Force Commander Pasukan ke Gaza Dipastikan Berpangkat Jenderal Bintang Tiga

Rabu, 26 November 2025 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi prajurit TNI. (Posnews/iStock)

Ilustrasi prajurit TNI. (Posnews/iStock)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Banyak negara menunggu kiprah Indonesia sebagai penjaga perdamaian di Palestina. Mereka menilai Indonesia konsisten dan berhasil menjalankan misi perdamaian di berbagai negara konflik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah, mengungkapkan perkembangan terbaru terkait pembentukan pasukan pemelihara perdamaian Indonesia untuk Gaza. 

Ia memastikan komandan pasukan perdamaian akan bermarkas langsung di wilayah operasi, mengikuti struktur misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Komandan akan bermarkas di wilayah operasi sesuai struktur misi PBB. Pola pengerahan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, keamanan, dan keputusan PBB,” ujar Freddy, Rabu (26/11/2025).

Baca Juga :  Heboh di Bekasi! Ritual ‘Masuk Surga Rp1 Juta’ Bikin PP Muhammadiyah & MUI Turun Tangan

Freddy menegaskan, pasukan pemelihara perdamaian ini akan dipimpin seorang Perwira Tinggi (Pati) bintang tiga yang berkedudukan sebagai Force Commander. Ia akan mengendalikan seluruh unsur kontingen Indonesia dalam misi kemanusiaan dan penjaga perdamaian di Gaza.

Tugas utamanya meliputi:

  • mengendalikan operasi tiga brigade komposit,
  • mengatur koordinasi dengan PBB dan negara-negara kontributor,
  • bekerja sama dengan otoritas lokal,
  • memastikan keselamatan personel,
  • serta menjaga efektivitas misi kemanusiaan.

Menjaga netralitas dan mematuhi mandat PBB,” tegas Freddy.

TNI Sudah Kantongi Nama-Nama Calon

Baca Juga :  Mayat Driver Taksi Online Terikat di Tol Jagorawi , Polisi Ungkap Dugaan Pembunuhan Sadis

TNI mengaku sudah menyiapkan beberapa nama calon jenderal bintang tiga, namun penetapannya masih menunggu keputusan pemerintah dan PBB.

Saat ini TNI telah menyiapkan beberapa nama kandidat. Namun penetapan resmi masih menunggu keputusan pemerintah dan PBB,” jelasnya.

Freddy menambahkan, kandidat jenderal tersebut merupakan perwira yang memiliki:

  • pengalaman internasional,
  • rekam jejak operasi pemeliharaan perdamaian,
  • kemampuan diplomasi militer,
  • hingga komunikasi strategis.

“Yang jelas, komandan akan berasal dari perwira tinggi bintang tiga yang memiliki pengalaman memadai dalam operasi gabungan dan operasi multilateral,” pungkasnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Selebriti Lawan Deepfake AI dengan Hukum Trademark
Dendam Lama Meledak di Panggung Nikahan, Lansia Tanjung Priok Ditangkap
AS Wajibkan Pelamar Green Card Ajukan Aplikasi dari Negara Asal
Ledakan Gas Tewaskan 90 Pekerja, Bencana Terburuk dalam 17 Tahun
Ini Tampang Kecot Rampok Wanita Bogor, Mobil Dijual Murah buat Judol dan Foya-foya
Lebih 202 Ribu Jemaah Indonesia Siap Jalani Puncak Haji Armuzna
Marinir AS Uji HIMARS untuk Tangkal Agresi China
Sopir Diduga Mengantuk, Innova Rombongan DPR RI Hantam Dump Truk

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:57 WIB

Selebriti Lawan Deepfake AI dengan Hukum Trademark

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:57 WIB

Dendam Lama Meledak di Panggung Nikahan, Lansia Tanjung Priok Ditangkap

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:36 WIB

AS Wajibkan Pelamar Green Card Ajukan Aplikasi dari Negara Asal

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:33 WIB

Ledakan Gas Tewaskan 90 Pekerja, Bencana Terburuk dalam 17 Tahun

Minggu, 24 Mei 2026 - 06:55 WIB

Ini Tampang Kecot Rampok Wanita Bogor, Mobil Dijual Murah buat Judol dan Foya-foya

Berita Terbaru

Taylor Swift hingga Matthew McConaughey kini menggunakan hukum merek dagang untuk melindungi wajah dan suara mereka dari kloning kecerdasan buatan. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Selebriti Lawan Deepfake AI dengan Hukum Trademark

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:57 WIB

Pemerintahan Donald Trump mewajibkan warga asing yang mencari izin tinggal tetap (green card) untuk meninggalkan Amerika Serikat dan mengajukan aplikasi dari negara asal mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Wajibkan Pelamar Green Card Ajukan Aplikasi dari Negara Asal

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:36 WIB

Tragedi di kedalaman bumi. Ledakan gas dahsyat di tambang batu bara Liushenyu, China, merenggut setidaknya 90 nyawa, memicu seruan Presiden Xi Jinping untuk memperketat standar keselamatan kerja nasional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ledakan Gas Tewaskan 90 Pekerja, Bencana Terburuk dalam 17 Tahun

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:33 WIB