Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa: Rekor Suhu Mei Pecah

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Langkah taktis di Brussel. Uni Eropa menyetujui komitmen perbaikan dari platform X milik Elon Musk guna mengatasi sanksi denda konten digital. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Langkah taktis di Brussel. Uni Eropa menyetujui komitmen perbaikan dari platform X milik Elon Musk guna mengatasi sanksi denda konten digital. Dok: Istimewa.

PARIS, POSNEWS.CO.ID – Eropa kini menghadapi gelombang panas yang tidak biasa. Suhu ekstrem memecahkan rekor di berbagai wilayah, termasuk Inggris, pada hari Senin lalu. Akibatnya, pemerintah mengeluarkan peringatan kesehatan setelah media melaporkan kematian di sejumlah ajang olahraga amatir di Prancis.

Menteri Olahraga Prancis, Marina Ferrari, menyampaikan duka cita kepada keluarga seorang pelari yang meninggal pada hari Minggu di Paris. Surat kabar Le Parisien melaporkan bahwa pria berusia 53 tahun itu mengalami serangan jantung saat berlari di arondisemen ke-20. Selanjutnya, tim pemadam kebakaran gagal menyelamatkan nyawanya.

Meskipun penyebab pasti kematian belum terkonfirmasi, Ferrari melihat adanya keterkaitan dengan suhu panas. Saat itu, suhu di Paris mencapai 32 derajat Celsius pada siang hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Peristiwa yang terjadi selama perlombaan lari hari Minggu menjadi pengingat bagi kita,” tulis Ferrari di akun X miliknya. Oleh karena itu, ia mendesak masyarakat untuk tetap waspada saat berolahraga di cuaca ekstrem. Di samping itu, ia mendoakan keluarga korban dan memberikan apresiasi kepada petugas layanan darurat.

Baca Juga :  China Kecam Jepang dan Uni Eropa Soal Isu Maritim

Kematian di Lyon dan Rekor Suhu Prancis

Sementara itu, di kota Lyon, media lokal Actu Lyon melaporkan kematian seorang wanita pada hari Senin. Ia mengalami serangan panas saat mengikuti kompetisi olahraga lainnya pada hari Minggu.

Meteo France menyatakan bahwa suhu saat ini memecahkan rekor untuk bulan Mei. Suhu di banyak wilayah Prancis melonjak melampaui 30 derajat Celsius. Selain itu, prakiraan cuaca menunjukkan kondisi ini akan berlangsung hingga sepanjang minggu.

Rekor Suhu Baru di Inggris

Inggris mencatatkan rekor suhu terpanas untuk bulan Mei pada hari Senin. Pemerintah sebelumnya telah mendeklarasikan gelombang panas di berbagai wilayah.

Warga dan wisatawan berbondong-bondong memadati pantai serta taman kota untuk mencari kesejukan pada hari libur. Suhu mencapai 34,8 derajat Celsius di Kew Gardens, London Barat Daya. Dengan demikian, angka ini melampaui rekor sebelumnya sebesar 32,8 derajat Celsius yang tercatat pada tahun 1922 dan 1944.

Baca Juga :  Bupati Fadia Arafiq Terjaring OTT KPK Bersama Orang Kepercayaan dan Ajudan

Oleh sebab itu, Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mengeluarkan peringatan kesehatan level amber (kuning) untuk pertama kalinya tahun ini. Mereka memperingatkan potensi kenaikan angka kematian, terutama bagi kelompok lansia, selama periode suhu puncak di siang hari.

Dampak Iklim yang Semakin Liar

Cuaca ekstrem yang lebih intens kini terjadi semakin sering seiring dengan pemanasan Bumi. Para ahli menyatakan bahwa fenomena cuaca yang mematikan terkadang muncul di waktu yang tidak lazim. Singkatnya, kondisi ini menempatkan lebih banyak orang dalam bahaya.

Oleh karena itu, perubahan iklim terus menunjukkan dampak nyata melalui serangkaian cuaca ekstrem. Setiap bulan, kita mendapatkan data baru bahwa dampak perubahan iklim menciptakan peristiwa ekstrem tersebut. “Kita terus melihat kondisi ekstrem. Setiap bulan, data menunjukkan bahwa dampak perubahan iklim menciptakan peristiwa ekstrem ini,” ujar Burgess, pakar iklim dari ECMWF.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros
Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris
Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan
Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea
9 Warga Sipil Gaza Tewas Akibat Gempuran Udara
Tensi Hormuz Membara: Gempuran Udara dan Rudal Iran
6 Warga Meninggal dan Puluhan Rumah Hancur di Chupaca
Rusia Gempur Kyiv dengan Rudal Balistik: Zelenskyy Desak Sekutu

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:29 WIB

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:30 WIB

Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris

Senin, 20 Juli 2026 - 22:25 WIB

Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan

Senin, 20 Juli 2026 - 21:17 WIB

Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea

Senin, 20 Juli 2026 - 10:44 WIB

9 Warga Sipil Gaza Tewas Akibat Gempuran Udara

Berita Terbaru