KYIV, POSNEWS.CO.ID – Konflik Rusia-Ukraina kembali memanas melalui serangkaian serangan drone lintas batas. Pasukan Ukraina melancarkan operasi besar terhadap fasilitas energi Rusia di wilayah Krasnodar pada Sabtu pagi. Serangan ini menghantam terminal minyak Sheskharis di Novorossiysk.
Otoritas Novorossiysk mengonfirmasi adanya kebakaran di terminal minyak tersebut. Puing drone memicu kobaran api yang hebat. Selain itu, media Astra melaporkan bahwa drone Ukraina menghantam terminal serta depot minyak Sheskharis. Fasilitas ini berfungsi sebagai titik akhir pipa utama perusahaan negara Transneft.
Ukraina Perluas Kemampuan Serangan Jarak Jauh
Pasukan Ukraina secara konsisten memperluas kemampuan serangan jarak menengah dan jauh mereka. Mereka kini mengandalkan teknologi drone dan rudal hasil pengembangan domestik. Langkah ini memperkuat upaya Kyiv dalam melawan invasi Rusia yang telah memasuki tahun keempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Oleh karena itu, serangan terhadap aset minyak Rusia kini menjadi rutinitas harian. Ukraina menganggap aset energi tersebut memainkan peran kunci dalam membiayai mesin perang Moskow. Selanjutnya, pihak Staf Umum Ukraina mengonfirmasi bahwa mereka juga berhasil menyerang sebuah kapal tanker milik “armada bayangan” Rusia di Laut Hitam.
Tragedi Starobilsk: Korban Jiwa Terus Bertambah
Di sisi lain, duka mendalam menyelimuti wilayah pendudukan Luhansk. Kementerian Situasi Darurat Rusia memperbarui data korban serangan drone ke asrama mahasiswa di Starobilsk. Jumlah korban tewas kini mencapai 18 orang. Sementara itu, setidaknya 60 orang lainnya mengalami luka-luka.
Presiden Vladimir Putin mengutuk serangan asrama tersebut sebagai tindak kriminal. Ia memerintahkan militer untuk segera menyusun rencana aksi balasan. Putin bersikeras bahwa tidak ada fasilitas militer di dekat lokasi kejadian. Maka dari itu, Moskow membawa isu ini ke sesi darurat Dewan Keamanan PBB.
Ketegangan di Dewan Keamanan PBB
Duta Besar Ukraina untuk PBB, Andrii Melnyk, membantah keras tuduhan kejahatan perang tersebut. Ia menyebut klaim Rusia sebagai pertunjukan propaganda semata.
Dalam pertemuan tersebut, Melnyk menegaskan bahwa operasi militer Ukraina pada 22 Mei lalu secara eksklusif menyasar mesin perang Rusia. Dengan demikian, Kyiv menolak bertanggung jawab atas dampak collateral yang diklaim oleh Kremlin. Ketegangan ini menunjukkan betapa dalamnya kebuntuan diplomatik di tengah intensitas pertempuran yang terus meningkat.
Medan Tempur Drone yang Mematikan
Meskipun pertempuran di garis depan tampak menemui jalan buntu, serangan drone kini mengubah wajah konflik. Singkatnya, kedua pihak kini saling serang menggunakan teknologi tanpa awak di luar zona tempur tradisional.
Dengan demikian, masyarakat internasional terus mengamati eskalasi ini dengan penuh kekhawatiran. Di tahun 2026 yang penuh gejolak, ketahanan infrastruktur energi dan perlindungan terhadap fasilitas sipil menjadi ujian terbesar bagi stabilitas di Eropa Timur.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












