaimana Washington menyeimbangkan perlindungan hak beragama dengan prinsip negara pluralistik. Di tengah gejolak politik 2026, perdebatan mengenai peran agama dalam ruang publik tetap menjadi isu sensitif yang menentukan stabilitas nasional Amerika Serikat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok
Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi
Tabrak Lari di Kalimalang, Pedagang Buah Terluka Parah – Polisi Buru Sopir Pajero Hitam
BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026
Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit
10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone
Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:29 WIB

Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:15 WIB

Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:04 WIB

Tabrak Lari di Kalimalang, Pedagang Buah Terluka Parah – Polisi Buru Sopir Pajero Hitam

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:40 WIB

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Berita Terbaru

Inggris dalam siaga

INTERNASIONAL

Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:15 WIB

Transformasi di garis depan. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengumumkan reformasi sistemik militer Ukraina mulai Juni 2026 guna mengatasi kekurangan personel dan meningkatkan kesejahteraan pasukan infanteri. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB