Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan sektarian di Nepal. Bentrokan warga Hindu dan Muslim merenggut tiga nyawa serta memaksa pemerintah memberlakukan jam malam. Dok: Istimewa.

Ketegangan sektarian di Nepal. Bentrokan warga Hindu dan Muslim merenggut tiga nyawa serta memaksa pemerintah memberlakukan jam malam. Dok: Istimewa.

SUNSARI, POSNEWS.CO.ID – Bentrokan sektarian mengguncang wilayah tenggara Nepal sejak Minggu lalu.

Aparat keamanan menerapkan jam malam di beberapa kota hingga Jumat ini.

Kerusuhan massa tersebut merenggut sedikitnya tiga nyawa warga lokal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, bentrokan tersebut melukai 25 orang warga lainnya.

Bentrokan Sektarian dan Korban Jiwa di Sunsari

Kericuhan meletus di kota Diwanganj, Distrik Sunsari.

Wilayah ini berbatasan langsung dengan negara India.

Baca Juga :  Zohran Mamdani Dilantik Jadi Wali Kota Muslim Pertama

Kelompok warga Hindu dan Muslim saling menyerang di lokasi.

Perselisihan bermula dari masalah suara musik keras.

Pemasangan bendera keagamaan turut memicu kemarahan massa.

Petugas mencatat kematian dua pria akibat tembakan pada hari Minggu.

Satu warga lain meninggal di Distrik Siraha pada hari Kamis.

Pemberlakuan Jam Malam dan Pidato Perdana Menteri

Kepolisian Nepal memastikan kondisi lapangan mulai terkendali hari Jumat.

Petugas menyiagakan personel di sudut-sudut kota.

Pemerintah memberlakukan jam malam tanpa batas waktu.

Langkah ini bertujuan mencegah potensi kericuhan susulan.

Perdana Menteri Balendra Shah menyampaikan pidato khusus lewat televizion.

Baca Juga :  Sains Bertahan di Gurun: Eksperimen Edward Adolph

Shah mendesak seluruh masyarakat menenangkan diri secara bersama.

Ia berjanji mengusut tuntas seluruh pelaku kerusuhan.

“Pemerintah akan menghukum para pembuat kekacauan,” tegas Shah.

Bantuan Pemerintah dan Penyelidikan Kepolisian

Menteri Dalam Negeri Sudan Gurung mendatangi rumah para korban.

Gurung menemui keluarga korban meninggal di Sunsari.

Pemerintah memberikan bantuan dana sebesar 6.660 dolar AS.

Setiap keluarga korban menerima dana santunan tersebut.

Gurung melanjutkan kunjungan kerja menuju Distrik Siraha.

Juru bicara kepolisian Abi Narayan Kafle memimpin penyelidikan.

Petugas terus mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi mata.

Pemerintah berkomitmen memulihkan kedamaian di wilayah selatan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama
Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati
Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis

Berita Terbaru