BEIRUT, POSNEWS.CO.ID – Militer Israel tetap meluncurkan serangan udara secara masif ke wilayah Lebanon selatan pada hari Selasa. Padahal, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya telah meminta Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menghindari eskalasi di Beirut.
Akibatnya, serangan ini memicu ketakutan baru di kalangan warga sipil yang terjebak di zona konflik. Meskipun demikian, pemerintah Lebanon mengeklaim bahwa Israel berjanji tidak akan menyerang wilayah pinggiran Beirut untuk sementara waktu.
Eskalasi Militer dan Desakan Evakuasi di Nabatiyeh
Pertempuran sengit terus membara setelah militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi darurat bagi warga kota Nabatiyeh. Sebab, kota tersebut merupakan salah satu basis pertahanan terkuat milik kelompok milisi Hezbollah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya, serangan artileri berat Israel menewaskan sedikitnya empat orang di wilayah selatan Lebanon. Sebaliknya, Hezbollah membalas dengan menembaki posisi pasukan darat Israel di sekitar kastel bersejarah Beaufort.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memberikan peringatan yang sangat keras kepada Beirut. Ia menegaskan militer akan langsung meratakan pinggiran ibu kota jika Hezbollah nekat meluncurkan roket ke wilayah Israel utara.
Diplomasi Phased Approach di Washington
Di sisi lain, delegasi diplomatik Lebanon telah tiba di Washington untuk memulai sesi perundingan langsung dengan AS. Melalui pertemuan ini, pemerintah Lebanon mengusulkan pembentukan zona percontohan bebas militer (pilot zones).
Nantinya, kesepakatan bertahap ini akan mengatur penarikan pasukan Israel secara perlahan dari wilayah Lebanon selatan. Dengan begitu, tentara nasional Lebanon dapat segera masuk untuk mengamankan wilayah perbatasan secara mandiri.
Namun, rencana damai ini menghadapi jalan buntu karena tuntutan perlucutan senjata total terhadap milisi Hezbollah. Sebab, juru bicara Hezbollah menegaskan bahwa mereka menolak keras persyaratan sepihak tersebut sebelum gencatan senjata permanen terwujud.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












