Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan di perairan internasional. Sebuah kapal fregat militer Rusia melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal pesiar berbendera Inggris di Selat Inggris. Dok: (AP Photo, File)

Ketegangan di perairan internasional. Sebuah kapal fregat militer Rusia melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal pesiar berbendera Inggris di Selat Inggris. Dok: (AP Photo, File)

LONDON, POSNEWS.CO.ID – Kapal perang Rusia melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal pesiar (yacht) bendera Inggris di Selat Inggris pada Selasa. Sebab, kapal pesiar tanpa motor tersebut hanyut terlalu dekat dengan kapal fregat militer Rusia dalam kondisi kabut tebal.

Oleh karena itu, insiden ini langsung memicu ketegangan baru antara militer kedua negara di perairan internasional tersebut.

Kronologi dan Aksi Penyelamatan Kapal Mersey

Kementerian Pertahanan Inggris segera meluncurkan penyelidikan mendalam setelah menerima laporan darurat dari kru kapal pesiar tersebut. Sementara itu, lokasi kejadian berada sekitar 20 mil laut di sebelah selatan wilayah Pulau Wight, Inggris.

Pihak militer memastikan tidak ada korban luka maupun kerusakan fisik pada kapal pesiar berbendera Inggris tersebut.

Kapal fregat Rusia, Admiral Grigorovich, awalnya mencoba menghubungi kapal pesiar melalui transmisi radio dan sinyal lampu suar. Namun, kapal pesiar terus mendekat hingga jarak 150 meter karena tidak memberikan respons balik sama sekali.

Komandan kapal Grigorovich akhirnya memutuskan menggunakan senjata ringan untuk menembakkan peluru peringatan di depan haluan kapal. Akibatnya, kapal pesiar segera mengubah arah pelayaran dan menjauh menuju pelabuhan Prancis dengan aman dan selamat.

Kapal patroli Inggris, HMS Mersey, sedang mengawal pergerakan kapal perang Rusia dan langsung memberikan bantuan taktis.

Kaitannya dengan Penahanan Tanker Rusia

Insiden menegangkan ini berlangsung dua hari setelah komando militer Inggris menahan sebuah kapal tanker minyak Rusia. Selain itu, pengadilan Inggris juga resmi memenjarakan kapten kapal tanker tersebut atas tuduhan pelanggaran sanksi ekonomi.

Baca Juga :  Update Banjir Jakarta Masih Rendam 90 RT dan 9 Jalan, Cawang Tergenang 2,5 Meter

Pejabat pertahanan Inggris menduga kedua peristiwa tersebut tidak memiliki hubungan taktis secara langsung di lapangan. Meskipun begitu, perselisihan ini mempertegas tingginya risiko bentrokan bersenjata antara sekutu Barat dan pihak Kremlin.

Ancaman Infrastruktur Bawah Laut

Mantan Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, sebelumnya menuduh Rusia sedang gencar meningkatkan aktivitas mengganggu di Eropa. Menurutnya, Rusia menggunakan pengalihan isu perang Iran untuk menyerang infrastruktur kabel bawah laut secara senyap.

Pada akhirnya, dunia internasional menuntut semua pihak menahan diri demi menghindari pecahnya perang konvensional di laut.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang
Bos Nvidia Jensen Huang Desak Masyarakat Cepat Adaptasi
Donald Trump Desak Rusia Akhiri Perang Pasca-Pertemuan

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:17 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:12 WIB

Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:01 WIB

Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America

Berita Terbaru

Sinergi Tokyo-Washington di G7. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar pertemuan bilateral singkat bersama Presiden AS Donald Trump untuk membahas isu Timur Tengah dan tarif dagang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:17 WIB

Penderitaan di bawah kuasa geng. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengunjungi Haiti guna menyaksikan langsung krisis kemanusiaan dan pengungsian massal akibat dominasi geng Viv Ansanm. Dok: (AP Photo/Danica Coto)

INTERNASIONAL

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Jun 2026 - 14:48 WIB