Bahaya Vaping: Mitos Lebih Sehat daripada Rokok Konvensional

Selasa, 9 Desember 2025 - 05:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Vape dianggap aman karena wangi buah? Jangan tertipu! Uap manis itu menyimpan racun logam berat dan risiko paru-paru bocor. Simak fakta medisnya. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Vape dianggap aman karena wangi buah? Jangan tertipu! Uap manis itu menyimpan racun logam berat dan risiko paru-paru bocor. Simak fakta medisnya. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Asap beraroma buah dan permen karet kini mengepul di mana-mana. Kaum muda menenteng perangkat rokok elektrik atau vape dengan gaya yang trendi. Mereka percaya bahwa alat ini adalah solusi ajaib untuk merokok tanpa risiko.

Banyak orang menganggap vaping jauh lebih sehat daripada rokok tembakau konvensional. Alasannya, vape tidak menghasilkan tar hitam yang kotor. Namun, anggapan tersebut adalah mitos berbahaya yang menyesatkan.

Para ahli kesehatan membunyikan alarm keras. Faktanya, vaping bukanlah uap air yang tidak berbahaya. Sebaliknya, itu adalah aerosol kimia yang mengandung racun mematikan bagi paru-paru kita.

Koktail Kimia Berbahaya

Cairan vape atau e-liquid terlihat jernih dan beraroma sedap. Akan tetapi, di balik aroma manis itu, tersimpan koktail zat kimia yang mengerikan.

Peneliti menemukan kandungan logam berat seperti timbal, nikel, dan timah dalam uap vape. Logam-logam ini berasal dari pemanasan kumparan logam (coil) di dalam alat tersebut.

Baca Juga :  TC Dubai Rampung, Garuda Asia Tanpa Kemenangan, PR Berat Jelang Piala Dunia

Selain itu, bahan perasa kimia juga menjadi ancaman serius. Zat diacetyl yang sering digunakan untuk memberi rasa buttery (mentega) dapat memicu penyakit “paru-paru popcorn” (bronchiolitis obliterans). Saluran udara di paru-paru akan menyempit dan rusak secara permanen.

Misteri Penyakit EVALI

Dunia medis sempat geger dengan munculnya wabah penyakit paru misterius. Pasien datang dengan sesak napas parah, demam, dan kerusakan jaringan paru yang luas. Dokter menamai kondisi ini sebagai EVALI (E-cigarette or Vaping Use-Associated Lung Injury).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyakit ini menyerang pengguna vape, bahkan yang masih berusia sangat muda. Ternyata, Vitamin E asetat yang sering digunakan sebagai pengental dalam cairan vape menjadi salah satu tersangka utamanya.

Zat ini aman jika kita oleskan di kulit atau kita telan. Namun, zat ini berubah menjadi racun keras saat kita hirup masuk ke dalam paru-paru.

Jebakan Adiksi Nikotin Level Tinggi

Produsen vape sering mengklaim produk mereka membantu orang berhenti merokok. Padahal, realitasnya sering kali terbalik. Vape justru menciptakan generasi pecandu nikotin baru.

Baca Juga :  Menjemput Malam Lailatul Qadar: Amalan Utama di 10 Hari Terakhir Ramadan

Banyak produk vape menggunakan jenis “garam nikotin” (nicotine salt). Formula ini memungkinkan tubuh menyerap nikotin dalam konsentrasi yang jauh lebih tinggi tanpa rasa gatal di tenggorokan.

Akibatnya, pengguna bisa menghisap nikotin setara satu bungkus rokok hanya dalam waktu singkat tanpa menyadarinya. Otak mereka pun terikat pada kecanduan yang lebih kuat dan sulit lepas.

Paru-paru Bukan Knalpot

Pada akhirnya, kita harus kembali ke prinsip dasar biologi. Paru-paru manusia berevolusi untuk menghirup udara bersih, bukan asap ataupun uap kimia.

Tidak ada jalan pintas yang aman untuk memasukkan benda asing ke dalam sistem pernapasan. Maka, beralih dari rokok ke vape ibarat keluar dari mulut harimau masuk ke mulut buaya. Keduanya sama-sama memangsa kesehatan kita, hanya dengan cara yang berbeda.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sadis! Perampok Pukuli Lansia di Cileungsi hingga Tuli, Ternyata Sudah Beraksi di 50 TKP
Mudik Lebaran 2026 Lebih Mudah, ASDP Hapus Batas Jarak Pembelian Tiket Kapal
Polisi Sita 14 Ton Daging Domba Kedaluwarsa Impor Australia yang Siap Dijual Saat Lebaran
Cuaca Indonesia Selasa 17 Maret 2026: Jabodetabek Berawan, Hujan Mengintai Sore Hari
Jakarta Gelar Car Free Night dan Pawai Obor Raksasa Saat Malam Takbiran
Polisi Sita 86 CCTV Kasus Aktivis KontraS Andrie Yunus, Ribuan Rekaman Dibedah
Diskotek di Denpasar Jadi Sarang Ekstasi, Bareskrim Polri Amankan Ratusan Pil XTC
Kapolri Cek Kesiapan Arus Mudik di Tol Kalikangkung, Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Nasional

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 05:30 WIB

Sadis! Perampok Pukuli Lansia di Cileungsi hingga Tuli, Ternyata Sudah Beraksi di 50 TKP

Selasa, 17 Maret 2026 - 05:13 WIB

Mudik Lebaran 2026 Lebih Mudah, ASDP Hapus Batas Jarak Pembelian Tiket Kapal

Selasa, 17 Maret 2026 - 04:57 WIB

Polisi Sita 14 Ton Daging Domba Kedaluwarsa Impor Australia yang Siap Dijual Saat Lebaran

Selasa, 17 Maret 2026 - 03:59 WIB

Cuaca Indonesia Selasa 17 Maret 2026: Jabodetabek Berawan, Hujan Mengintai Sore Hari

Senin, 16 Maret 2026 - 22:02 WIB

Jakarta Gelar Car Free Night dan Pawai Obor Raksasa Saat Malam Takbiran

Berita Terbaru