Tragedi di Abyei: Drone Hantam Markas PBB, 6 Penjaga Perdamaian Bangladesh Tewas

Minggu, 14 Desember 2025 - 07:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Modernisasi militer asimetris. Korea Selatan meluncurkan pengadaan 11.000 drone komersial tahun ini sebagai bagian dari ambisi besar mencetak 500.000 prajurit ahli drone guna memperkuat daya pukul pertahanan nasional. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Modernisasi militer asimetris. Korea Selatan meluncurkan pengadaan 11.000 drone komersial tahun ini sebagai bagian dari ambisi besar mencetak 500.000 prajurit ahli drone guna memperkuat daya pukul pertahanan nasional. Dok: Istimewa.

KADUGLI, POSNEWS.CO.ID — Misi perdamaian PBB kembali berduka. Sebuah serangan pesawat nirawak (drone) menghantam markas logistik pasukan penjaga perdamaian PBB di kota Kadugli, wilayah Kordofan tengah, Sudan, pada Sabtu (13/12/2025).

Insiden ini merenggut nyawa enam penjaga perdamaian. Selain itu, delapan personel lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban adalah warga negara Bangladesh yang bertugas dalam Pasukan Keamanan Sementara PBB untuk Abyei (Unisfa).

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, merespons dengan kemarahan. Ia menyebut serangan tersebut tidak dapat dibenarkan dan harus diusut tuntas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Serangan yang menargetkan penjaga perdamaian PBB dapat dianggap sebagai kejahatan perang di bawah hukum internasional,” tegas Guterres.

Saling Tuding: Militer vs RSF

Siapa dalang di balik serangan pengecut ini? Militer Sudan langsung menuding Rapid Support Forces (RSF). RSF adalah kelompok paramiliter terkenal yang telah berperang melawan tentara nasional selama lebih dari dua tahun.

Baca Juga :  Menelusuri Jejak Sejarah Bondi Beach: Dari Tanah Adat Eora Menuju Ikon Wisata Global

Militer merilis pernyataan keras. Menurut mereka, serangan itu mengungkap pendekatan subversif dari milisi pemberontak. Mereka juga mengunggah video yang memperlihatkan gumpalan asap hitam pekat membumbung di atas fasilitas PBB yang hancur.

Namun, hingga berita ini turun, belum ada komentar resmi dari pihak RSF. Kelompok ini sebelumnya telah merebut El Fasher, benteng terakhir militer di wilayah Darfur barat, dan kini memusatkan pertempuran di Kordofan.

Misi di Wilayah Sengketa Minyak

Pasukan Unisfa beroperasi di wilayah yang sangat sensitif. Abyei adalah daerah kaya minyak yang menjadi sengketa antara Sudan dan Sudan Selatan.

Misi PBB telah berada di sana sejak 2011. Tujuannya, menjaga stabilitas pasca-kemerdekaan Sudan Selatan. Sayangnya, konflik internal Sudan kini menyeret pasukan baret biru ke dalam pusaran kekerasan.

Baca Juga :  Daftar Lengkap Mutasi Polri Februari 2026, Promosi hingga Demosi

Guterres kembali menyerukan gencatan senjata segera. Ia mendesak proses politik yang komprehensif dan inklusif untuk menyelesaikan konflik di negara Afrika timur laut tersebut.

Krisis Kemanusiaan Terburuk

Perang saudara di Sudan telah menciptakan neraka dunia. Sejak pecah pada April 2023, konflik ini telah menewaskan lebih dari 40.000 orang. Bahkan, kelompok hak asasi manusia meyakini angka sebenarnya jauh lebih tinggi.

Perang ini diwarnai dengan kekejaman luar biasa. Laporan PBB mencatat adanya pemerkosaan massal dan pembunuhan bermotif etnis yang mengarah pada kejahatan terhadap kemanusiaan.

Akibatnya, Sudan kini menghadapi krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Jutaan orang kehilangan tempat tinggal dan kelaparan massal (famine) mulai melanda sebagian wilayah negara tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin
USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan
Takaichi Bantah Revisi UU Rumah Kekaisaran Halangi Suksesi
Petugas Imigrasi AS Didakwa Berbohong soal Penembakan Warga

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 18:27 WIB

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Minggu, 6 September 2026 - 15:00 WIB

Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition

Minggu, 6 September 2026 - 14:45 WIB

AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC

Minggu, 6 September 2026 - 14:14 WIB

Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Berita Terbaru

Tim penyelamat Nepal gencar mencari korban banjir bandang usai dua pekerja PLTA ditemukan hidup, sementara korban tewas kedua negara tembus 1.325 jiwa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 Sep 2026 - 18:27 WIB

PM Yunani Kyriakos Mitsotakis janjikan pemangkasan pajak dan kenaikan gaji jelang pemilu, di tengah protes buruh atas biaya hidup tinggi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Minggu, 6 Sep 2026 - 17:25 WIB