Gencatan Senjata Rapuh: Israel Tetap Bombardir Lebanon Selatan

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan tanpa jeda di Lebanon. Israel terus membombardir wilayah selatan dan menuntut perlucutan senjata Hezbollah meskipun Donald Trump berupaya meredam konflik. Dok: REUTERS/Mohamed Azakir.

Ketegangan tanpa jeda di Lebanon. Israel terus membombardir wilayah selatan dan menuntut perlucutan senjata Hezbollah meskipun Donald Trump berupaya meredam konflik. Dok: REUTERS/Mohamed Azakir.

BEIRUT, POSNEWS.CO.ID – Militer Israel tetap meluncurkan serangan udara secara masif ke wilayah Lebanon selatan pada hari Selasa. Padahal, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya telah meminta Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menghindari eskalasi di Beirut.

Akibatnya, serangan ini memicu ketakutan baru di kalangan warga sipil yang terjebak di zona konflik. Meskipun demikian, pemerintah Lebanon mengeklaim bahwa Israel berjanji tidak akan menyerang wilayah pinggiran Beirut untuk sementara waktu.

Eskalasi Militer dan Desakan Evakuasi di Nabatiyeh

Pertempuran sengit terus membara setelah militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi darurat bagi warga kota Nabatiyeh. Sebab, kota tersebut merupakan salah satu basis pertahanan terkuat milik kelompok milisi Hezbollah.

Selanjutnya, serangan artileri berat Israel menewaskan sedikitnya empat orang di wilayah selatan Lebanon. Sebaliknya, Hezbollah membalas dengan menembaki posisi pasukan darat Israel di sekitar kastel bersejarah Beaufort.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memberikan peringatan yang sangat keras kepada Beirut. Ia menegaskan militer akan langsung meratakan pinggiran ibu kota jika Hezbollah nekat meluncurkan roket ke wilayah Israel utara.

Diplomasi Phased Approach di Washington

Di sisi lain, delegasi diplomatik Lebanon telah tiba di Washington untuk memulai sesi perundingan langsung dengan AS. Melalui pertemuan ini, pemerintah Lebanon mengusulkan pembentukan zona percontohan bebas militer (pilot zones).

Baca Juga :  Adaptasi Genetik: Bisakah Spesies Bertahan dari Kepunahan?

Nantinya, kesepakatan bertahap ini akan mengatur penarikan pasukan Israel secara perlahan dari wilayah Lebanon selatan. Dengan begitu, tentara nasional Lebanon dapat segera masuk untuk mengamankan wilayah perbatasan secara mandiri.

Namun, rencana damai ini menghadapi jalan buntu karena tuntutan perlucutan senjata total terhadap milisi Hezbollah. Sebab, juru bicara Hezbollah menegaskan bahwa mereka menolak keras persyaratan sepihak tersebut sebelum gencatan senjata permanen terwujud.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela
Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok
Raksasa Teknologi Dunia Serap Mineral Milisi M23
Militer Amerika Serikat Tembak Mati Gembong Kriminal
BIGBANG Resmi Umumkan Jadwal Tur Dunia

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:21 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:14 WIB

Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:03 WIB

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:56 WIB

Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:52 WIB

Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok

Berita Terbaru