DPR AS Loloskan Resolusi untuk Hentikan Perang Iran

Kamis, 4 Juni 2026 - 05:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pukulan politik bagi Donald Trump. DPR AS menyetujui resolusi pembatasan wewenang perang demi menghentikan konflik bersenjata melawan Iran. Dok: (AP Photo/J. Scott Applewhite)

Pukulan politik bagi Donald Trump. DPR AS menyetujui resolusi pembatasan wewenang perang demi menghentikan konflik bersenjata melawan Iran. Dok: (AP Photo/J. Scott Applewhite)

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat menyetujui resolusi bersejarah untuk menghentikan aksi militer terhadap Iran pada hari Rabu. Melalui keputusan ini, mereka secara terbuka menentang kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump.

Pemungutan suara tersebut berakhir dengan hasil yang tipis, yaitu 215 berbanding 208 suara. Akibatnya, sorak-sorai kemenangan langsung bergemuruh di dalam ruang sidang Kongres AS setelah pengumuman hasil tersebut.

Tekanan Politik dan Anggaran Raksasa

Ketua DPR AS Mike Johnson sebelumnya terus berupaya keras untuk menghalangi pemungutan suara tersebut. Namun, rasa tidak puas dari para anggota dewan justru semakin membesar seiring berlarutnya konflik energi ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemimpin Fraksi Demokrat DPR AS, Hakeem Jeffries, menegaskan bahwa perang ini merupakan sebuah kesalahan besar. Sebab, petualangan militer tersebut telah menelan biaya fantastis hingga melampaui USD 100 miliar uang pembayar pajak. Oleh karena itu, ia mendesak Kongres untuk segera menarik pasukan AS demi memulihkan ekonomi nasional.

Baca Juga :  Kapolri Tinjau Gerakan Pangan Murah Polda Banten, Pastikan Distribusi 27 Ton Beras SPHP untuk Masyarakat

Langkah legislatif ini menandai upaya keempat DPR AS dalam membatasi wewenang perang presiden. Akan tetapi, ini merupakan kali pertama resolusi tersebut berhasil lolos secara resmi ke tingkat senat.

Dampak Ekonomi di Pompa Bensin

Sejak AS meluncurkan serangan bersama Israel pada 28 Februari lalu, warga Amerika menghadapi lonjakan harga bensin. Dengan demikian, tekanan inflasi kian mencekik daya beli masyarakat kelas menengah di seluruh negeri.

Di sisi lain, militer Iran juga terus mengganggu lalu lintas kapal dagang di Selat Hormuz. Padahal, selat strategis tersebut merupakan jalur utama bagi pengiriman minyak mentah dan gas alam dunia.

Ketua DPR Mike Johnson mengeklaim bahwa Presiden Trump kini sedang fokus penuh untuk membuka kembali jalur pelayaran tersebut. Meskipun begitu, proses negosiasi damai berjalan sangat lambat akibat perluasan konflik Israel dengan Hezbollah di Lebanon.

Baca Juga :  China Balik Serang: Jepang Penyusup, Tuduhan Radar Hanya Hype Palsu yang Berbahaya

Kekhawatiran Rubio dan Hambatan Diplomasi

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memberikan peringatan keras terkait bahaya resolusi tersebut. Menurutnya, keputusan Kongres ini akan melemahkan posisi tawar Amerika Serikat di depan para negosiator Tehran.

“Pihak Iran akan menganggap Kongres telah mengikat tangan pemerintah AS,” ujar Rubio dalam rapat dengar pendapat. Akibatnya, mereka kemungkinan besar akan enggan untuk menyepakati perjanjian damai jangka panjang.

Undang-Undang Wewenang Perang sebenarnya memberikan batas waktu 60 hari bagi presiden untuk meminta izin militer kepada Kongres. Namun, Gedung Putih berdalih bahwa deklarasi gencatan senjata sementara pada April lalu membuat aturan tersebut tidak lagi berlaku. Pada akhirnya, perselisihan hukum ini akan memicu perdebatan konstitusi yang sengit mengenai wewenang komando militer tertinggi.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan
Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai
Puluhan Negara Desak Solusi Dua Negara demi Akhiri Konflik
Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump
Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan
AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP
Tanah Longsor Sapu Tujuh Persen Populasi Orangutan
Putri Bajrakitiyabha Wafat pada Usia 47 Tahun

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:15 WIB

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:00 WIB

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:05 WIB

Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:02 WIB

Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:21 WIB

AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP

Berita Terbaru

Gebrakan besar di perbatasan. Otoritas Hong Kong menyita ratusan ribu barang palsu termasuk jersi Piala Dunia siap ekspor senilai dua puluh juta dolar AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 18:15 WIB

Terobosan besar diplomasi global. Amerika Serikat dan Iran mendekati kesepakatan damai akhir untuk mengakhiri perang tiga bulan dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Jun 2026 - 16:00 WIB