Ekonomi Pengawasan: Gratis Adalah Umpan Termahal

Sabtu, 1 November 2025 - 08:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Anda tidak membayar untuk Google atau Facebook. Jadi, apa yang mereka jual? Jawabannya adalah Anda. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Anda tidak membayar untuk Google atau Facebook. Jadi, apa yang mereka jual? Jawabannya adalah Anda. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Kita menggulir linimasa Instagram tanpa henti, melakukan pencarian tak terbatas di Google, dan terhubung dengan keluarga di Facebook. Semua layanan canggih yang mengubah peradaban ini kita nikmati tanpa membayar sepeser pun. Ini terasa seperti keajaiban era digital.

Namun, ada pepatah lama di Silicon Valley: Jika Anda tidak membayar untuk suatu produk, maka Andalah produknya. Layanan “gratis” ini adalah fasad dari salah satu model bisnis paling dominan dan menguntungkan di abad ke-21, yaitu Surveillance Capitalism atau Ekonomi Pengawasan.

Model Bisnis: Anda Adalah Produknya

Kita sering salah paham. Kita mengira Google adalah perusahaan mesin pencari, atau Facebook adalah perusahaan media sosial. Kenyataannya, mereka adalah perusahaan periklanan raksasa yang menyamar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Produk utama yang mereka tawarkan kepada klien (pengiklan) bukanlah aplikasi atau layanan. Produk utamanya adalah data kita. Lebih spesifik lagi, prediksi akurat tentang perilaku kita di masa depan. Layanan “gratis” yang kita gunakan hanyalah umpan canggih untuk mengumpulkan bahan baku termahal di dunia: perhatian dan data pribadi kita.

Baca Juga :  Aksi Curanmor Sadis di Palmerah, Warga Tertembak Saat Halangi Maling

Jejak Digital yang Dijual

Setiap tindakan yang kita lakukan secara online meninggalkan jejak digital. Setiap like yang Anda berikan, setiap kata kunci yang Anda cari, lokasi yang Anda kunjungi (yang Maps rekam), bahkan berapa detik Anda menatap sebuah gambar, sistem melacak, mengumpulkan, dan menganalisis semuanya.

Algoritma machine learning kemudian mengolah data mentah ini untuk membangun profil psikologis yang sangat mendalam tentang siapa Anda, apa yang Anda takuti, apa yang Anda inginkan, dan apa kecenderungan politik Anda. Perusahaan kemudian menjual profil inilah kepada penawar tertinggi (pengiklan) dalam lelang real-time yang terjadi dalam sepersekian detik saat halaman web memuat.

Erosi Privasi dan Manipulasi

Implikasinya jauh lebih besar dari sekadar iklan sepatu yang terus mengikuti Anda di internet. Pertama, ini adalah erosi privasi yang sistematis. Sistem mengawasi kita secara konstan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, seringkali tanpa persetujuan yang kita pahami sepenuhnya.

Baca Juga :  Dari Beijing ke Milan: Estafet Semangat dan Inovasi Olimpiade

Kedua, dan yang lebih berbahaya, adalah potensi manipulasi perilaku. Ketika sebuah perusahaan tahu persis apa yang membuat Anda marah atau senang, mereka tidak hanya bisa memengaruhi apa yang Anda beli. Mereka bisa memengaruhi cara Anda berpikir, opini Anda, dan pada akhirnya, keputusan Anda di dunia nyata, termasuk dalam ranah politik.

Kesimpulan

Layanan “gratis” di internet ternyata adalah umpan termahal yang pernah ada. Kita menukarnya dengan mata uang yang paling pribadi, yaitu privasi, perhatian, dan otonomi kita atas pikiran kita sendiri. Lain kali Anda menggunakan layanan gratis, ingatlah bahwa transaksi sedang terjadi. Anda mungkin tidak membayarnya dengan uang, tetapi Anda membayarnya dengan data diri Anda.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Taiwan Luncurkan Situs Pelaporan Intelijen
Pelacakan Kontak Ebola di Kamp Pengungsian Kongo
Laporan Lowy Institute Ungkap Skenario Perang Digital
Pasukan Khusus Inggris Sasar Pendanaan Perang Putin
Donald Trump Hubungi Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy
Pengunjuk Rasa Gempur Polisi Jelang Pembukaan KTT G7
Ulang Tahun ke-80: Donald Trump Gelar Pertarungan UFC
Donald Trump Umumkan Kesepakatan Damai Akhir Perang

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:14 WIB

Taiwan Luncurkan Situs Pelaporan Intelijen

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:51 WIB

Pelacakan Kontak Ebola di Kamp Pengungsian Kongo

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:45 WIB

Laporan Lowy Institute Ungkap Skenario Perang Digital

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:08 WIB

Pasukan Khusus Inggris Sasar Pendanaan Perang Putin

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:48 WIB

Donald Trump Hubungi Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy

Berita Terbaru

Ilustasi, Taktik baru perang informasi. Biro Keamanan Nasional Taiwan meluncurkan situs pelaporan khusus guna memikat warga Tiongkok yang kecewa pada sistem pemerintahan Beijing. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Taiwan Luncurkan Situs Pelaporan Intelijen

Selasa, 16 Jun 2026 - 18:14 WIB

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pelacakan Kontak Ebola di Kamp Pengungsian Kongo

Selasa, 16 Jun 2026 - 14:51 WIB