GROBOKAN, POSNEWS.CO.ID – Keluarga Angga Bagus Perwira (12), pelajar kelas VII SMP Negeri 1 Geyer, Grobokan, Jawa Timur masih berduka. Mereka tidak menyangka anaknya tewas mengenaskan justru ditempat pendidikan sekolah.
Diduga Angga menjadi korban perundungan dan kekerasan fisik di sekolah hingga meninggal dunia, tentu memicu kemarahan keluarga dan warga sekitar.
Selain itu, Ayah korban, Sawendra (38), menuntut keadilan seadil-adilnya. “Harus diadili seadil-adilnya. Nyawa anak saya taruhannya. Tidak ada kata maaf, tapi kami hormati proses hukum asal tuntas,” tegasnya, Senin (13/10/2025).
Lebih lanjut, Sawendra menjelaskan bahwa keluarga sebelumnya sudah melaporkan kasus bullying yang menimpa Angga ke pihak sekolah. Namun sayangnya, sekolah tidak mengambil tindakan tegas hingga tragedi itu terjadi.
Sambil menahan tangis, Sawendra menuturkan, “Anak saya pendiam, sopan, dan tidak banyak menuntut. Satu-satunya keinginannya hanya sepatu bola untuk ekstrakurikuler, yang sudah saya belikan tapi belum sempat dipakai.”
Selain itu, nenek korban, Kustinah, mengungkapkan firasat buruk pada pagi kejadian. Biasanya disiplin, Angga menolak mandi dan sarapan hari itu.
“Saya paksa dia berangkat, tapi sikapnya berbeda seperti ada yang mengganggu hatinya,” kenangnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kemudian, tragedi itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Angga ditemukan tewas di sekolah, diduga akibat penganiayaan teman sekelasnya.
Kejadian ini pun menimbulkan keprihatinan luas di Grobokan dan menyoroti lemahnya pengawasan guru di SMPN 1 Geyer.
Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Rizky Ari Budianto, menegaskan bahwa penyelidikan masih berjalan.
“Kami memeriksa banyak saksi, termasuk teman sekelas dan guru korban. Proses hukum tetap berjalan,” ujarnya.
Dengan demikian, keluarga berharap pihak berwenang menindak pelaku secara tegas. Selain itu, mereka mendorong sekolah meningkatkan pengawasan dan menguatkan program antikekerasan agar siswa lain terlindungi. (red)




















