Teror Sydney: Pelaku Ayah-Anak Terinspirasi ISIS, Bendera dan Bom Ditemukan di Mobil

Selasa, 16 Desember 2025 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tragedi di tengah kegembiraan. Sebuah acara kumpul-kumpul pemuda di tepi Danau Arcadia, Oklahoma, berubah menjadi lokasi penembakan massal yang mengirim belasan orang ke rumah sakit dan memicu perburuan besar-besaran terhadap pelaku. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Tragedi di tengah kegembiraan. Sebuah acara kumpul-kumpul pemuda di tepi Danau Arcadia, Oklahoma, berubah menjadi lokasi penembakan massal yang mengirim belasan orang ke rumah sakit dan memicu perburuan besar-besaran terhadap pelaku. Dok: Istimewa.

SYDNEY, POSNEWS.CO.ID – Tabir gelap di balik penembakan massal Pantai Bondi mulai tersingkap. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyampaikan konfirmasi mengejutkan pada Selasa (16/12/2025).

“Tampaknya ada bukti bahwa ini terinspirasi oleh organisasi teroris, oleh ISIS,” ujar Albanese kepada wartawan.

Pernyataan ini mengubah arah penyelidikan secara drastis. Pasalnya, insiden yang menewaskan 15 orang dan melukai 25 lainnya ini bukan sekadar aksi kriminal biasa, melainkan serangan teror terencana yang menargetkan perayaan Hanukkah komunitas Yahudi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bendera ISIS dan Bom Rakitan

Komisaris Polisi New South Wales (NSW), Mal Lanyon, membeberkan temuan mengerikan di lapangan. Polisi menemukan dua bendera ISIS buatan sendiri di dalam mobil yang terdaftar atas nama pelaku, Naveed Akram (24).

Lebih parah lagi, petugas juga menemukan Improvised Explosive Devices (IED) atau bom rakitan di kendaraan yang terparkir di lokasi kejadian tersebut.

Pelaku Naveed kini dalam kondisi kritis di rumah sakit Sydney setelah ditangkap. Sementara itu, ayahnya, Sajid (50), tewas ditembak polisi saat baku tembak.

Baca Juga :  Puluhan Ribu Warga Lepas Kepergian Ali Khamenei

Jejak Misterius ke Filipina

Fokus penyelidikan kini mengarah ke luar negeri. Lanyon mengonfirmasi bahwa kedua pelaku baru saja melakukan perjalanan ke Filipina bulan lalu. Otoritas Manila membenarkan hal tersebut.

Biro Imigrasi Filipina mencatat kedatangan mereka pada 1 November. Mereka menyebut Davao di wilayah selatan sebagai tujuan akhir. Lantas, keduanya meninggalkan negara itu pada 28 November, hanya beberapa hari sebelum serangan terjadi.

“Alasan mereka pergi ke Filipina, dan apa yang mereka lakukan di sana, sedang dalam penyelidikan saat ini,” jelas Lanyon.

Pakar terorisme menduga perjalanan ini bukan liburan biasa. Kemungkinan besar, mereka menjalani pelatihan militer atau bertemu dengan sel teroris lokal di wilayah selatan Filipina yang dikenal sebagai basis kelompok ekstremis.

Lolos dari Radar Intelijen

Kasus ini juga menyoroti kegagalan intelijen. Naveed ternyata pernah masuk dalam radar Organisasi Intelijen Keamanan Australia (ASIO) pada Oktober 2019. Saat itu, ia diselidiki terkait dugaan hubungan dengan sel ISIS.

Namun, ASIO menghentikan penyelidikan setelah enam bulan. Mereka menilai tidak ada indikasi ancaman kekerasan saat itu. Akibatnya, Naveed bebas dan bahkan ayahnya berhasil mendapatkan lisensi senjata api pada tahun 2023.

Baca Juga :  Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Naveed juga pernah muncul dalam video kelompok dakwah jalanan “Street Dawah Movement” saat remaja. Meskipun kelompok tersebut telah membantah keterlibatan Naveed sebagai anggota resmi, jejak digitalnya menunjukkan ketertarikan lama pada isu agama yang radikal.

Reformasi Hukum Senjata Mendesak

Pemerintah Australia kini berada di bawah tekanan besar. PM Albanese menegaskan perlunya reformasi hukum senjata api yang lebih ketat.

Rencananya, pemerintah akan membatasi jumlah senjata yang bisa dimiliki individu. Selain itu, kepemilikan senjata mungkin akan mewajibkan kewarganegaraan Australia.

Premier NSW Chris Minns juga mendesak agar polisi bisa menggunakan “intelijen kriminal” sebagai dasar penolakan izin senjata, bukan hanya catatan kriminal formal. Tujuannya, agar celah keamanan seperti kasus Sajid tidak terulang kembali.

Kini, Australia berduka sambil waspada. Komisaris Polisi Federal Krissy Barrett menyatakan belum ada bukti keterlibatan individu lain. Namun, ia memperingatkan bahwa situasi bisa berubah seiring berjalannya investigasi awal ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: The Guardian

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gelombang Unjuk Rasa Siswa Tutup Ratusan Sekolah di Prancis
Menlu Jepang Toshimitsu Motegi Desak Iran Jamin Keamanan
Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik
Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni
Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan
Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang
Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas
Donald Trump Tolak Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Gelombang Unjuk Rasa Siswa Tutup Ratusan Sekolah di Prancis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:50 WIB

Menlu Jepang Toshimitsu Motegi Desak Iran Jamin Keamanan

Minggu, 27 September 2026 - 23:00 WIB

Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik

Minggu, 27 September 2026 - 22:00 WIB

Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni

Minggu, 27 September 2026 - 21:30 WIB

Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan

Berita Terbaru

Pemerintah Prancis meliburkan 400 sekolah akibat aksi unjuk rasa siswa yang berujung rusuh di berbagai kota. Simak laporan selengkapnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gelombang Unjuk Rasa Siswa Tutup Ratusan Sekolah di Prancis

Sabtu, 3 Okt 2026 - 10:33 WIB

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memimpin jajaran Polri setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto.
(Posnews/Ist)

NASIONAL

Kapolri Suyudi Mutasi 88 Pati dan Pamen, 19 Kapolda Berganti

Sabtu, 3 Okt 2026 - 10:23 WIB

Turtle Beach merilis keyboard gaming Vulcan II XP Air dengan sensor gestur tangan dan baterai 2.000 jam. Cek fitur dan harganya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Turtle Beach Merilis Keyboard Gaming Vulcan II XP Air

Sabtu, 3 Okt 2026 - 09:24 WIB

Razer merilis webcam Kiyo V2 Pro dengan sensor Sony STARVIS 2 dan perekaman 4K 60 FPS. Cek fitur AI auto framing dan harganya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Razer Meluncurkan Webcam Premium Kiyo V2 Pro

Sabtu, 3 Okt 2026 - 08:00 WIB