Tragedi SMPN 1 Geyer, Sang Nenek Heran Melihat Angga Sebelum Berangkat Sekolah

Senin, 13 Oktober 2025 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekolah SMP Negeri 1 Geyer Grobokan. Dok: Istimewa

Sekolah SMP Negeri 1 Geyer Grobokan. Dok: Istimewa

GROBOKAN, POSNEWS.CO.ID – Keluarga Angga Bagus Perwira (12), pelajar kelas VII SMP Negeri 1 Geyer, Grobokan, Jawa Timur masih berduka. Mereka tidak menyangka anaknya tewas mengenaskan justru ditempat pendidikan sekolah.

Diduga Angga menjadi korban perundungan dan kekerasan fisik di sekolah hingga meninggal dunia, tentu memicu kemarahan keluarga dan warga sekitar.

Selain itu, Ayah korban, Sawendra (38), menuntut keadilan seadil-adilnya. β€œHarus diadili seadil-adilnya. Nyawa anak saya taruhannya. Tidak ada kata maaf, tapi kami hormati proses hukum asal tuntas,” tegasnya, Senin (13/10/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Sawendra menjelaskan bahwa keluarga sebelumnya sudah melaporkan kasus bullying yang menimpa Angga ke pihak sekolah. Namun sayangnya, sekolah tidak mengambil tindakan tegas hingga tragedi itu terjadi.

Baca Juga :  3 Pelajar Penyiram Air Keras ke Siswa SMK di Jakpus Ditangkap, Dua Masih di Bawah Umur

Sambil menahan tangis, Sawendra menuturkan, β€œAnak saya pendiam, sopan, dan tidak banyak menuntut. Satu-satunya keinginannya hanya sepatu bola untuk ekstrakurikuler, yang sudah saya belikan tapi belum sempat dipakai.”

Selain itu, nenek korban, Kustinah, mengungkapkan firasat buruk pada pagi kejadian. Biasanya disiplin, Angga menolak mandi dan sarapan hari itu.

β€œSaya paksa dia berangkat, tapi sikapnya berbeda seperti ada yang mengganggu hatinya,” kenangnya.

Kemudian, tragedi itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Angga ditemukan tewas di sekolah, diduga akibat penganiayaan teman sekelasnya.

Baca Juga :  Terduga Maling Motor Dibakar Hidup-Hidup di Surabaya, Satu Pelaku Kabur

Kejadian ini pun menimbulkan keprihatinan luas di Grobokan dan menyoroti lemahnya pengawasan guru di SMPN 1 Geyer.

Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Rizky Ari Budianto, menegaskan bahwa penyelidikan masih berjalan.

β€œKami memeriksa banyak saksi, termasuk teman sekelas dan guru korban. Proses hukum tetap berjalan,” ujarnya.

Dengan demikian, keluarga berharap pihak berwenang menindak pelaku secara tegas. Selain itu, mereka mendorong sekolah meningkatkan pengawasan dan menguatkan program antikekerasan agar siswa lain terlindungi. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Bocah di Dairi Diduga Disiksa Pengasuh, Kepala Luka Parah, Pelaku Diciduk
Penggerebekan Gudang Uang Palsu BSD Berujung Perwira Polisi Terluka
Datang Membawa Bantuan, Ahmad Zaki Pergi untuk Selamanya di Tanah Flores
Karhutla Menggila, ISPA Melonjak 78 Persen, 314 Nakes Diterjunkan
Kobaran Api Hantam Sade, Warisan Budaya Sasak dalam Ancaman
Uang Palsu Diduga Diproduksi di BSD, Empat Orang Diamankan Polisi
CCTV Bongkar Aksi Tetangga, 11 Emas Warga Sukmajaya Dicuri
Senggolan Motor Bikin Emosi! Anggota TNI AL Dikeroyok, 1 Pelaku Diciduk Polisi

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Dua Bocah di Dairi Diduga Disiksa Pengasuh, Kepala Luka Parah, Pelaku Diciduk

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Penggerebekan Gudang Uang Palsu BSD Berujung Perwira Polisi Terluka

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Datang Membawa Bantuan, Ahmad Zaki Pergi untuk Selamanya di Tanah Flores

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:32 WIB

Kobaran Api Hantam Sade, Warisan Budaya Sasak dalam Ancaman

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:14 WIB

Uang Palsu Diduga Diproduksi di BSD, Empat Orang Diamankan Polisi

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung . (Posnews/Kominfo)

JABODETABEK

Parkir Mobil di Jakarta Bisa Rp60 Ribu per Jam? Ini Kata Pramono

Minggu, 23 Agu 2026 - 11:57 WIB