Challenge Lari Berujung Petaka, 6 HP Dicuri Guru Honorer Buat Judol

Jumat, 28 Agustus 2026 - 06:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tersangka diborgol.
(Posnews/Ist)

Tersangka diborgol. (Posnews/Ist)

BALI, POSNEWS.CO.ID – Modus kejahatan kini semakin beragam. Di Kabupaten Buleleng, Bali, seorang guru honorer berinisial PS (25) diduga memanfaatkan tren challenge TikTok untuk mencuri telepon seluler milik korbannya.

Alih-alih memberikan hadiah, PS justru membawa kabur HP setelah korban dibuat lengah saat mengikuti tantangan.

Lebih ironis lagi, polisi mengungkap uang dari hasil kejahatan itu digunakan untuk bermain judi online (judol).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Challenge TikTok Berujung HP Dibawa Kabur

Kasus ini terungkap setelah enam korban melapor kepada polisi. Aksi tersebut diduga berlangsung di sejumlah lokasi di Kecamatan Buleleng pada 2-21 Agustus 2026.

Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman mengatakan PS memilih korban secara acak. Pelaku kemudian menawarkan challenge berupa lomba lari dengan iming-iming hadiah Rp200 ribu.

Baca Juga :  Operasi Damai Cartenz Buru DPO GW di Tembagapura, Terkait Penembakan Freeport

Sebelum tantangan dimulai, PS meminta HP korban. Alasannya, perangkat tersebut akan digunakan sebagai timer atau stopwatch.

Korban yang tidak menaruh curiga kemudian menyerahkan HP. Setelah timer diatur, korban mulai berlari. PS mengikuti dari belakang menggunakan sepeda motor.

Ketika korban mulai lengah, pelaku langsung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk kabur membawa HP.

Enam Korban Rugi Rp15 Juta

Polisi mencatat enam orang menjadi korban dengan masing-masing kehilangan satu unit HP. Total kerugian yang dilaporkan mencapai sekitar Rp15 juta.

Penyidik kemudian bergerak dengan mengumpulkan bukti, termasuk memeriksa rekaman CCTV di sejumlah lokasi.

Dari rekaman tersebut, polisi menemukan kesamaan ciri-ciri pelaku. Penyelidikan akhirnya mengarah kepada PS.

Polisi menangkap PS di rumahnya di Jalan Pantai Lingga, Kelurahan Banyuasri, Buleleng, pada 21 Agustus 2026 sekitar pukul 13.00 Wita.

HP Digadaikan, Uangnya Dipakai Main Judol

Dalam pemeriksaan, polisi mengungkap motif ekonomi di balik aksi tersebut. HP hasil curian diduga digadaikan, kemudian uangnya digunakan PS untuk bermain judi online.

Baca Juga :  Lonjakan Arus Lalu Lintas Jabotabek H-1 Libur Maulid Nabi 2025 Capai 184.824 Kendaraan

Kasus ini kembali menunjukkan bagaimana judi online dapat menyeret seseorang ke persoalan yang lebih serius ketika pelaku berusaha mencari uang secara instan untuk memenuhi kebiasaan berjudi.

Bagi masyarakat, modus tersebut juga menjadi peringatan agar tidak mudah menyerahkan barang pribadi kepada orang yang baru dikenal, meskipun tawarannya terlihat sederhana dan menghibur.

Jangan Mudah Terpancing Iming-Iming Hadiah

Modus challenge menjadi celah karena pelaku membangun situasi seolah-olah korban sedang mengikuti permainan biasa. Padahal, sejak awal pelaku diduga telah mengincar barang berharga korban.

Karena itu, jangan menyerahkan HP kepada orang lain tanpa alasan yang benar-benar jelas, terlebih kepada orang yang baru dikenal.

Iming-iming hadiah juga perlu dicermati karena bisa menjadi umpan untuk membuat korban kehilangan kewaspadaan.

Challenge hanya permainan jika semua pihak bermain jujur. Ketika hadiah dijadikan kedok untuk mengambil barang orang lain, hiburan berubah menjadi jebakan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Berawal dari Kecurigaan Ibu, Kasus Dugaan Persetubuhan Anak Terungkap di Sumenep
Baku Tembak di Nduga Tewaskan Dua Orang, TNI Temukan Uang Rp88 Juta dan 18 HP
Pesawat Asian One Air Keluar Landasan di Papua Tengah, 2 Anggota TNI Terluka
Maut Mengintai di Balik Kabut Asap Sampit, 2 Pemotor Tewas Tabrakan dengan Truk
Dua Pegawai Dapur MBG Sumenep Ditangkap, Ini Barang Bukti yang Disita Polisi
Ruko di Pidie Jadi Pabrik Sabu 1,2 Ton, Jejak Jaringan Lintas Negara Terkuak
Kapal Diduga Matikan AIS Selama 3 Hari, 1,16 Ton Ketamin Disita di Sumut
Demi Anak Masuk Sekolah Kedinasan, Ayah 69 Tahun Kehilangan Rp150 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Berawal dari Kecurigaan Ibu, Kasus Dugaan Persetubuhan Anak Terungkap di Sumenep

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Baku Tembak di Nduga Tewaskan Dua Orang, TNI Temukan Uang Rp88 Juta dan 18 HP

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Pesawat Asian One Air Keluar Landasan di Papua Tengah, 2 Anggota TNI Terluka

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Maut Mengintai di Balik Kabut Asap Sampit, 2 Pemotor Tewas Tabrakan dengan Truk

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Dua Pegawai Dapur MBG Sumenep Ditangkap, Ini Barang Bukti yang Disita Polisi

Berita Terbaru