Gaji Pertama Adalah Garam

Minggu, 2 November 2025 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Kata

Ilustrasi, Kata "gaji" atau "salary" berakar dari "salarium", upah tentara Romawi untuk membeli garam. Mengungkap sejarah komoditas yang lebih berharga dari emas. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Saat ini, garam adalah bumbu dapur termurah yang bisa kita beli. Kita mungkin mengeluhkannya jika makanan terlalu asin, tetapi jarang sekali kita mensyukurinya. Namun, dalam lipatan sejarah, komoditas sederhana ini pernah lebih berharga daripada emas. Faktanya, kata “gaji” yang kita terima setiap bulan berutang nyawa pada sebongkah garam.

Jika Anda menelusuri asal-usul kata “gaji” dalam bahasa Inggris, salary, Anda akan tiba pada kata Latin salarium. Salarium merujuk pada upah atau tunjangan khusus bagi tentara Romawi kuno. Tujuannya spesifik: untuk membeli sal, atau garam.

Baca Juga :  Serenity of Ramadan di SMKG 2026: Hiburan, Belanja Berhadiah dan Spot Foto Instagramable

Mengapa Garam Begitu Berharga?

Di dunia kuno, sebelum era lemari es, garam adalah teknologi. Garam adalah satu-satunya metode pengawetan makanan yang paling efektif. Tanpa garam, daging dan ikan akan membusuk dalam hitungan hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi tentara Romawi yang berbaris melintasi Eropa, garam berarti logistik. Garam adalah cara mereka membawa bekal makanan untuk berbulan-bulan. Mereka juga menggunakan garam untuk membersihkan luka dan menjaga kesehatan ternak. Karena perannya yang sentral dalam pengawetan makanan dan stabilitas militer, garam menjadi komoditas strategis.

Pembangun Peradaban

Nilai garam begitu tinggi sehingga ia memicu perang, membangun kota, dan menciptakan rute perdagangan besar. Orang-orang kuno membangun kota-kota seperti Roma atau Salzburg (yang secara harfiah berarti “Kota Garam”) di atas fondasi perdagangan komoditas ini.

Baca Juga :  Komplotan Pencuri HP Modus Lempar Bola di Transjakarta, Begini Cara Antisipasinya

Mengendalikan garam berarti mengendalikan pasokan pangan. Oleh karena itu, salarium bukan sekadar uang saku; itu adalah alokasi untuk komoditas paling vital yang menopang kehidupan dan mesin perang Romawi.

Kesimpulan

Ribuan tahun kemudian, kita masih menggunakan kata salary atau “gaji”, meskipun nilainya telah bergeser dari sebongkah pengawet makanan menjadi angka digital di rekening bank kita. Ini adalah pengingat yang kuat bahwa hal-hal yang kita anggap remeh hari ini, seperti sejumput garam, pernah menjadi fondasi yang menopang peradaban besar.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:12 WIB

Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB