PM Mark Carney Peringatkan Alberta soal Bahaya Separatisme

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan dari Ottawa. Perdana Menteri Mark Carney menyamakan rencana pemisahan diri provinsi Alberta dengan Brexit. Ia menyebut janji

Peringatan dari Ottawa. Perdana Menteri Mark Carney menyamakan rencana pemisahan diri provinsi Alberta dengan Brexit. Ia menyebut janji "negosiasi mudah" sebagai gertakan berbahaya yang mengancam masa depan Kanada. Dok: Istimewa.

OTTAWA, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, memberikan peringatan keras kepada pemerintah provinsi Alberta. Ia menyamakan rencana separatisme di sana dengan peristiwa Brexit yang mengguncang Inggris. Carney menyebut langkah tersebut sebagai “gertakan yang sangat berbahaya.”

Carney memiliki pengalaman mendalam mengenai dampak perpisahan sebuah wilayah. Ia pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Sentral Inggris pada tahun 2016 saat pemungutan suara Brexit berlangsung. Oleh karena itu, ia memahami kompleksitas yang muncul ketika sebuah wilayah memutuskan untuk meninggalkan entitas negaranya.

Pelajaran dari Brexit

Carney mengingatkan publik bahwa warga Inggris tidak memahami konsekuensi penuh dari suara mereka saat itu. Selanjutnya, ia menyoroti bagaimana pemerintah Inggris hingga kini masih berjuang memperbaiki dampak ekonomi dari keputusan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya menyaksikan sendiri apa yang terjadi di Inggris,” ujar Carney kepada wartawan di Ottawa. Ia merujuk pada janji-janji manis mengenai transisi ekonomi yang ternyata tidak terjadi. Menurutnya, pihak yang mempromosikan perpisahan sering kali menjanjikan negosiasi mudah setelah pemungutan suara terjadi. Namun, realitas di lapangan justru menciptakan ketidakpastian yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Baca Juga :  Rubio: Rangkul Sekutu NATO dan Cairkan Hubungan dengan India

Pertarungan Hukum di Alberta

Kelompok separatis di Alberta mengeklaim telah mengumpulkan lebih dari 300.000 tanda tangan. Jumlah ini sudah cukup menurut hukum setempat untuk memicu referendum kemerdekaan.

Namun, seorang hakim Alberta membatalkan inisiatif tersebut. Hakim menilai proses ini tidak sah karena separatis mengabaikan hak-hak kelompok masyarakat adat. Meskipun begitu, Premier Alberta, Danielle Smith, menolak keputusan hakim tersebut. Ia berjanji akan menyusun pertanyaan baru untuk surat suara agar tidak melanggar hukum yang berlaku. Smith berencana menanyakan kepada warga apakah mereka menginginkan pemerintah untuk memulai proses hukum menuju kemerdekaan.

Frustrasi Industri dan Ketegangan Regional

Kelompok separatis melayangkan tuduhan serius terhadap Ottawa. Mereka mengeklaim pemerintah federal mencekik industri minyak Alberta melalui pengaruh berlebihan. Mereka menuding kebijakan lingkungan federal menghambat investasi di sektor energi.

Baca Juga :  Pentagon Geser Beban: Korea Selatan Wajib Pimpin Pertahanan

Di sisi lain, jajak pendapat menunjukkan dukungan terhadap kemerdekaan Alberta kini mencapai 30 persen. Angka ini merupakan rekor tertinggi dalam sejarah provinsi tersebut. Oleh karena itu, para pemimpin di kedua sisi meyakini bahwa proses ini akan mengubah wajah politik Kanada secara permanen, terlepas dari hasil akhir referendum nanti.

Ujian bagi Persatuan Kanada

Perselisihan ini membuktikan rapuhnya konsensus nasional di tengah transisi energi global tahun 2026. Singkatnya, langkah Alberta mencerminkan ketidakpuasan mendalam terhadap kebijakan federal.

Dengan demikian, pemerintahan Mark Carney kini menghadapi tantangan berat untuk mempertahankan persatuan negara. Di tengah krisis ekonomi global, stabilitas politik menjadi syarat utama bagi kemajuan Kanada di panggung internasional.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Bongkar Sindikat Sabu 11 Kg dari Malaysia, Satu DPO Ditangkap
Pria 39 Tahun Ditangkap Polisi Usai Siarkan Konten Asusila demi Followers
Bareskrim Segel THM New Zone Medan, Dugaan TPPU Narkoba, Ini Kronologinya
Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa: Rekor Suhu Mei Pecah
Kem Sokha Bebas: Raja Kamboja Berikan Pengampunan
KPK Fasilitasi 52 Tahanan Korupsi Salat Idul Adha dan Kunjungan Keluarga
Selebgram Brunei Jadi Tersangka Penganiayaan Maut di Blok M Jakarta Selatan
Relawan Ebola Hadapi Ancaman Virus dan Kemarahan Warga

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:50 WIB

Bareskrim Bongkar Sindikat Sabu 11 Kg dari Malaysia, Satu DPO Ditangkap

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:58 WIB

Pria 39 Tahun Ditangkap Polisi Usai Siarkan Konten Asusila demi Followers

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:44 WIB

PM Mark Carney Peringatkan Alberta soal Bahaya Separatisme

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:34 WIB

Bareskrim Segel THM New Zone Medan, Dugaan TPPU Narkoba, Ini Kronologinya

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:33 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa: Rekor Suhu Mei Pecah

Berita Terbaru

Peringatan dari Ottawa. Perdana Menteri Mark Carney menyamakan rencana pemisahan diri provinsi Alberta dengan Brexit. Ia menyebut janji

INTERNASIONAL

PM Mark Carney Peringatkan Alberta soal Bahaya Separatisme

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:44 WIB

Ilustrasi, Cuaca ekstrem menghantam Eropa. Suhu panas yang memecahkan rekor menyebabkan kematian di ajang olahraga amatir, memicu peringatan dini dari pemerintah, dan memaksa warga mencari perlindungan di tengah bulan Mei yang tak lazim. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa: Rekor Suhu Mei Pecah

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:33 WIB