Wajah Berlumuran Darah, Remaja Palopo Mengaku Diancam Jadi Tumbal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, remaja perempuan di Palopo menjadi korban dugaan penganiayaan hingga mengalami luka pada wajah.(Posnews/Ist)

Ilustrasi, remaja perempuan di Palopo menjadi korban dugaan penganiayaan hingga mengalami luka pada wajah.(Posnews/Ist)

PALOPO, POSNEWS.CO.ID — Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang remaja perempuan di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, mengundang perhatian publik.

Korban yang masih di bawah umur ditemukan dalam kondisi wajah berlumuran darah setelah diduga menjadi korban kekerasan.

Kasus ini mencuat setelah video korban beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, korban terlihat menangis dan histeris sambil menceritakan dugaan penganiayaan yang dialaminya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban Mengaku Diancam Dibunuh

Dalam video yang beredar, korban mengaku mendapat ancaman pembunuhan dan menyebut dirinya akan dijadikan “tumbal”.

Namun, polisi belum memastikan kebenaran seluruh pengakuan tersebut karena penyidik masih mendalami kasus.

Warga yang menemukan korban kemudian memberikan pertolongan dan membawanya ke rumah sakit. Polisi pun bergerak setelah menerima laporan terkait dugaan penganiayaan tersebut.

Baca Juga :  BNNP Bongkar Jaringan Narkotika Antarprovinsi Padang-Banten, Sabu 8 Kg Disita

Terduga Pelaku Masih di Bawah Umur

Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Palopo telah mengamankan seorang remaja laki-laki yang diduga terlibat.

Terduga pelaku juga masih berusia di bawah umur dan kini menjalani pemeriksaan.

Kanit PPA Polres Palopo Ipda Ifhan Febri Yuslan mengatakan penyidik belum dapat menyimpulkan kronologi maupun motif secara utuh.

“Kronologinya sementara kami masih dalam penyelidikan. Terduga pelaku sudah kita amankan di polres.”

Polisi juga masih menunggu kondisi korban membaik. Setelah itu, penyidik akan meminta keterangan korban untuk mencocokkan informasi, mengurai kronologi, dan memastikan siapa saja yang terlibat.

Polisi Selidiki Dugaan Bullying

Sejauh ini, polisi belum menetapkan motif penganiayaan. Penyidik masih mendalami dugaan bahwa kekerasan tersebut berawal dari perundungan atau bullying.

Baca Juga :  Hakim PN Jember FK Dipecat Tidak Hormat, MKH Tegas Tangani Skandal Perselingkuhan

Karena itu, polisi tidak ingin terburu-buru menyimpulkan bahwa ancaman “tumbal” menjadi motif utama sebelum memperoleh bukti dan keterangan yang cukup.

Penyidik kini mengumpulkan keterangan saksi serta bukti lain untuk mengungkap perkara tersebut secara menyeluruh.

Kekerasan terhadap Anak Tak Boleh Dianggap Sepele

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa bullying bukan kenakalan biasa. Kekerasan terhadap anak dapat meninggalkan luka fisik sekaligus trauma yang panjang.

Masyarakat juga perlu berhati-hati menyebarkan video korban. Identitas dan wajah anak yang menjadi korban kekerasan sebaiknya tidak disebarluaskan demi melindungi privasi serta kondisi psikologisnya.

Polisi masih menangani perkara tersebut dan akan menentukan langkah hukum setelah seluruh fakta terungkap.

Prinsipnya jelas: kekerasan terhadap anak harus dihentikan, sementara proses hukum harus berjalan berdasarkan bukti, bukan rumor yang beredar di media sosial. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gempa NTT: Prabowo Gelontorkan Rp200 Miliar untuk Bantu Pengungsi
Viral Pedagang Ngaku Bayar Rp650 Ribu di Merak, Ini Penjelasan ASDP
Duka Gempa NTT, 105 Orang Tewas dan 179.037 Warga Mengungsi
Narkoba Rp693 Juta dari Inggris Disamarkan Jadi Permen, Bareskrim Tangkap AJE
Gempa NTT M7,7: Korban Tewas Tembus 103 Orang, 1.666 Warga Terluka
Senggolan Maut di Puncak, Pasutri Tewas Terlindas Dump Truck
Celurit Berhamburan di Jonggol, Tawuran Pelajar Berujung Maut
Baku Tembak di Lampung Utara: DPO Narkoba Tewas, 3 Polisi Terluka

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:27 WIB

Wajah Berlumuran Darah, Remaja Palopo Mengaku Diancam Jadi Tumbal

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:16 WIB

Gempa NTT: Prabowo Gelontorkan Rp200 Miliar untuk Bantu Pengungsi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Viral Pedagang Ngaku Bayar Rp650 Ribu di Merak, Ini Penjelasan ASDP

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:44 WIB

Duka Gempa NTT, 105 Orang Tewas dan 179.037 Warga Mengungsi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 06:21 WIB

Narkoba Rp693 Juta dari Inggris Disamarkan Jadi Permen, Bareskrim Tangkap AJE

Berita Terbaru

Kebakaran hebat melanda bangsal ibu dan anak RS PIMS di Islamabad, Pakistan, menewaskan 14 bayi pada Rabu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kebakaran Ruang Bersalin Rumah Sakit di Islamabad

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Kapal induk AS USS Abraham Lincoln berlabuh di Thailand untuk rehat prajurit usai menyelesaikan misi 250 hari di kawasan Timur Tengah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kapal Induk USS Abraham Lincoln Berlabuh di Thailand

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:00 WIB

Ilustrasi, prakiraan cuaca Jabodetabek Kamis 27 Agustus 2026 dengan kondisi cerah dan suhu panas.
(Posnews/Net)

JABODETABEK

Waspada Cuaca Panas Jabodetabek, Suhu Bisa Menembus 35°C

Kamis, 27 Agu 2026 - 06:15 WIB

Pemerintah Jepang memperluas program daur ulang tanah dekontaminasi bekas bencana nuklir Fukushima ke kantor pemerintahan di Prefektur Miyagi dan Saitama. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jepang Perluas Penggunaan Tanah Dekontaminasi Fukushima

Kamis, 27 Agu 2026 - 06:00 WIB