Ben-Gvir Tuai Kecaman Internasional Pasca-Video Ejekan Aktivis Gaza

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memicu kemarahan global setelah mengunggah video yang mengejek aktivis bantuan Gaza yang sedang ditahan. Dok: Istimewa.

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memicu kemarahan global setelah mengunggah video yang mengejek aktivis bantuan Gaza yang sedang ditahan. Dok: Istimewa.

JERUSALEM, POSNEWS.CO.ID – Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memicu badai diplomatik baru. Ia mengunggah serangkaian video di media sosial yang mengejek para aktivis bantuan kemanusiaan dalam tahanan. Tindakan ini membuat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegur keras sang menteri.

Ben-Gvir merekam dirinya saat berjalan di antara sekitar 430 tahanan. Dalam video tersebut, ia melambai-lambaikan bendera Israel berukuran besar. Ia bahkan menuntut Netanyahu agar menjebloskan para aktivis ke penjara teroris untuk waktu yang lama.

Teguran Keras dari Perdana Menteri

Netanyahu menanggapi tindakan tersebut dengan sangat serius. Meskipun ia mengakui hak Israel untuk menghentikan “armada provokatif pendukung teroris Hamas,” ia tetap tidak membenarkan aksi Ben-Gvir.

“Tindakan menteri tersebut tidak sejalan dengan nilai-nilai dan norma Israel,” tegas Netanyahu dalam pernyataan bersama. Selanjutnya, ia menginstruksikan otoritas terkait agar segera mendeportasi para aktivis tersebut secepat mungkin.

Gelombang Kecaman Internasional

Tindakan Ben-Gvir memicu gelombang protes diplomatik di berbagai ibu kota dunia. Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menyebut video tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat diterima. Oleh karena itu, Italia memanggil duta besar Israel di Roma sebagai bentuk protes resmi.

Baca Juga :  Wanita Menangis Disiksa Pacar, Polisi Bongkar Modus Ajak Aksi Kriminal

Selain itu, pemerintah Inggris, Kanada, dan Turki turut melayangkan kritik serupa. Mereka menganggap perlakuan terhadap para aktivis tersebut melanggar martabat kemanusiaan. Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, menuntut penjelasan resmi dari pemerintah Israel mengenai standar perlakuan terhadap para tahanan tersebut.

Polemik di Parlemen Israel

Ketegangan tidak hanya terjadi di level internasional, tetapi juga di dalam negeri. Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, mengkritik keras rekan sejawatnya tersebut melalui platform media sosial X.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Anda dengan sengaja menyebabkan kerugian bagi negara kita melalui tampilan yang memalukan ini,” tulis Saar. Namun, Ben-Gvir membalas kritik tersebut dengan tuduhan bahwa Saar telah tunduk kepada teroris. Ia berargumen bahwa permintaan maaf Israel kepada para aktivis hanya akan menunjukkan tanda kelemahan dan kepatuhan.

Konteks Operasi Flotilla dan Blokade Gaza

Israel menahan para aktivis setelah melakukan intersepsi terhadap kapal-kapal bantuan di perairan internasional dekat Siprus. Militer Israel mengeklaim armada bantuan tersebut merupakan “aksi publisitas untuk mendukung Hamas.”

Baca Juga :  Tabung Gas Bocor Meledak di Kosambi, Satu Keluarga Alami Luka Bakar Serius

Pihak aktivis membantah tuduhan tersebut. Mereka menegaskan bahwa mereka membawa bantuan simbolis untuk memperingatkan dunia mengenai kondisi kemanusiaan di Gaza. Sebagai catatan, lebih dari 72.700 orang telah tewas di Gaza sejak perang dimulai pada Oktober 2023. Blokade laut yang Israel berlakukan sejak 2007 hingga saat ini terus membatasi akses kebutuhan pokok bagi dua juta penduduk Gaza.

Diplomasi di Tengah Konflik

Insiden ini mempertegas betapa sulitnya menjaga citra diplomatik di tengah pertempuran yang brutal. Singkatnya, tindakan provokatif pejabat senior justru memperumit upaya Israel dalam mencari dukungan global.

Dengan demikian, masyarakat internasional kini menanti langkah deportasi yang dijanjikan oleh Netanyahu. Di tahun 2026 yang penuh dengan ketegangan ini, ketegasan pemerintah Israel dalam menindak aksi menterinya sendiri menjadi penentu utama dalam mempertahankan dukungan negara-negara Barat di masa depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sopir Taksi Mogok di Rel Bekasi Timur Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Kelalaian
Ukraina Perkuat Perbatasan Utara di Tengah Tekanan Rusia
Jelang Iduladha, Satpol PP Bongkar Lapak Kurban Liar di Johar Baru dan Tanah Abang
Pendaki Singapura Tewas di Gunung Dukono, Polisi Bongkar Kelalaian Open Trip
WHO Tetapkan Status Darurat Internasional di Tengah Konflik
Menteri HAM Dorong Penghapusan Jejak Digital bagi Terdakwa Tak Bersalah
Solidaritas di Beijing: China dan Rusia Kecam Kebijakan Rudal Trump
Senator Republik Ragu Dukung Dana Keamanan $1 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:42 WIB

Ben-Gvir Tuai Kecaman Internasional Pasca-Video Ejekan Aktivis Gaza

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:58 WIB

Sopir Taksi Mogok di Rel Bekasi Timur Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Kelalaian

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:38 WIB

Ukraina Perkuat Perbatasan Utara di Tengah Tekanan Rusia

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:06 WIB

Jelang Iduladha, Satpol PP Bongkar Lapak Kurban Liar di Johar Baru dan Tanah Abang

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:42 WIB

Pendaki Singapura Tewas di Gunung Dukono, Polisi Bongkar Kelalaian Open Trip

Berita Terbaru

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memicu kemarahan global setelah mengunggah video yang mengejek aktivis bantuan Gaza yang sedang ditahan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ben-Gvir Tuai Kecaman Internasional Pasca-Video Ejekan Aktivis Gaza

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:42 WIB

Langkah preventif di Kyiv. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengerahkan pasukan tambahan ke wilayah utara dan meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Belarus guna menangkal ancaman serangan baru Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ukraina Perkuat Perbatasan Utara di Tengah Tekanan Rusia

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:38 WIB