Kapal Tanker Jepang Berhasil Tembus Blokade Selat Hormuz

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenangan logistik. Sebuah kapal tanker Jepang berhasil melintasi Selat Hormuz yang terblokade, membawa pasokan minyak krusial menuju Prefektur Aichi di tengah krisis energi global yang melanda Asia. Dok: Istimewa.

Kemenangan logistik. Sebuah kapal tanker Jepang berhasil melintasi Selat Hormuz yang terblokade, membawa pasokan minyak krusial menuju Prefektur Aichi di tengah krisis energi global yang melanda Asia. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Kapal tanker minyak Jepang mencapai pelabuhan domestik pada Senin ini. Kapal tersebut berhasil melewati Selat Hormuz yang sempat terblokade ketat. Peristiwa ini menjadi pelintasan pertama sejak perang Iran meletus dua bulan lalu.

Anak perusahaan Idemitsu Kosan Co. mengoperasikan kapal tanker tersebut. Mereka membawa 2 juta barel minyak mentah menuju Prefektur Aichi, Jepang Tengah. Pasokan ini setara dengan 80 persen kebutuhan harian dalam negeri. Sekretaris Kabinet Minoru Kihara mengonfirmasi kedatangan kapal tersebut sebagai berita positif bagi stabilitas energi nasional.

Mengamankan Jalur Pasokan Energi

Pemerintah Jepang terus mendesak Iran agar menjamin jalur aman bagi kapal dari negara mana pun. Oleh karena itu, Tokyo melakukan upaya diplomatik intensif untuk membuka kembali Selat Hormuz. Hal ini sangat penting mengingat hampir seluruh kebutuhan minyak mentah Jepang melewati jalur tersebut.

Selain itu, pemerintah Jepang melaporkan bahwa sebanyak 39 kapal yang terafiliasi dengan mereka masih terjebak di Teluk Persia. Maka dari itu, Kihara menegaskan komitmen pemerintah untuk terus melakukan koordinasi diplomatik. Mereka ingin memastikan seluruh kapal dapat melintas dengan aman dalam waktu dekat.

Perjalanan Panjang Idemitsu Maru

Data sistem identifikasi otomatis kapal menunjukkan perjalanan panjang Idemitsu Maru. Kapal berbendera Panama dengan panjang 300 meter ini memasuki Teluk Persia pada akhir Februari. Kejadian itu berlangsung tepat sebelum Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan ke Iran.

Kemudian, kapal memuat minyak mentah di Arab Saudi pada awal Maret. Namun, Iran segera memblokade selat tersebut tak lama setelahnya. Akibatnya, kapal sempat tertahan selama sepekan di lepas pantai Abu Dhabi. Namun, kapal akhirnya mendapatkan izin dari otoritas Iran untuk melintas pada 28 April.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Perpanjang Aktivasi Rekening PIP 2025 hingga 28 Februari 2026

Rute Alternatif dan Masa Depan Pasokan

Setelah meninggalkan Teluk Persia, kapal menempuh rute melalui perairan India. Selanjutnya, mereka melintasi Selat Malaka sebelum akhirnya tiba di Jepang. Perjalanan ini memakan waktu cukup panjang, namun berhasil mengamankan cadangan minyak yang sangat dibutuhkan.

Di sisi lain, perusahaan minyak besar lainnya, Eneos Holdings Inc., juga melaporkan keberhasilan serupa. Salah satu tanker afiliasi mereka telah melewati Selat Hormuz pada pertengahan Mei. Kapal tersebut diperkirakan akan tiba di Jepang antara akhir Mei hingga awal Juni mendatang.

Menjaga Kedaulatan Energi

Kesuksesan pelintasan ini menjadi sinyal positif bagi ekonomi Jepang di tengah ketidakpastian global tahun 2026. Singkatnya, kemampuan diplomasi Tokyo dalam menegosiasikan akses energi terbukti efektif. Pemerintah berkomitmen penuh untuk menjaga kelancaran rantai pasok industri meskipun konflik regional belum menunjukkan tanda berakhir.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS Batalkan Latihan Militer Amfibi Ssangyong dengan Korsel
Selandia Baru Rancang Undang-Undang Larangan Media Sosial
Jepang Janjikan Dukungan untuk Presiden ICC Tomoko
Serangan Drone Rusia Hantam Pusat Perbelanjaan Ukraina
AS Berlakukan Tarif 50% ke Kanada, Ottawa Langsung Balas
Tabrakan Maut di Inggris Utara Tewaskan Tujuh Orang
Hakim Federal AS Batalkan Kebijakan Larangan Visa
Serangan Drone Ukraina Tewaskan 10 Orang di Rusia

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:42 WIB

AS Batalkan Latihan Militer Amfibi Ssangyong dengan Korsel

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Selandia Baru Rancang Undang-Undang Larangan Media Sosial

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Jepang Janjikan Dukungan untuk Presiden ICC Tomoko

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:10 WIB

Serangan Drone Rusia Hantam Pusat Perbelanjaan Ukraina

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:00 WIB

AS Berlakukan Tarif 50% ke Kanada, Ottawa Langsung Balas

Berita Terbaru

Aktor Revaldo Fifaldi. (Posnews/YouTube)

ENTERTAINMENT

Jatuh di Lubang yang Sama, Revaldo Kembali Diamankan Kasus Narkoba

Selasa, 25 Agu 2026 - 18:58 WIB

Perilaku otomatis sistem operasi Windows 11 yang menghapus driver GPU diskrit setelah laptop gaming lama beroperasi dalam mode Eco memicu kebingungan pengguna. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Windows 11 Laporkan Hapus Driver GPU Laptop Gaming

Selasa, 25 Agu 2026 - 16:12 WIB

Ilustrasi, Korban Kecelakaan tewas. (Freepik/rawpixel)

DAERAH

Senggolan Maut di Puncak, Pasutri Tewas Terlindas Dump Truck

Selasa, 25 Agu 2026 - 15:51 WIB