KYIV, POSNEWS.CO.ID – Pasukan militer Rusia kembali meluncurkan serangan udara mematikan ke wilayah timur laut Ukraina pada hari Selasa. Sebab, gempuran rudal dan drone tersebut menewaskan seorang wanita hamil serta dua warga sipil lainnya di Kharkiv.
Sementara itu, pemerintah lokal di semenanjung Crimea juga mengeklaim sedang menghalau gelombang serangan drone udara milik Ukraina.
Serangan Maut di Chuhuiv dan Kota Kharkiv
Kejaksaan wilayah Kharkiv mengonfirmasi bahwa serangan rudal di kota Chuhuiv menghancurkan beberapa rumah warga secara tragis. Akibatnya, ledakan keras tersebut merenggut nyawa tiga orang sipil termasuk seorang wanita hamil berusia 22 tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur Kharkiv, Oleh Syniehubov, menjelaskan bahwa serangan drone terpisah juga melukai 16 warga sipil di pusat kota. Di sisi lain, Gubernur Sevastopol bentukan Rusia, Mikhail Razvozhayev, memastikan sistem pertahanan udara mereka sukses menembak jatuh drone Ukraina.
Komunikasi Positif Zelenskyy dengan Utusan Donald Trump
Di tengah ketegangan militer tersebut, Presiden Volodymyr Zelenskyy mengumumkan perkembangan baru mengenai upaya diplomasi damai negaranya. Sebab, ia baru saja menyelesaikan panggilan telepon yang sangat positif dengan dua utusan khusus Amerika Serikat.
Kedua utusan tepercaya Donald Trump tersebut adalah Steve Witkoff dan Jared Kushner. Zelenskyy menyambut hangat komitmen dan keseriusan kedua utusan tersebut untuk merancang kesepakatan damai dalam beberapa pekan depan. Oleh karena itu, para pejabat senior kini sedang mendiskusikan rencana kunjungan perdana Witkoff dan Kushner ke Kyiv.
Surat Terbuka untuk Putin dan Peran Roman Abramovich
Zelenskyy sebelumnya telah merilis surat terbuka untuk Presiden Vladimir Putin guna mengajak berdiskusi langsung secara bilateral. Namun, pihak Kremlin segera menolak mentah-mentah usulan dialog langsung untuk mengakhiri perang lima tahun tersebut.
Zelenskyy mengeklaim bahwa lingkungan internal kepemimpinan Putin saat ini sebenarnya sedang menghadapi keretakan visi yang serius. Sebab, sebagian pengusaha Rusia menyadari bahwa sanksi ekonomi internasional telah merusak sistem keuangan negara mereka.
Zelenskyy juga memaparkan bahwa ia sempat bertemu langsung dengan miliarder Roman Abramovich di kota Kyiv baru-baru ini. Melalui pertemuan itu, Abramovich menawarkan diri untuk membawa pesan perdamaian resmi Ukraina langsung menuju meja kerja Kremlin.
Meskipun berkomitmen untuk bernegosiasi, Zelenskyy menegaskan Ukraina tidak akan pernah menyerahkan wilayah kedaulatan mereka kepada Rusia. Pada akhirnya, negara-negara Nordik juga menyatakan dukungan penuh mereka terhadap rencana gencatan senjata usulan Zelenskyy tersebut.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












