Gangguan Kecemasan: Musuh dalam Selimut

Selasa, 30 Desember 2025 - 06:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Cemas berlebihan? Hati-hati, itu bukan sekadar sifat, tapi gangguan mental serius. Simak fakta sains tentang Anxiety Disorder Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Cemas berlebihan? Hati-hati, itu bukan sekadar sifat, tapi gangguan mental serius. Simak fakta sains tentang Anxiety Disorder Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID –  Jantung berdebar kencang, keringat dingin mengucur, dan pikiran kalut tanpa sebab yang jelas. Hampir semua orang pernah merasakannya. Itu adalah kecemasan atau anxiety.

Sebenarnya, kecemasan adalah emosi normal yang kita warisi dari nenek moyang. Faktanya, emosi ini memiliki fungsi bertahan hidup yang vital.

Saat manusia purba menghadapi bahaya nyata, kecemasan bekerja sebagai alarm. Seketika, tubuh melepaskan adrenalin dan aliran darah ke otot meningkat. Kita siap untuk lari secepat kilat atau bertarung sekuat tenaga (fight or flight).

Namun, masalah muncul ketika alarm ini rusak. Bahaya yang kita hadapi hanyalah imajinasi atau hal sepele, tetapi tubuh bereaksi seolah-olah ada singa yang siap menerkam.

Dari Penyelamat Menjadi Perusak

Kondisi inilah yang disebut Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder). Sekitar 17 persen populasi dunia akan mengalaminya di beberapa titik dalam hidup mereka.

Bahaya yang dirasakan tidak proporsional dengan realitas. Akibatnya, kecemasan menjadi persisten dan melumpuhkan (disabling). Seseorang menjadi sulit beraktivitas normal karena terus dihantui rasa takut yang tidak rasional.

Baca Juga :  Polisi Terapkan Pengamanan Humanis saat May Day 2026 di Jakarta - Kerahkan 24 Ribu Personel

Para ilmuwan menemukan bahwa bagian otak bernama amigdala memegang peran kunci. Bagian ini menjadi terlalu aktif dalam memproduksi rasa takut. Selain itu, faktor genetik dan lingkungan seperti polusi serta stres psikologis turut memperparah kondisi ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kerugian $60 Miliar dan Rasa Malu

Dampak gangguan ini bukan hanya pada individu, melainkan juga pada ekonomi masyarakat. Data di Amerika Serikat menunjukkan angka yang mencengangkan.

Gangguan kecemasan merugikan negara hingga $60 miliar dalam satu tahun. Kerugian ini berasal dari hilangnya produktivitas kerja dan biaya pemeriksaan medis yang berlebihan. Pasalnya, banyak penderita mengira mereka sakit fisik karena gejala jantung berdebar atau sesak napas, padahal akarnya adalah masalah mental.

Ironisnya, tingkat pencarian pengobatan sangat rendah. Hanya 10 persen penderita yang mencari bantuan profesional.

Kebanyakan orang pasrah. Mereka mengira kecemasan adalah bagian dari kepribadian mereka yang tidak bisa diubah. Padahal, anggapan itu salah besar.

Baca Juga :  Komputer Purba dari Dasar Laut: Misteri Mekanisme Antikythera

Terapi Eksposur dan Keajaiban Endorfin

Kabar baiknya, gangguan ini sangat bisa diobati. Dunia medis menawarkan berbagai solusi efektif.

Pertama, Terapi Eksposur. Pasien didorong secara bertahap untuk menghadapi situasi yang mereka takuti. Tujuannya, membangun kepercayaan diri bahwa mereka mampu mengatasinya.

Kedua, Terapi Perilaku Kognitif (CBT). Ini adalah terapi bicara yang membantu pasien memahami hubungan antara pikiran negatif dan suasana hati.

Ketiga, olahraga. Aktivitas fisik terbukti ampuh sebagai obat alami. Olahraga memproduksi endorfin, zat kimia otak yang bertindak sebagai penghilang rasa sakit alami.

Selain itu, kelelahan fisik membantu penderita tidur lebih nyenyak. Tidur berkualitas sering kali menjadi kunci pembuka untuk mengubah perspektif hidup yang suram menjadi lebih cerah.

Pada akhirnya, kecemasan yang tidak diobati adalah sebuah kesengsaraan. Maka, kenali gejalanya sejak dini. Jangan biarkan “musuh dalam selimut” ini merampas kebahagiaan hidup Anda.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok
Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi
Tabrak Lari di Kalimalang, Pedagang Buah Terluka Parah – Polisi Buru Sopir Pajero Hitam
BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026
Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit
Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman
10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone
Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:29 WIB

Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:15 WIB

Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:04 WIB

Tabrak Lari di Kalimalang, Pedagang Buah Terluka Parah – Polisi Buru Sopir Pajero Hitam

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:40 WIB

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Berita Terbaru

Inggris dalam siaga

INTERNASIONAL

Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:15 WIB

Transformasi di garis depan. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengumumkan reformasi sistemik militer Ukraina mulai Juni 2026 guna mengatasi kekurangan personel dan meningkatkan kesejahteraan pasukan infanteri. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB