LONDON, POSNEWS.CO.ID – Raja Charles III memutuskan untuk tidak menempati Istana Kerajaan Buckingham secara permanen sebagai kediaman pribadinya.
Langkah penting ini bertujuan untuk mempermudah transisi tata kelola keuangan dan membuka akses istana bagi masyarakat.
Kantor keuangan kerajaan mengumumkan keputusan mengejutkan ini pada London hari Kamis kemarin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembukaan Akses Publik dan Renovasi Raksasa
Pemerintah Inggris saat ini sedang menyelesaikan proyek renovasi besar Istana Buckingham selama sepuluh tahun.
Proyek raksasa itu menelan biaya anggaran hingga mencapai 369 juta pound atau sekitar 487 juta dolar AS.
Meskipun renovasi selesai tahun depan, Raja Charles III memilih untuk tetap menetap pada Clarence House.
Raja dan Ratu Camilla akan tetap menggunakan Istana Buckingham murni untuk urusan kerja dan upacara kenegaraan.
Pejabat keuangan kerajaan James Chalmers menjelaskan bahwa keputusan ini akan mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan.
Istana dapat menampung lebih banyak acara budaya serta memperluas tur keliling bangunan bagi publik setiap tahun.
Transparansi Pajak Pribadi Pertama dalam Sejarah
Raja Charles III juga mengukir sejarah baru dengan merilis rincian laporan pajak pribadinya kepada publik.
Raja membayar pajak penghasilan sebesar 12,9 juta pound untuk tahun keuangan 2024 hingga 2025.
Jumlah pembayaran pajak ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 11,7 juta pound.
Putra Mahkota Pangeran William juga melakukan langkah transparansi serupa pada pekan ini.
Pangeran William menyetor pajak penghasilan sebesar 7,76 juta pound kepada otoritas pajak pemerintah Inggris.
Upaya Memulihkan Reputasi Keluarga Kerajaan
Sikap jujur pengelolaan finansial ini berjalan saat keluarga kerajaan berupaya keras memulihkan nama baik mereka.
Sebab, publik gencar menyoroti hubungan masa lalu Andrew Mountbatten-Windsor dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
Pemberitaan miring mengenai Andrew sempat mengaburkan upaya modernisasi institusi monarki yang berusia seribu tahun ini.
Pakar hukum tata negara Craig Prescott menilai transparansi pajak akan memperjelas batas kekayaan pribadi raja.
Masyarakat kini memiliki gambaran nyata mengenai kontribusi finansial langsung dari para anggota keluarga kerajaan.
Pada akhirnya, sikap jujur ini akan memperkuat kepercayaan publik pada masa depan monarki pada Inggris.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












