BALI, POSNEWS.CO.ID – Modus kejahatan kini semakin beragam. Di Kabupaten Buleleng, Bali, seorang guru honorer berinisial PS (25) diduga memanfaatkan tren challenge TikTok untuk mencuri telepon seluler milik korbannya.
Alih-alih memberikan hadiah, PS justru membawa kabur HP setelah korban dibuat lengah saat mengikuti tantangan.
Lebih ironis lagi, polisi mengungkap uang dari hasil kejahatan itu digunakan untuk bermain judi online (judol).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Challenge TikTok Berujung HP Dibawa Kabur
Kasus ini terungkap setelah enam korban melapor kepada polisi. Aksi tersebut diduga berlangsung di sejumlah lokasi di Kecamatan Buleleng pada 2-21 Agustus 2026.
Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman mengatakan PS memilih korban secara acak. Pelaku kemudian menawarkan challenge berupa lomba lari dengan iming-iming hadiah Rp200 ribu.
Sebelum tantangan dimulai, PS meminta HP korban. Alasannya, perangkat tersebut akan digunakan sebagai timer atau stopwatch.
Korban yang tidak menaruh curiga kemudian menyerahkan HP. Setelah timer diatur, korban mulai berlari. PS mengikuti dari belakang menggunakan sepeda motor.
Ketika korban mulai lengah, pelaku langsung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk kabur membawa HP.
Enam Korban Rugi Rp15 Juta
Polisi mencatat enam orang menjadi korban dengan masing-masing kehilangan satu unit HP. Total kerugian yang dilaporkan mencapai sekitar Rp15 juta.
Penyidik kemudian bergerak dengan mengumpulkan bukti, termasuk memeriksa rekaman CCTV di sejumlah lokasi.
Dari rekaman tersebut, polisi menemukan kesamaan ciri-ciri pelaku. Penyelidikan akhirnya mengarah kepada PS.
Polisi menangkap PS di rumahnya di Jalan Pantai Lingga, Kelurahan Banyuasri, Buleleng, pada 21 Agustus 2026 sekitar pukul 13.00 Wita.
HP Digadaikan, Uangnya Dipakai Main Judol
Dalam pemeriksaan, polisi mengungkap motif ekonomi di balik aksi tersebut. HP hasil curian diduga digadaikan, kemudian uangnya digunakan PS untuk bermain judi online.
Kasus ini kembali menunjukkan bagaimana judi online dapat menyeret seseorang ke persoalan yang lebih serius ketika pelaku berusaha mencari uang secara instan untuk memenuhi kebiasaan berjudi.
Bagi masyarakat, modus tersebut juga menjadi peringatan agar tidak mudah menyerahkan barang pribadi kepada orang yang baru dikenal, meskipun tawarannya terlihat sederhana dan menghibur.
Jangan Mudah Terpancing Iming-Iming Hadiah
Modus challenge menjadi celah karena pelaku membangun situasi seolah-olah korban sedang mengikuti permainan biasa. Padahal, sejak awal pelaku diduga telah mengincar barang berharga korban.
Karena itu, jangan menyerahkan HP kepada orang lain tanpa alasan yang benar-benar jelas, terlebih kepada orang yang baru dikenal.
Iming-iming hadiah juga perlu dicermati karena bisa menjadi umpan untuk membuat korban kehilangan kewaspadaan.
Challenge hanya permainan jika semua pihak bermain jujur. Ketika hadiah dijadikan kedok untuk mengambil barang orang lain, hiburan berubah menjadi jebakan. **
Editor : Hadwan














