BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah China memberikan mandat diplomatik yang kuat kepada Pakistan. Langkah ini bertujuan memecah kebuntuan di Teluk Persia. Menteri Luar Negeri Wang Yi secara khusus meminta Islamabad meningkatkan upaya mediasi. Fokus utamanya adalah memastikan pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai urat nadi energi global.
Wang Yi menyampaikan seruan tersebut melalui telepon kepada Mohammad Ishaq Dar. Langkah ini mencerminkan ketergantungan Beijing pada stabilitas kawasan tersebut. Selain itu, China memercayai kapasitas diplomasi Pakistan dalam menjembatani konflik Washington dan Teheran pada tahun 2026.
Pakistan Briefing China Soal Perundingan AS-Iran
Dalam pembicaraan tersebut, Menlu Ishaq Dar memberikan laporan mendalam. Ia memaparkan berbagai upaya Pakistan baru-baru ini. Pakistan telah bekerja keras memfasilitasi pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran. Langkah ini bertujuan meredakan ketegangan militer yang melumpuhkan Selat Hormuz.
Dar menyampaikan terima kasih atas dukungan konsisten China. Oleh karena itu, Pakistan berharap dapat memperkuat koordinasi dengan Beijing. Hal ini penting guna memainkan peran positif dalam menjaga perdamaian regional. Menanggapi laporan tersebut, Wang Yi memuji kontribusi Pakistan. Ia menilai Pakistan sukses membantu memperpanjang gencatan senjata sementara di kawasan konflik.
Persahabatan Besi dan Peringatan 75 Tahun Diplomasi
Momentum diplomasi ini bertepatan dengan persiapan peringatan 75 tahun hubungan kedua negara. Wang Yi menekankan pentingnya tonggak sejarah ini bagi China dan Pakistan. Ia ingin kedua negara meningkatkan “persahabatan besi” ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kita harus terus memperkuat komunikasi strategis,” ujar Wang Yi. Selanjutnya, China berkomitmen untuk memajukan kerja sama praktis. Kerja sama ini berjalan dalam kerangka Kemitraan Strategis Sepanjang Cuaca. Kedua pihak berencana menggelar berbagai kegiatan peringatan guna mengukuhkan solidaritas yang telah teruji selama tujuh dekade.
Menghadapi Turbulensi Global dan Multilateralisme
Terkait situasi internasional yang tidak menentu, Wang Yi mendesak adanya suara bersama. Ia ingin China dan Pakistan menyuarakan posisi yang adil di platform PBB. China memandang persatuan dengan Pakistan sangat krusial. Hal tersebut penting guna membela prinsip multilateralisme di tengah tekanan kebijakan unilateral Barat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara khusus, Wang Yi menegaskan pemulihan damai di Timur Tengah adalah aspirasi internasional. Hal ini bukan hanya menyangkut kepentingan regional semata. “China akan terus mendukung upaya mediasi Pakistan,” tambahnya. China juga berkomitmen memberikan kontribusi nyata untuk mencapai tujuan perdamaian tersebut.
Menanti Terobosan di Jalur Nadi Dunia
Dukungan China memberikan beban moral tambahan bagi misi mediasi Pakistan. Singkatnya, keberhasilan Islamabad meyakinkan Iran akan menjadi kemenangan besar diplomasi Asia. Pembukaan kembali Selat Hormuz tetap menjadi target utama di tahun 2026.
Masyarakat internasional kini menanti langkah teknis selanjutnya dari Pakistan. Lampu hijau dari Beijing telah memperkuat posisi tawar Islamabad. Dengan demikian, sinergi ekonomi China dan posisi strategis Pakistan menjadi kunci. Kolaborasi ini diharapkan mampu mencegah resesi ekonomi global akibat krisis energi berkepanjangan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












