Diskriminasi Terhadap Umat Muslim di Jepang Kian Meluas

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Pencarian di tengah ketidakpastian. Polisi dan sukarelawan Jepang menyisir pegunungan timur Kyoto untuk mencari James

Ilustrasi, Pencarian di tengah ketidakpastian. Polisi dan sukarelawan Jepang menyisir pegunungan timur Kyoto untuk mencari James "Weston" Higginbotham yang hilang sejak sepekan lalu. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Kelompok pemantau sosial melaporkan adanya peningkatan tajam aksi diskriminasi terhadap warga Muslim di Jepang. Sebab, populasi penganut agama Islam di negara tersebut terus tumbuh sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Akibatnya, ketegangan sosial yang dipicu oleh prasangka kini mulai membayangi kehidupan harian mereka.

Lonjakan Populasi Muslim di Negeri Sakura

Profesor Emeritus dari Universitas Waseda, Hirofumi Tanada, memaparkan data pertumbuhan populasi tersebut secara rinci. Menurutnya, jumlah penganut Islam di Jepang mencapai sekitar 420.000 orang pada akhir tahun 2024. Sebagai perbandingan, populasi Muslim pada tahun 2019 hanya berjumlah sekitar 230.000 orang saja. Dengan demikian, pertumbuhan cepat ini juga mendorong berdirinya lebih dari 160 masjid di seluruh penjuru Jepang.

Baca Juga :  Politik dan Sains Mengubah Wajah Viking dalam Sejarah

Sementara itu, peningkatan populasi ini juga memicu maraknya kampanye hitam dan disinformasi di media sosial. Sebagai contoh, sekelompok orang menyebarkan rumor palsu mengenai pengeras suara masjid yang bising di Osaka tahun lalu. Selanjutnya, serangkaian kasus pembakaran mencurigakan juga melanda sebuah masjid di Ebetsu, Hokkaido pada Februari kemarin. Bahkan, warga di Fujisawa juga menggelar aksi protes keras untuk menolak pembangunan masjid baru.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kisah Pilu dari Masjid di Kanto Utara

Seorang pengurus masjid di wilayah Kanto Utara bernama Ali menceritakan pengalaman pahitnya baru-baru ini. Ia mengungkapkan bahwa masjidnya tiba-tiba menerima puluhan telepon dan surat elektronik bernada kasar setiap hari. Padahal, Ali telah membangun hubungan baik dengan komunitas dan kepolisian setempat selama 30 tahun terakhir. Oleh sebab itu, perubahan sikap warga yang mendadak ini membuat para jemaah merasa takut untuk keluar rumah.

Baca Juga :  Trump Sebut Angkatan Laut AS Bertindak Seperti Bajak Laut

Di sisi lain, komunitas Muslim juga masih kesulitan untuk mendapatkan hak pemakaman Islam dan makanan halal di sekolah. Peneliti dari Universitas Prefektur Aichi, Michito Ohashi, menilai undang-undang anti-ujaran kebencian di Jepang saat ini belum efektif. Oleh karena itu, ia mendesak masyarakat lokal untuk mulai berinteraksi dengan umat Muslim sebagai individu yang setara tanpa prasangka kelompok.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cara Pabrik Memisahkan CPO dan Inti Sawit (Kernel)
Jadi Justice Collaborator, Sony Sonjaya Janji Beberkan Aktor Besar Kasus SPPG
Indonesia vs Oman di GBK Malam Ini, Pengguna Jalan Diminta Cari Jalur Alternatif
Subsidi Membengkak, DKI Segera Tetapkan Tarif Baru Transjabodetabek
Di Balik Dapur PKS: Tahap Perebusan dan Penebah
Kurir Sabu 5 Kg Dibekuk di Pekanbaru, Bareskrim Buru Pengendali Jaringan Malaysia
Kemendag Perbarui Aturan E-Commerce, Produk UMKM Dapat Prioritas di Marketplace
Tiga Pria Diduga Bawa Sabu Diciduk Brimob di Warakas, Balap Liar Bekasi Dibubarkan

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:33 WIB

Cara Pabrik Memisahkan CPO dan Inti Sawit (Kernel)

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:48 WIB

Jadi Justice Collaborator, Sony Sonjaya Janji Beberkan Aktor Besar Kasus SPPG

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:27 WIB

Indonesia vs Oman di GBK Malam Ini, Pengguna Jalan Diminta Cari Jalur Alternatif

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:22 WIB

Diskriminasi Terhadap Umat Muslim di Jepang Kian Meluas

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:08 WIB

Subsidi Membengkak, DKI Segera Tetapkan Tarif Baru Transjabodetabek

Berita Terbaru

Pilar hukum hilirisasi kelapa sawit. Pentingnya mengurus Izin Usaha Industri (IUI) dan menjamin kemitraan pasokan tandan buah segar demi kelangsungan operasional pabrik. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Cara Pabrik Memisahkan CPO dan Inti Sawit (Kernel)

Jumat, 5 Jun 2026 - 15:33 WIB

Ilustrasi, Pencarian di tengah ketidakpastian. Polisi dan sukarelawan Jepang menyisir pegunungan timur Kyoto untuk mencari James

INTERNASIONAL

Diskriminasi Terhadap Umat Muslim di Jepang Kian Meluas

Jumat, 5 Jun 2026 - 14:22 WIB