LONDON, POSNEWS.CO.ID – Dinamika politik Inggris memasuki babak baru yang krusial.
Dukungan Mutlak Parlemen di Hari Pertama
Burnham mengantongi dukungan dari 322 legislator Partai Buruh. Angka ini jauh melampaui syarat minimum 81 dukungan.
Mayoritas pesaing kuat juga memilih mundur dari bursa pencalonan. Mantan Menteri Pertahanan Al Carns melayangkan dukungan penuh untuk Burnham.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Parlemen Inggris akan mengumumkan hasil resmi pada tanggal 17 Juli. King Charles III siap melantik Burnham sebagai PM baru tanggal 20 Juli.
Sistem demokrasi Inggris mengizinkan pergantian pemimpin tanpa pemilu nasional. Oleh karena itu, Partai Buruh memegang penuh kendali hingga tahun 2029.
Warisan Manchesterism untuk Pemulihan Ekonomi
Burnham menghabiskan masa satu dekade memimpin wilayah Greater Manchester. Ia baru saja kembali ke parlemen lewat pemilu sela.
Burnham menawarkan strategi ekonomi baru bernama Manchesterism untuk Inggris. Konsep ini memadukan modal publik dan swasta secara taktis.
Pemerintah akan memfokuskan investasi pada sektor transportasi dan perumahan. Burnham juga berjanji menyelesaikan masalah penuaan sistem layanan kesehatan.
Sikap Keras Terhadap Konflik Timur Tengah
Burnham menjanjikan komitmen penuh terhadap aliansi pertahanan NATO. Ia juga menjamin kelangsungan proyek pertahanan nuklir Inggris.
Inggris tetap menjadi sekutu kuat Amerika Serikat dan pendukung Ukraina. Namun, Burnham melontarkan kritik tajam terhadap sikap awal pemerintah Starmer.
Ia menilai Inggris terlambat mendesak gencatan senjata di Gaza. Oleh karena itu, ia menyiapkan sanksi dagang bagi pemukiman ilegal.
Pernyataan berani ini menuai perhatian luas dari berbagai pengamat global. Publik kini menanti langkah nyata Burnham dalam memimpin Inggris.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












