Prancis Galang Aliansi G7 untuk Amankan Pasokan Mineral Kritis

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kedaulatan industri hijau. Prancis menyerukan kerja sama internasional G7 untuk membangun alternatif pasokan tanah jarang guna mengakhiri ketergantungan pada China dan memperkuat sektor otomotif serta pertahanan Eropa. Dok:   REUTERS/Yves Herman.

Kedaulatan industri hijau. Prancis menyerukan kerja sama internasional G7 untuk membangun alternatif pasokan tanah jarang guna mengakhiri ketergantungan pada China dan memperkuat sektor otomotif serta pertahanan Eropa. Dok: REUTERS/Yves Herman.

LACQ, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Prancis mengambil langkah agresif untuk melindungi masa depan industrinya dari dominasi pasar global. Menteri Keuangan Roland Lescure mengumumkan rencana besar guna membangun kembali kemandirian pasokan mineral kritis di dalam negeri. Hal ini dilakukan sebagai upaya nyata untuk menghadapi posisi tawar China yang kian kuat.

Sebagai bagian dari rencana tersebut, pertemuan daring negara-negara G7 dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis ini. Agenda tersebut merupakan langkah awal persiapan KTT para pemimpin G7 di kota Evian pada pertengahan Juni mendatang. Lescure menyampaikan pengumuman ini langsung dari Lacq, sebuah kota di barat daya Prancis. Saat ini, Lacq sedang dipersiapkan untuk menjadi pusat utama aktivitas pengolahan tanah jarang nasional.

Melawan Monopoli: Belajar dari Krisis OPEC 1970

Dalam pernyataannya, Lescure menegaskan bahwa China telah menguasai pangsa pasar yang sangat besar. Dominasi tersebut tercipta melalui investasi masif dan kebijakan harga yang sengaja menyingkirkan kompetitor potensial. Oleh karena itu, kondisi ini dipandang sebagai ancaman serius bagi stabilitas ekonomi negara-negara maju.

“Salah satu proyek yang kami rancang dalam G7 adalah memastikan pengembangan alternatif melalui kerja sama internasional,” ujar Lescure kepada wartawan. Ia membandingkan inisiatif ini dengan pembentukan Badan Energi Internasional (IEA) pada era 1970-an. Saat itu, dunia harus bersatu menghadapi monopoli produksi minyak oleh OPEC. Maka dari itu, kerja sama G7 kali ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan pasar yang serupa di sektor mineral.

Baca Juga :  Pasukan Pakistan Rebut Kembali Kota Nushki: 197 Militan Tewas dalam Operasi Skala Besar

Strategi Domestik dan Target Ambisius 2030

Strategi Prancis ternyata tidak hanya berhenti pada level diplomasi semata. Pemerintah juga bertekad membangun kembali rantai pasok tanah jarang dan magnet permanen dari hulu ke hilir. Fokus utama langkah ini adalah memastikan ketersediaan bahan baku untuk kendaraan listrik, turbin angin, elektronik, hingga sektor pertahanan.

Secara spesifik, pemerintah menetapkan target produksi yang sangat ambisius pada tahun 2030:

  • Tanah Jarang Berat: Memenuhi 100% permintaan Eropa.
  • Tanah Jarang Ringan: Mencakup sekitar seperempat dari kebutuhan benua biru.
  • Paduan Logam (Alloys): Menyuplai sekitar 10% dari total kebutuhan industri Eropa.

Dukungan Finansial dan Insentif Investasi

Guna mempercepat realisasi proyek-proyek strategis ini, negara akan melonggarkan akses jaminan bagi investor. Selain itu, pemerintah Prancis berkomitmen memperpanjang dan menyederhanakan kredit pajak untuk investasi industri hijau hingga tahun 2028. Langkah ini diharapkan mampu menarik minat lebih banyak pelaku usaha di sektor tersebut.

Baca Juga :  Trump Batalkan Serangan Kedua: AS Janjikan $100 Miliar

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, dukungan pendanaan tambahan akan mengalir melalui program investasi jangka panjang yang sudah ada. Pemerintah juga menyiapkan dana logam khusus (dedicated metals fund) untuk menopang sektor ini. Terlebih lagi, otoritas berencana melakukan pendekatan kepada para pedagang internasional guna mengamankan pasokan mineral kritis. Pemerintah pun bersedia menawarkan jaminan pembiayaan proyek negara Prancis sebagai insentif tambahan.

Menuju Arsitektur Keamanan Industri Baru

Langkah Prancis pada tahun 2026 ini menunjukkan pergeseran paradigma ekonomi yang signifikan. Kini, keamanan pasokan menjadi prioritas utama di atas efisiensi harga semata. Dengan melibatkan kekuatan G7, Prancis berupaya menciptakan fondasi industri yang lebih tangguh terhadap guncangan geopolitik.

Singkatnya, keberhasilan inisiatif ini akan menjadi penentu bagi revolusi teknologi hijau di Eropa. Hal ini penting agar benua tersebut tidak lagi tersandera oleh kebijakan perdagangan satu negara saja. Masyarakat industri kini memantau hasil pertemuan Kamis besok sebagai sinyal awal lahirnya blok ekonomi baru di sektor mineral kritis global.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Bekasi Fokus Benahi Jalan Rusak di Babelan dan Tarumajaya Mulai Awal Juni 2026
Presiden Lai Ching-te Pulang ke Taiwan Usai Kunjungan Defian ke Eswatini
Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Polisi Nilai Jakarta Belum Aman
Ethiopia dan Sudan Saling Tuding Langgar Wilayah
Demi Gift TikTok, Pasangan di Sidrap Nekat Bikin Konten Erotis
Sidang Isbat Idul Adha 2026 Digelar 17 Mei, Kemenag Tunggu Hasil Rukyat Hilal
Wabah Hantavirus Lumpuhkan Kapal Pesiar MV Hondius
Tragis! Pria yang Lerai Tawuran di Cipinang Tewas Tertemper Kereta

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:11 WIB

Pemkab Bekasi Fokus Benahi Jalan Rusak di Babelan dan Tarumajaya Mulai Awal Juni 2026

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:02 WIB

Presiden Lai Ching-te Pulang ke Taiwan Usai Kunjungan Defian ke Eswatini

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:08 WIB

Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Polisi Nilai Jakarta Belum Aman

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:53 WIB

Ethiopia dan Sudan Saling Tuding Langgar Wilayah

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:08 WIB

Sidang Isbat Idul Adha 2026 Digelar 17 Mei, Kemenag Tunggu Hasil Rukyat Hilal

Berita Terbaru

Ilustrasi, Ketegangan di perbatasan. Ethiopia dan Sudan saling melemparkan tuduhan serius mengenai dukungan terhadap pasukan pemberontak dan serangan drone lintas batas, memicu kekhawatiran akan pecahnya konfrontasi terbuka di wilayah tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ethiopia dan Sudan Saling Tuding Langgar Wilayah

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:53 WIB