Zelenskyy Desak Trump Izinkan Akses Panduan Rudal

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ukraina dan Rusia saling tuduh melancarkan serangan mematikan pada Minggu, sementara Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut Moskow mengancam. Dok: Istimewa.

Ukraina dan Rusia saling tuduh melancarkan serangan mematikan pada Minggu, sementara Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut Moskow mengancam. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengajukan permohonan khusus kepada pemerintah Amerika Serikat.

Zelenskyy menemui Presiden AS Donald Trump di Oval Office.

Ia melangsungkan pertemuan tertutup saat melakukan kunjungan kerja ke Washington.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Zelenskyy meminta bantuan Trump memediasi izin penggunaan jaringan Starlink.

Ukraina ingin memanfaatkan satelit milik Elon Musk tersebut secara penuh.

Sistem ini memandu gempuran rudal presisi ke dalam wilayah Rusia.

Langkah taktis ini memperkuat akurasi tembakan jarak jauh militer Ukraina.

Baca Juga :  Trump Ngamuk dan Walk Out dari Wawancara NBC

Zelenskyy menyampaikan aspirasi serupa kepada para anggota Kongres Amerika Serikat.

Senator Mike Rounds membenarkan permohonan resmi Zelenskyy tersebut.

Namun Presiden Donald Trump belum memberikan komitmen resmi.

Penundaan Lisensi Patriot dan Kelangkaan Amunisi

Ukraina mengejar akses Starlink demi menutupi kelangkaan pencegat Patriot.

Perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran menyedot pasokan amunisi.

Oleh karena itu pasokan pencegat rudal balistik semakin menipis.

Sebelumnya Trump menjanjikan lisensi produksi mandiri Patriot saat KTT NATO.

Namun Trump mengubah sikap saat rapat kabinet di Camp David.

Trump mengaku masih mempertimbangkan keputusan bernilai teknologi tinggi tersebut.

“Kami masih membahas penyerahan teknologi canggih ini,” ujar Trump.

Pembatasan Elon Musk dan Risiko Senjata Rusia

Pemilik SpaceX Elon Musk mengizinkan penggunaan Starlink di Ukraina.

Izin ini mencakup area pendudukan Rusia di dalam wilayah Ukraina.

Baca Juga :  AS Jajaki Pemindahan 1.100 Pengungsi Afghanistan ke DR Kongo

Namun Musk melarang keras operasional Starlink di dalam wilayah Rusia.

Sebab intelijen NATO mendeteksi ancaman senjata anti-satelit baru milik Rusia.

Militer Rusia menganggap ribuan satelit Starlink sebagai ancaman utama.

Oleh karena itu Musk menghindari risiko serangan puing orbital Rusia.

Hubungan Militer Rusia-Iran dan Bantuan Teknologi Drone

Zelenskyy sekaligus membeberkan bukti kerja sama militer Rusia dan Iran.

Pemerintah Iran menyuplai ribuan drone tempur untuk pasukan Rusia.

Sebagai balasan Rusia membagikan data pengawasan satelit kepada Iran.

Data pengawasan tersebut membantu Iran mengincar pangkalan militer Amerika Serikat.

Oleh sebab itu Ukraina menawarkan bantuan teknologi penangkis drone kepada AS.

Senator Richard Blumenthal memuji keahlian tinggi tim militer Ukraina.

Sementara itu Senat AS bersiap mengesahkan paket sanksi baru untuk Rusia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama
AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa
Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang
Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan
Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak
AS Persiapkan Pasukan Tempur Luar Angkasa
DPR AS Sahkan RUU Sanksi dan Tarif Rusia
Bank of Japan Bersiap Naikkan Suku Bunga Utama

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 14:59 WIB

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama

Jumat, 18 September 2026 - 13:30 WIB

AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa

Jumat, 18 September 2026 - 12:23 WIB

Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang

Jumat, 18 September 2026 - 11:16 WIB

Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan

Jumat, 18 September 2026 - 10:12 WIB

Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB