Kepala Microsoft Israel Mundur Usai Azure Digunakan Militer

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Etika teknologi di garis depan. Pimpinan Microsoft Israel resmi mengundurkan diri setelah penyelidikan internal membongkar penggunaan platform Azure oleh militer untuk penyadapan massal warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Dok: Istimewa.

Etika teknologi di garis depan. Pimpinan Microsoft Israel resmi mengundurkan diri setelah penyelidikan internal membongkar penggunaan platform Azure oleh militer untuk penyadapan massal warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Dok: Istimewa.

TEL AVIV, POSNEWS.CO.ID – Guncangan etika melanda raksasa teknologi Microsoft di Timur Tengah. General Manager Microsoft Israel, Alon Haimovich, secara resmi meninggalkan posisinya setelah perusahaan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap praktik bisnis dengan militer.

Langkah ini menyusul laporan investigasi dari The Guardian, +972 Magazine, dan Local Call. Investigasi tersebut mengungkap bahwa teknologi Microsoft menjadi tulang punggung operasi intelijen militer yang kontroversial. Selain Haimovich, beberapa manajer senior lainnya juga dilaporkan telah meninggalkan perusahaan tersebut.

Penyalahgunaan Azure: Penyadapan Jutaan Telepon

Fokus utama skandal ini adalah penggunaan platform cloud Azure oleh Unit 8200. Unit intelijen elit tersebut membangun sistem pengawasan yang mampu mengumpulkan dan menganalisis jutaan panggilan telepon warga Palestina. Secara khusus, operasi ini mencakup wilayah Gaza dan Tepi Barat secara masif setiap harinya.

Kapasitas penyimpanan dan daya komputasi Azure yang hampir tanpa batas memudahkan militer untuk memutar kembali dan membedah percakapan sipil. Oleh karena itu, penemuan ini memicu kekhawatiran besar di kantor pusat Microsoft di Redmond, Amerika Serikat. Pimpinan senior merasa tidak mendapatkan informasi transparan mengenai penggunaan spesifik teknologi tersebut oleh militer Israel.

Baca Juga :  Sistem yang Pincang: Si Kaya Makin Kaya

Pelanggaran Kode Etik dan Pemutusan Akses

Penyelidikan internal yang melibatkan firma hukum AS, Covington & Burling, menyimpulkan bahwa Unit 8200 telah melanggar ketentuan layanan. Microsoft secara tegas melarang penggunaan teknologinya untuk memfasilitasi surveilans massal terhadap warga sipil.

“Kami tidak menyediakan teknologi untuk memfasilitasi pengawasan massal warga sipil,” tegas Brad Smith, Wakil Ketua dan Presiden Microsoft. Akibatnya, Microsoft segera menghentikan akses Unit 8200 terhadap layanan cloud dan produk AI yang mendukung proyek tersebut. Keputusan ini menjadi salah satu tindakan paling keras yang pernah Microsoft ambil terhadap klien militer tingkat tinggi.

Kedekatan dengan Unit 8200 Sejak 2021

Dokumen internal menunjukkan bahwa Alon Haimovich berperan penting dalam membina hubungan dengan Unit 8200. Kerja sama ini menguat setelah pertemuan antara CEO Microsoft Satya Nadella dengan komandan unit tersebut pada tahun 2021.

Baca Juga :  Kabel PJU Diduga Dicuri, Jalan Raya Cilincing Gelap Gulita, Polisi Selidiki

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, Haimovich mengawasi pembangunan area khusus di dalam infrastruktur Azure untuk menyimpan materi intelijen sensitif. Namun, pihak pusat mengeklaim bahwa Satya Nadella dan eksekutif puncak lainnya tidak mengetahui bahwa arsip komunikasi harian warga Palestina dipindahkan ke dalam cloud mereka. Meskipun demikian, Haimovich dalam pesan perpisahannya tetap membanggakan pencapaian menjadikan Israel sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat bagi Microsoft.

Dampak pada Reputasi Global

Skandal ini memperburuk citra perusahaan teknologi di tengah meningkatnya tuntutan akuntabilitas atas keterlibatan mereka dalam konflik bersenjata. Singkatnya, pengunduran diri Haimovich menjadi simbol kegagalan pengawasan etika di tingkat regional.

Dengan demikian, masyarakat internasional kini menuntut transparansi lebih besar dari perusahaan Big Tech lainnya. Di tahun 2026 ini, integritas platform digital dalam melindungi hak asasi manusia tetap menjadi isu krusial yang menentukan kepercayaan pengguna di seluruh dunia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

China Desak AS Hentikan Penjualan Senjata ke Taiwan
ITW Soroti Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Jadi Komjen, Prestasi Dipertanyakan
Senator Filipina Desak Marcos Jr. Tolak Perintah Tangkap ICC
Sam Altman Sebut Elon Musk Terobsesi Kuasai OpenAI
Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar
Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik
Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih
Kemlu RI Update Tragedi Kapal WNI di Malaysia: 23 Selamat, Pencarian Masih Berlanjut

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:57 WIB

China Desak AS Hentikan Penjualan Senjata ke Taiwan

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:54 WIB

Kepala Microsoft Israel Mundur Usai Azure Digunakan Militer

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:22 WIB

ITW Soroti Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Jadi Komjen, Prestasi Dipertanyakan

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:49 WIB

Senator Filipina Desak Marcos Jr. Tolak Perintah Tangkap ICC

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:45 WIB

Sam Altman Sebut Elon Musk Terobsesi Kuasai OpenAI

Berita Terbaru

Diplomasi lintas selat. Pemerintah China memaparkan manfaat budaya dan ekonomi dari penyatuan kembali secara damai, sembari memperingatkan Amerika Serikat untuk menghentikan dukungan militer bagi pasukan separatis di Taiwan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

China Desak AS Hentikan Penjualan Senjata ke Taiwan

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:57 WIB

Etika teknologi di garis depan. Pimpinan Microsoft Israel resmi mengundurkan diri setelah penyelidikan internal membongkar penggunaan platform Azure oleh militer untuk penyadapan massal warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kepala Microsoft Israel Mundur Usai Azure Digunakan Militer

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:54 WIB

Konfrontasi hukum internasional. Senator Ronald

INTERNASIONAL

Senator Filipina Desak Marcos Jr. Tolak Perintah Tangkap ICC

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:49 WIB

Konfrontasi para titan. CEO OpenAI Sam Altman memberikan kesaksian panas di pengadilan, mengungkap ambisi kontrol absolut Elon Musk yang menjadi pemicu keretakan hubungan di raksasa kecerdasan buatan tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Sam Altman Sebut Elon Musk Terobsesi Kuasai OpenAI

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:45 WIB