Negosiasi Damai Ukraina di Abu Dhabi Terancam Mundur

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lompatan jarak serang terjauh. Pasukan Ukraina meluncurkan pesawat tanpa awak yang sukses menghantam kilang minyak utama Siberia di Tyumen. Dok: Istimewa.

Lompatan jarak serang terjauh. Pasukan Ukraina meluncurkan pesawat tanpa awak yang sukses menghantam kilang minyak utama Siberia di Tyumen. Dok: Istimewa.

KIEV, POSNEWS.CO.ID – Kelanjutan pembicaraan damai Rusia-Ukraina kembali menemui jalan buntu. Presiden Volodymyr Zelenskyy menyatakan pada Jumat (30/1/2026) bahwa jadwal pertemuan di Abu Dhabi kemungkinan besar akan berubah.

Zelenskyy menyoroti ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah. Situasi geopolitik tersebut sangat memengaruhi penentuan waktu pertemuan. “Penting bagi kami agar semua pihak hadir. Namun, tanggal atau tempatnya mungkin berubah,” ujar Zelenskyy lewat laporan Interfax-Ukraine.

Penolakan Keras Terhadap Moskow

Zelenskyy secara tegas menolak usulan Kremlin untuk mengadakan pertemuan di Moskow. Sebaliknya, ia menantang Presiden Vladimir Putin untuk datang langsung ke Kiev.

“Saya siap untuk format efektif demi mengakhiri perang,” tegas Zelenskyy. Namun, ia menilai pertemuan di Moskow atau Belarusia sangat mustahil. Sebelumnya, Dmitry Peskov menyatakan Rusia hanya mempertimbangkan Moskow sebagai lokasi yang layak bagi kedua pemimpin.

Perselisihan lokasi ini muncul pasca-pertemuan trilateral di Abu Dhabi pada 23-24 Januari lalu. Itu merupakan pertemuan pertama antara Ukraina, AS, dan Rusia sejak konflik pecah.

Intervensi Trump dan Gencatan Senjata Energi

Di tengah kebuntuan ini, Presiden AS Donald Trump mulai mengambil peran. Trump meminta Putin menghentikan serangan ke Kiev dan kota lainnya selama satu minggu. Permintaan ini diajukan mengingat kondisi cuaca dingin yang sangat ekstrem.

Dmitry Peskov mengonfirmasi Rusia setuju menunda serangan fasilitas energi hingga 1 Februari. Namun, situasi lapangan tetap mencekam. PM Yulia Svyrydenko melaporkan adanya tujuh serangan drone Rusia ke fasilitas kereta api dalam 24 jam terakhir.

Baca Juga :  Tragedi Perlintasan Prambanan: KA Bangunkarta Hantam Mobil dan Motor, 3 Orang Tewas di Tempat

Ancaman Nuklir di Titik Nadir

Dunia internasional kini sangat mengkhawatirkan risiko keselamatan nuklir. Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, memberikan peringatan keras pada pertemuan dewan gubernur, 30 Januari.

Grossi menyebut serangan Rusia mengganggu pasokan listrik ke pembangkit nuklir. Kondisi ini berisiko memicu bencana nuklir global. “Pertempuran di Ukraina tetap menjadi ancaman terbesar bagi keselamatan nuklir dunia,” tegasnya.

Kerusakan infrastruktur listrik mengancam sistem pendingin reaktor. Hal ini menempatkan keselamatan warga Eropa dalam risiko tinggi jika eskalasi terus berlanjut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Organisasi Lingkungan Menggugat Pemerintahan Trump Atas
Rusia Menghantam Jembatan Utama di Kyiv Dua Hari
Arab Saudi Merancang Serangan Militer Besar-Besaran
Korea Utara Meluncurkan Rudal Balistik Usai Menolak Permintaan
Identitas Ko-Pilot FlyDubai Terungkap Usai Serang Kapten
Sebuah Mobil Menabrak Kerumunan Warga di Newcastle Australia
Ko-Pilot Mencoba Menjatuhkan Pesawat Rute Dubai Tel Aviv
Amerika Serikat Mengirimkan 9.000 Prajurit dan Kapal Induk Ketiga

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Organisasi Lingkungan Menggugat Pemerintahan Trump Atas

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Rusia Menghantam Jembatan Utama di Kyiv Dua Hari

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Arab Saudi Merancang Serangan Militer Besar-Besaran

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Korea Utara Meluncurkan Rudal Balistik Usai Menolak Permintaan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:37 WIB

Identitas Ko-Pilot FlyDubai Terungkap Usai Serang Kapten

Berita Terbaru

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. (Posnews/Ist)

NASIONAL

Terungkap! PB Indra Kenz Dicabut, Proses Remisi Jadi Sorotan

Senin, 5 Okt 2026 - 19:46 WIB