LIMA, POSNEWS.CO.ID – Otoritas pemilu Peru (ONPE) telah menghitung lebih dari 98 persen suara. Keiko Fujimori kini memimpin sangat tipis atas Roberto Sánchez dalam perebutan kursi presiden.
Sebab, Fujimori mengantongi 50,002 persen suara setelah mendapatkan tambahan dari pemilih luar negeri pada Rabu malam. Sementara itu, Sánchez membayangi sangat ketat dengan perolehan 49,998 persen suara.
Selisih suara kedua kandidat hanya berkisar 600 suara dari total 18 juta pemilih. Oleh karena itu, Dewan Juri Pemilu Nasional (JNE) mulai memeriksa surat suara sengketa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemeriksaan Kotak Suara Sengketa
JNE menerima pelimpahan sekitar 1.600 kotak suara bermasalah dari berbagai wilayah. Sebagian besar surat suara sengketa tersebut berasal dari wilayah metropolitan Lima. Kota Lima merupakan basis massa pendukung terkuat bagi kubu konservatif Fujimori.
Proses verifikasi fisik ini kemungkinan akan memakan waktu hingga beberapa pekan. Akibatnya, kepastian presiden terpilih Peru masih harus menunggu keputusan final dewan juri.
Namun, gairah pasar keuangan justru membaik menyusul keunggulan tipis Fujimori tersebut. Indeks saham utama Peru segera melonjak hingga 2,6 persen pada hari Kamis. Selain itu, mata uang sol menguat sebesar 0,73 persen terhadap dolar AS. Kondisi ini memulihkan kemerosotan pasar akibat kekhawatiran atas program reformasi pertambangan Sánchez.
Tuntutan Penyelidikan dan Unjuk Rasa
Di sisi lain, Sánchez mulai menunjukkan sikap keras terhadap proses penghitungan suara. Ia mendesak pertemuan darurat dengan tim pemantau dari Uni Eropa. Sánchez juga menemui perwakilan Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS) secara khusus. Sebab, ia mencurigai adanya perkembangan yang janggal dan tidak biasa.
Para pendukung Sánchez sempat berkumpul untuk melakukan unjuk rasa di luar kantor JNE. Dengan demikian, polisi anti-huru-hara terpaksa menyemprotkan meriam air untuk membubarkan mereka.
Bayang-Bayang Masa Lalu
Bagi Fujimori, pemilu kali ini menjadi putaran kedua keempat secara berturut-turut. Ia selalu mengalami kekalahan tipis pada tiga pemilihan presiden sebelumnya. Sebagai contoh, ia kalah dari Pedro Castillo pada pemilu tahun 2021 dengan selisih 45.000 suara.
Sánchez sendiri bertindak sebagai ahli waris politik Castillo yang kini mendekam di penjara. Ia bahkan mengenakan topi koboi khas Castillo saat menunggu pengumuman hasil pemilu. Pada akhirnya, dunia menanti keputusan akhir untuk menentukan arah masa depan Peru.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












