Tren Lahir & Mati di TikTok

Kamis, 30 Oktober 2025 - 05:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Kembali ke alam. Tren busana Muslim tahun 2026 mengusung konsep kesederhanaan yang elegan melalui sentuhan warna bumi dan siluet minimalis yang mengutamakan kenyamanan fungsional. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Kembali ke alam. Tren busana Muslim tahun 2026 mengusung konsep kesederhanaan yang elegan melalui sentuhan warna bumi dan siluet minimalis yang mengutamakan kenyamanan fungsional. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Anda baru saja membeli rok tenis yang viral di TikTok. Namun, saat Anda memakainya, linimasa Anda sudah beralih ke coastal grandmother aesthetic. Selamat datang di era micro-trends, sebuah fenomena di mana siklus mode menjadi sangat cepat sehingga sebuah tren bisa lahir, meledak, dan dianggap kuno hanya dalam hitungan beberapa bulan, bahkan minggu.

Dulu, siklus tren mode berjalan tahunan, ditentukan oleh desainer di panggung runway. Kini, siklus itu ditentukan oleh algoritma For You Page (FYP) TikTok, dan kecepatannya menjadi brutal.

Apa Sebenarnya Micro-Trend?

Berbeda dengan macro-trend (seperti jeans) yang bertahan puluhan tahun, micro-trend adalah gaya sesaat yang meledak popularitasnya secara ekstrem dan menghilang sama cepatnya. Rata-rata siklus hidupnya hanya 3 hingga 6 bulan.

Tren ini seringkali sangat spesifik. Ini bukan hanya “gaun”, tapi strawberry dress dari Lirika Matoshi. Ini bukan hanya “sepatu”, tapi sepatu loafer spesifik dengan kaus kaki putih. Kecepatan ini menciptakan tekanan baru dalam konsumsi fashion.

Algoritma TikTok

Aktor utama di balik percepatan ini adalah algoritma TikTok. Algoritma ini dirancang untuk mengidentifikasi konten yang menarik perhatian dan menyebarkannya secara eksponensial dalam waktu singkat.

Ketika sebuah video OOTD (Outfit of the Day) dengan gaya tertentu menjadi viral, algoritma akan mendorongnya ke jutaan pengguna. Para influencer lain ikut membuatnya, brand fast fashion (seperti Shein) memproduksinya secara massal dalam hitungan hari, dan dalam sekejap, semua orang memakai hal yang sama. Namun, karena semua orang terekspos secara bersamaan, kebosanan pun datang lebih cepat.

Baca Juga :  Polisi Tangkap 7 Pelaku Penjarahan Rumah Uya Kuya di Pondok Bambu

Konsumerisme dan Krisis Identitas

Kecepatan siklus micro-trends ini memiliki dua dampak negatif yang signifikan.

Pertama, ini mendorong konsumerisme berlebihan. Ada rasa Fear of Missing Out (FOMO) yang konstan. Konsumen merasa harus membeli barang tersebut sekarang juga, karena minggu depan mungkin sudah tidak relevan. Ini memperburuk masalah limbah tekstil dari fast fashion.

Kedua, ini menciptakan kebingungan dalam menemukan gaya pribadi (personal style). Ketika kita terus-menerus mengejar tren berikutnya, kita kehilangan kesempatan untuk benar-benar memahami apa yang kita sukai. Kita akhirnya hanya meniru apa yang sedang populer, bukan mengekspresikan identitas kita.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Selebriti Lawan Deepfake AI dengan Hukum Trademark
Dendam Lama Meledak di Panggung Nikahan, Lansia Tanjung Priok Ditangkap
AS Wajibkan Pelamar Green Card Ajukan Aplikasi dari Negara Asal
Ledakan Gas Tewaskan 90 Pekerja, Bencana Terburuk dalam 17 Tahun
Ini Tampang Kecot Rampok Wanita Bogor, Mobil Dijual Murah buat Judol dan Foya-foya
Lebih 202 Ribu Jemaah Indonesia Siap Jalani Puncak Haji Armuzna
Marinir AS Uji HIMARS untuk Tangkal Agresi China
Sopir Diduga Mengantuk, Innova Rombongan DPR RI Hantam Dump Truk

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:57 WIB

Selebriti Lawan Deepfake AI dengan Hukum Trademark

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:57 WIB

Dendam Lama Meledak di Panggung Nikahan, Lansia Tanjung Priok Ditangkap

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:36 WIB

AS Wajibkan Pelamar Green Card Ajukan Aplikasi dari Negara Asal

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:33 WIB

Ledakan Gas Tewaskan 90 Pekerja, Bencana Terburuk dalam 17 Tahun

Minggu, 24 Mei 2026 - 06:55 WIB

Ini Tampang Kecot Rampok Wanita Bogor, Mobil Dijual Murah buat Judol dan Foya-foya

Berita Terbaru

Taylor Swift hingga Matthew McConaughey kini menggunakan hukum merek dagang untuk melindungi wajah dan suara mereka dari kloning kecerdasan buatan. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Selebriti Lawan Deepfake AI dengan Hukum Trademark

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:57 WIB

Pemerintahan Donald Trump mewajibkan warga asing yang mencari izin tinggal tetap (green card) untuk meninggalkan Amerika Serikat dan mengajukan aplikasi dari negara asal mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Wajibkan Pelamar Green Card Ajukan Aplikasi dari Negara Asal

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:36 WIB

Tragedi di kedalaman bumi. Ledakan gas dahsyat di tambang batu bara Liushenyu, China, merenggut setidaknya 90 nyawa, memicu seruan Presiden Xi Jinping untuk memperketat standar keselamatan kerja nasional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ledakan Gas Tewaskan 90 Pekerja, Bencana Terburuk dalam 17 Tahun

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:33 WIB